Showing posts with label kitab shalat. Show all posts
Showing posts with label kitab shalat. Show all posts

Wednesday, November 8, 2017

Kajian 73 | Menguburkan Mayyit (Bagian 2)

MENGUBURKAN MAYYIT (BAGIAN 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita memasuki halaqah tentang "Menguburkan Mayyit" atau دفن الميت

قال المؤلف رحمه الله: ((ولا يبنى عليه ولا يجصص))

⑺ Berkata penulis rahimahullāh:

(("Dan tidak dibangun diatasnya juga tidak disemen"))

Hal ini berdasarkan hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

 نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

"Bahwasanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam melarang untuk menyemen atau menplester kuburan, dan juga melarang untuk duduk diatas kuburan, dan juga melarang untuk membangun di atas kuburan."

Tuesday, November 7, 2017

Kajian 72 | Menguburkan Mayyit (Bagian 1)

MENGUBURKAN MAYYIT (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita memasuki halaqah yang ke-72 dan pembahasan kita kali ini adalah tentang "Menguburkan Mayyit" atau دفن الميت


Hukum menguburkan mayyit adalah fardhu kifayyah, artinya apabila telah dilakukan oleh sebagian orang maka gugur kewajiban bagi yang lain sebagaimana yang sudah disebutkan pada pertemuan sebelumnya.

Diantara dalilnya adalah:

⑴ Hadīts dari Abū Said Al Khudri radhiyallāhu Ta'āla 'anhu:

اذْهَبُوا فَادْفِنُوا صَاحِبَكُمْ

Monday, November 6, 2017

Kajian 71 | Ibadah Shalāt Jenazah

IBADAH SHALĀT JENAZAH
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki halaqah ke-71 dan membacakan atau mengikuti apa yang ditulis oleh penulis matan Abū Syujā tentang tatacara "Ibadah Shalāt Jenazah"


قال المؤلف رحمه الله:

Berkata penulis rahimahullāh:

((ويكبر عليه أربع تكبيرات: يقرأ الفاتحة بعد الأولى))

((Kemudian bertakbir di dalam shalāt jenazah sebanyak empat takbir, kemudian membaca surat Al Fāthihah setelah takbir yang pertama.))

Perlu diketahui sahabat sekalian, bahwasanya membaca surat Al Fāthihah adalah wajib di dalam shalāt jenazah. Dan ini menurut madzhab Syāfi'iyah dan Hanābilah.

Saturday, October 14, 2017

Kajian 70 | Mengkafani Jenazah

MENGKAFANI JENAZAH
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد


Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki halaqah ke-70 dan masuk pada pembahasan tentang "Mengkafani Jenazah".


قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

((ويكفن في ثلاثة أثواب بيض ليس فيها قميص ولا عمامة. والمرأة في خمسة أثواب بيص ))

((Dan mayat atau jenazah dikafani dengan 3 (tiga) helai kain putih dan tidak ada dalam kain tersebut pakaian atau imamah. Adapun perempuan maka dikafani dengan 5 (lima) helai kain putih.))

Para sahabat sekalian.

Friday, October 13, 2017

Kajian 69 | Memandikan Jenazah

MEMANDIKAN  JENAZAH
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki halaqah ke-69 dan masuk pada pembahasan tentang "Memandikan Jenazah".


قال المؤلف رحمه الله:

Berkata penulis rahimahullāh:

((ويغسل الميت وترا ويكون في أول غسله سدر وفي آخره شيء من كافور))

((Bahwasanya jenazah itu dimandikan secara ganjil dan pada awal pemandiannya dicampur dengan daun sidr dan pada akhir pemandiannya dicampur dengan sedikit dari air kapur.))

Adapun terkait dengan masalah hukum memandikan mayit sebagaimana yang sudah disebutkan diawal, bahwasanya hukumnya adalah fardhu kifāyah sebagaimana kesepakatan imām madzhab yang empat.

Thursday, October 12, 2017

Kajian 68 | Kitab Jenazah

KITĀB JENAZAH
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki halaqah ke-68 dan masuk pada kitāb yang berikutnya yaitu kitāb tentang jenazah.

Perlu diketahui bahwasanya setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian, sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Setiap yang berjiwa akan merasakan kematian, dan sesungguhnya kalian akan dipenuhi dengan dibalas pahala-pahala kalian pada hari kiamat nanti, barangsiapa yang diselamatkan dari kepedihan api neraka dan dimasukan kedalam surga, maka sungguh dia telah beruntung, dan tidaklah kehidupan dunia melainkan permainan yang menipu."

