Showing posts with label Abu Ihsan Al Maidany MA. Show all posts
Showing posts with label Abu Ihsan Al Maidany MA. Show all posts

Monday, May 15, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 7 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 07 DARI 07
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Di antara amalan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhān adalah:


*⑹ Banyak berdzikir dan berdo'a*

Bulan Ramadhān adalah waktu berdzikir dan berdo'a, ini adalah waktu berdzikir dan berdo'a kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ada satu do'a yang pasti dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla di bulan Ramadhān, dan itu terjadi bagi setiap muslim dan setiap hari.

Ada satu do'a yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla kabulkan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhān maka jangan lewatkan Ikhwāniy fīdīn ma'āsyiral muslimin.

Banyak do'a-do'a yang perlu kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan tidak ada rugi dari do'a yang kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Saturday, May 13, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 6 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 06 DARI 07
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Ikhwāniy fīdīn, ma'āsyiral muslimin rahimani wa rahimakumullāh jami'an

Kemudian amalan berikutnya yang dianjurkan di bulan Ramadhān ini adalah:

*⑷ Banyak membaca Al Qurān*

Amalan yang dianjurkan pada bulan ini adalah banyak membaca Al Qurān, karena bulan ini adalah bulan istimewa.

Di bulan ini Allāh Subhānahu wa Ta'āla menurunkan ayat pertama dari Al Qurān.

Di bulan ini Allāh Subhānahu wa Ta'āla menurunkan Al Qurān ke langit dunia secara utuh, baru menurunkannya secara berangsur-angsur menurut kejadian.

Ayat pertama turun adalah di bulan Ramadhān.

Friday, May 12, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 5 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 05 DARI 07
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Ikhwāniy fīdīn, ma'āsyiral muslimin rahimani wa rahimakumullāh jami'an

Beberapa ibadah-ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadhān, selain ibadah puasa yang tentunya wajib adalah:

*② 'Itikāf*

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak melewatkan Ramadhān tanpa 'itikāf, biasanya beliau ber'itikāf 10 hari terakhir.

Beliau pernah ber'itikāf 20 hari khususnya 10 hari terakhir pada bulan Ramadhān. Kalaulah kita tidak mampu di 10 hari minimal 1 hari, karena 'itikāf itu minimalnya adalah sehari semalam.

Tidak ada 'itikāf setengah hari, sebagaimana tidak ada puasa setengah hari. Puasa yang syar'i adalah puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Thursday, May 11, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 4 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 04 DARI 07
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Ikhwāniy fīdīn, ma'āsyiral  muslimin rahimani wa rahimakumullāh jami'an

Beberapa ibadah-ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadhān.


*⑴ Di malam hari bulan Ramadhān kita dianjurkan untuk melakukan shalāt malam (shalāt Tarawih)*

Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

_"Barangsiapa yang mengerjakan qiyam Ramadhān (qiyamul lail) pada bulan Ramadhān karena imān dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."_

(Hadīts Riwayat Bukhāri nomor 37 dan Muslim nomor 75)

Wednesday, May 10, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 3 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 03 DARI 07
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Kemudian perkara berikutnya adalah perkara-perkara yang dapat merusak ibadah puasa kita. Yang dapat merusak bukan berarti membatalkan.

Yang membatalkan puasa, seperti; makan, minum, berjima' (bersetubuh dengan istri disiang hari), dan beberapa pembatal-pembatal puasa.

Di sana ada perkara-perkara yang dianggap sebagian orang itu boleh tapi sebenarnya itu semua dapat merusak ibadah puasanya.

Diantaranya, adalah:


*⑴ Tidak menahan lisannya dari dusta, ghībah dan namimah.*

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan di dalam hadītsnya.

Dari Abū Hurairah, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sallam bersabda:

Tuesday, May 9, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhan (Bagian 2 dari 7)

FIQIH RAMADHAN BAGIAN 02 DARI 07
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Kemudian, Ikhwāniy fīddīn ma'āsyiral  muslimin.

Kita membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan puasa dan beberapa amalan-amalan di bulan Ramadhān.

Seperti:

⑴ Shalāt malam (para ulamā menyebutnya dengan shalāt Tarawih).
⑵ 'Itikāf
⑶ Beberapa amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhān

Semua amalan-amalan itu sifatnya sunnah mu'aqad, tidak wajib memang tetapi dianjurkan.

Rugi apabila kita melewatkannya sementara kita punya kemampuan untuk mengerjakannya.