(QS Ali 'Imrān: 185)

Wednesday, October 11, 2017

Kajian 67 | Pakaian

PAKAIAN ( اللباس)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki pada  halaqah  ke-67 dan masuk pada fasal berikutnya yaitu tentang masalah pakaian.

قال المؤلف رحمه الله:
((ويحرم على الرجال لبس الحرير والتختم بالذهب ويحل للنساء))

Penulis rahimahullāh berkata:

(("Dan diharāmkan bagi laki-laki untuk menggunakan pakaian yang terbuat dari sutera, dan juga memakai cincin yang terbuat dari emas."))

Adapun bagi wanita maka dihalalkan.

Dalīl harāmnya memakai sutera dan cincin emas bagi laki-laki, diantaranya adalah:

روى أصحاب السنن إلا الترمذي

Yang diriwayatkan oleh para penulis kitab sunan kecuali Imam At Tirmidzi

Tuesday, October 10, 2017

Kajian 66 | Fiqh Shalat Khauf

SHALAT KHAUF
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita memasuki halaqah yang ke-66, kita sampai pada fasal tentang "Shalāt Khauf".

Apa yang dimaksud dengan shalāt khauf?

Shalāt khauf atau shalāt pada keadaan genting atau pada keadaan takut adalah shalāt yang dilakukan oleh sekelompok kaum muslimin manakala dalam keadaan genting atau terjadi rasa takut. Dan biasanya terjadi pada saat perang.

Shalāt khauf ini dilakukan pada saat terjadinya peperangan, bertemunya antara pasukan kaum muslimin dengan pasukan musuh, dan juga dikhawatirkan serangan dari musuh.

Jadi bukan disebabkan sembarangan rasa takut.

Apabila berhadapan antara pasukan kaum muslimin dengan pasukan musuh maka disyari'atkan untuk melaksanakan shalāt khauf. Walaupun disana ada khilaf kapan diperbolehkan untuk melaksanakan shalāt khauf karena shalāt khauf ini tata caranya berbeda dengan shalāt berjama'ah biasanya.

Monday, October 9, 2017

Kajian 65 | Fiqh Shalat Istisqa'

FIQH SHALAT ISTISQA'
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله  وبعة

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sekarang kita memasuki halaqah yang  ke-65 dan  masuk pada fasal berikutnya yaitu tentang shalāt Istisqa'

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

صلاة الاستسقاء: وصلاة الاستسقاء مسنونة

Dan shalāt Istisqa' hukumnya adalah sunnah.

▪ Pengertian Shalāt Istisqa'

Shalāt Istisqa' adalah shalāt sunnah dengan cara khusus untuk meminta hujan kepada Allāh Ta'āla manakala terjadi kemarau dan kekeringan.

Saturday, September 16, 2017

Kajian 64 | Fiqh Shalāt Kusuf Dan Khusuf

SHALAT KUSUF DAN KHUSUF
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله  وبعة

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sekarang kita memasuki halaqah yang ke-64 dan kita masuk pada pembahasan tentang shalāt Kusūf dan Khusūf.

▪ Shalāt kusūf adalah shalāt gerhana matahari.
▪ Shalāt Khusūf adalah shalāt gerhana bulan.

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

وصلاة الكسوف سنة مؤكدة فإن فاتت لم تقض
ويصلي لكسوف الشمس وخسوف القمر ركعتين في كل ركعة قيامان يطيل القراءة فيهما وركوعان يطيل التسبيح فيهما دون السجود ويخطب بعدها خطبتين ويسر في كسوف الشمس ويجهر في خسوف القمر.

Dan shalāt kusūf adalah sunnah muakkadah, maka apabila tertinggal tidak perlu mengqadha' atau menggantinya. Dan jumlah raka'at shalāt gerhana matahari (kusūf) dan gerhana bulan (khusūf) adalah 2 (dua) raka'at.

Friday, September 15, 2017

Kajian 63 | Fiqh Shalāt Iedul Fitri Dan Iedul Adha (Bag.2 dari 2)

SHALĀT 'IEDUL FITRI DAN 'IEDUL ADHA (BAG. 2 DARI 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuki halaqah yang ke-63 dan masih pada fasal berikutnya yaitu tentang shalāt 'Iedul Fitri dan 'Iedul Adha.