Beberapa hal yang akan kita bahas, adalah mengenai:

Monday, May 8, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 1 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 01 DARI 07
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Ikhwāniy fīddīn, ma'āsyiral muslimin rahimani wa rahimakumullāh.

Tanpa terasa kita sudah hampir sampai dan bertemu kembali dengan bulan Ramadhān.

Sepertinya Ramadhān kemarin baru saja kita tinggalkan. Masih teringat kita shalāt tawarih, buka bersama, sahur.

Sekarang dihadapan kita sudah menanti bulan Ramadhān.

Mudah-mudahan Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyampaikan kita kepada bulan Ramadhān dan ini adalah nikmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mungkin disana saudara-saudara kita yang Iebih dahulu mendahului kita tidak berkesempatan lagi bertemu dengan bulan Ramadhān.

Saturday, March 11, 2017

Materi Tematik | JANGAN TUNDA HINGGA ESOK (Bagian 2 dari 2)

JANGAN TUNDA HINGGA ESOK (BAGIAN 2 DARI 2)
klik link audio

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Seorang hamba mukmin, dia mengerti bahwa Allāh Subhānahu wa Ta'āla bisa saja mencabut nyawanya. Dapat saja mengambil jiwanya, ruhnya, kapan saja.

Maka tentunya dia tidak akan berleha-leha, dia tidak akan santai ria. Dia akan bersegera, berupaya, berusaha, mengejar rahmat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ketahuilah kita hidup di antara dua masa, masa lalu dan masa yang akan datang. Masa lalu tidak dapat kita putar kembali, sementara masa yang akan datang tidak dapat kita tarik.

Kita bisa mengisi ketiga masa ini, masa lalu kita isi dengan taubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan benar-benar bertaubat, taubatan nashūhā, itulah cara mengisi masa lalu.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengatakan:

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ

Friday, March 10, 2017

Materi Tematik | JANGAN TUNDA HINGGA ESOK (Bagian 1 dari 2)

JANGAN TUNDA HINGGA ESOK (BAGIAN 1 DARI 2)
klik link audio

الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Sudahkan anda beramal hari ini?

Sungguh, ini adalah hari yang kita miliki. Hari ini adalah hari yang kita miliki, esok belum tentu kita miliki. Adapun masa-masa atau hari-hari yang telah berlalu, tidak dapat kita putar kembali.

Satu pepatah mengatakan:

 ما فات حلم والمؤمل غيب ولك الساعة التي أنت فيها

_"Apa yang sudah berlalu tinggallah kenangan, sementara asa dan cita-cita masih dalam impian, namun manfaatkanlah waktu yang ada pada dirimu sekarang."_

Sungguh Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

▪Memberikan kita nikmat, nikmat kelapangan waktu,
▪Memberikan kita satu kesempatan untuk beramal shalih pada hari ini.

Maka jangan tunda-tunda hingga hari esok. Bersegeralah kita ampunan Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Bersegeralah kita menuju jannah yang luasnya seluas langit dan bumi.

Tuesday, November 29, 2016

Materi Tematik | Setegar Karang (Renungan Bagi Yang Terkena Musibah)

SETEGAR KARANG (RENUNGAN BAGI YANG TERTIMPA MUSIBAH)
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Dalam sebuah hadīts, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan kepada kita bahwa:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ،

"Mu'min yang kuat itu lebih disukai dan dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla daripada mu'min yang lemah, dan pada masing-masing keduanya ada kebaikan."

(Hadits riwayat Muslim no. 2664, Ahmad II/366 no. 370, Ibnu Mājah no. 79,4168, An Nasāi)

Akan tetapi Allāh Subhānahu wa Ta'āla lebih menyukai mu'min yang kuat, mu'min yang tegar, setegar batu karang di dalam menjalani kehidupan, istiqamah di atas imannya, di atas agamanya, di atas ketaatan kepada Allāh, tidak mudah menyerah.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melanjutkan di dalam hadīts tersebut:

Friday, November 20, 2015

Ceramah Singkat | Bukan Sekedar Taubat

BUKAN SEKEDAR TAUBAT
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن واله


Menurut Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamā'ah, iman itu ada pasang surutnya.

Kadang naik, kadang turun, kadang bertambah kadang berkurang.

'Aqidah Ahlu Sunnah wal Jamā'ah mengatakan:

◆ الإيمان يزيد وينقص; يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية

◆ Iman itu bertambah dan berkurang; bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Sementara itu, tidak ada manusia yang lepas dari maksiat.