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

((و يخطب بعدها خطبتين يكبر في الأولى تسعا وفي الثانية سبعاً))

"Dan khutbah setelah shalāt sebanyak 2 (dua)  kali khutbah, yaitu:

√ Takbir dikhutbah pertama sebanyak 9 (sembilan) kali.
√ Takbir dikhutbah kedua sebanyak 7(tujuh) kali."

Thursday, September 14, 2017

Kajian 62 | Fiqh Shalāt Iedul Fitri Dan Iedul Adha (Bag. 1 dari 2)

SHALĀT IEDUL FITRI DAN IEDUL ADHA (BAG. 1 DARI 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para shahābat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita memasuki halaqah yang ke-62 dan masuk pada fasal berikutnya yaitu tentang shalāt Iedul Fitri dan Iedul Adha.

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis  rahimahullāh:

((وصلاة العيدين سنة مؤكدة و هي:
ركعتان يكبر في الأولى سبعا سوى تكبيرة الإحرام وفي الثانية خمسا سوى تكبيرة القيام.))

"Dan shalāt 'Iedain  ('Iedul fitri dan 'Iedul Adha) hukumnya adalah  sunnah muakkadah.

Dan shalāt 'ied adalah shalāt 2 (dua) raka'at dengan 7 (tujuh) kali takbir di raka'at pertama selain takbiratul ihram, dan takbir 5 (lima) kali pada raka'at kedua selain takbir bangun dari sujud."


Wednesday, September 13, 2017

Kajian 61 | Fiqh Shalāt Jum'at

FIQH SHALAT JUM'AT
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh  Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita memasuki halaqah ke-61 dan masih  pada fasal tentang fiqih shalāt Jum'at.

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

وفرائضها ثلاثة :

Dan kewajiban (farāidh) atau rukun  didalam shalāt Jum'at ada 3(tiga):

خطبتان يقوم فيهما ويجلس بينهما، وأن تصلَّى ركعتين في جماعة

Yaitu:

Tuesday, September 12, 2017

Kajian 60 | Fiqh Shalat Jum'at

FIQH SHALAT JUM'AT
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita memasuki halaqah yang ke-60 dan masuk pada fasal berikutnya tentang fiqih Shalāt Jum'at.

قال المؤلف رحمه الله

Berkata penulis rahimahullāh:

وشرائط وجوب الجمعة سبعة أشياء

Dan syarat wujūbnya (wajibnya) shalāt ada tujuh macam.

Para hadirin sekalian.

Hukum shalāt Jum'at adalah wajib bagi yang terpenuhi syarat yang disebutkan. Dan kewajiban ini sifatnya adalah wajib 'ain, (artinya) apabila ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari'at maka dia berdosa.

Monday, September 11, 2017

Kajian 59 | Shalāt Jum'at

SHALAT JUM'AT
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para Sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuki halaqah yang  ke-59 dan pada saat ini kita masuk pada fasal yang berikutnya yaitu tentang shalāt Jum’at.

Sebelum kita memasuki tentang fiqih di dalam shalāt Jum'at, maka kita akan membahas sedikit tentang bagaimana keutamaan shalāt Jum'at dan juga keutamaan hari Jum'at itu sendiri.

Keutamaannya diantaranya:

⑴ Bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan hari Jum'at sebagai hari yang terbaik dan mengkhususkan hari Jum'at tersebut dengan ibadah khusus dan juga dengan keistimewaan yang lainnya.

Hal ini agar kaum muslimin dan orang-orang bisa memahami keagungan, kedahsyatan dan kehebatan  hari Jum'at ini. Dan juga agar mereka bisa memakmurkan hari ini dengan cara yang terbaik.

Friday, April 7, 2017

Kajian 58 | Shalāt Jama' Yang Diperbolehkan (Bagian 2)

SHALĀT JAMA' YANG DIPERBOLEHKAN (BAGIAN 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan pelajaran kita dan kita masuk pada  halaqah yang  ke-58 dan masih tentang masih tentang shalāt jama' yang diperbolehkan.

*Beberapa Jenis Jama' yang diperbolehkan adalah:*

6⃣ Jama' karena rasa takut

Berdasarkan hadīts yang disebutkan sebelumnya,

عن ابن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عنه، قال:  جمَعَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بين الظُّهرِ والعَصرِ والمغربِ والعِشاءِ بالمدينةِ من غيرِ خوفٍ ولا مَطرٍ. فقيل لابن عَبَّاسٍ: ما أرادَ إلى ذلك؟ قال: أرادَ أنْ لا يُحرِجَ أُمَّتَه((رواه مسلم))

Dari Ibnu 'Abbās Radhiyallāhu 'anhu beliau berkata:

"Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjama' antara shalāt Dhuhur, Ashar dan juga antara shalāt Maghrib dan 'Isyā di Madīnah, tidak disebabkan karena rasa takut, juga tidak disebabkan karena hujan"

Thursday, April 6, 2017

Kajian 57 | Shalat Jama' Yang Diperbolehkan (Bagian 1)

SHALĀT JAMA' YANG DIPERBOLEHKAN (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan dan masih tentang masih tentang shalāt jama' yang diperbolehkan.

قال المؤلف رحمه الله:
((ويجوز للحاضر في المطر أن يجمع بينهما في وقت الأولى منهما))

Dan diperbolehkan bagi orang yang hādir (maksudnya) orang yang tidak bepergian atau tidak safar, untuk menjama' shalāt disebabkan turunnya hujan, dan dilakukan di waktu yang lebih dulu dari keduanya yaitu jama' taqdim.

*Beberapa Jenis Jama' yang diperbolehkan adalah:*

1⃣ Jama' antara Maghrib dan 'Isyā di Muzdalifah, bagi jama'ah haji.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadīts:

حتى أتى المزدلفةَ، فصلَّى بها المغربَ والعِشاءَ بأذانٍ واحدٍ وإقامتين رواه مسلم

Manakala sampai beliau datang di Muzdalifah, beliau (Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam)  shalāt Maghrib dan 'Isyā dengan satu adzān dan dua iqāmah.

Wednesday, April 5, 2017

Kajian 56 | Shalāt Jama' Bagi Musafir

SHALAT JAMA' BAGI MUSAFIR (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat bimbingan Islam yang dirahmati Allah.

Kita memasuki halaqah berikutnya, tentang shalat jama' bagi musafir.

Sebelum memasuki kitab, ada beberapa hal yang perlu diketahui:

(1) Jama' adalah rukhsah atau keringanan yang ada dalam syariat Islam, manakala adanya udzur atau kesusahan.

(2) Jama' bisa dilakukan antara shalat dhuhur dan ashar, kemudian antara shalat maghrib dan isya.

Dan tidak boleh menjama' sholat subuh, ataupun antara shalat ashar dan maghrib atau seluruh shalat dalam sekali waktu.

(3) Tidak ada kaitannya antara jama' dan qashar, namun keduanya adalah keringanan bagi seorang musafir.

Adapun qashar terkait dengan safar, sedangkan jama' terkait dengan masyaqqah atau kesulitan atau udzur.

Tuesday, April 4, 2017

Kajian 55 | Shalat Qashar Bagi Musafir

SHALAT QASHAR BAGI MUSAFIR
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و بعد


Sahabat bimbingan Islam yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita memasuki pembahasan tentang sholat seorang Musafir.

قال المصنف رحمه الله:
Penulis - rahimahullah - berkata:

(( و يجوز للمسافر قصر الصلاة الرباعية بخمس شرائط))

"Bagi seorang musafir (yaitu orang yang bepergian) diperbolehkan untuk mengqashar sholat yang empat rakaat (yaitu menjadikan sholat yang empat rokaat menjadi 2 rokaat) dengan ketentuan memenuhi 5 syarat:"

*Hukum Qashar*

Hukumnya adalah sunnah menurut mayoritas para ulama termasuk ulama syafi’iyyah.

Ini adalah rukhsoh atau keringanan dalam syariat yang Allāh berikan bagi orang – orang yang melakukan safar/perjalanan jauh.

Monday, April 3, 2017

Kajian 54 | Shalat Berjama'ah (Bagian 4)

SHALAT BERJAMAAN (Bagian 4)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد


Para shahābat  BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan halaqoh yang ke-54 dan kita masuk pada fasal tentang Shalāt Berjama'ah Bagian ke-4

قال المصنف:

Berkata penulis rahimahullāh :

((وأي موضع صلى في المسجد بصلاة الإمام فيه وهو عالم بصلاته أجزئه ما لم يتقدم عليه))

"Ditempat mana saja seseorang shalāt di masjid dengan mengikuti shalāt Imām didalam masjid tersebut dan dia mengetahui shalāt Imām, maka shalātnya sah selama tidak berada didepan Imām"

Kita masuk pada pembahasan yang lain yaitu tentang posisi makmum dan Imām

Ada dua gambaran yang disebutkan oleh  penulis,

⑴ Bahwasanya Imām dan ma'mum  berada didalam masjid.