Showing posts with label Kitabul Jami. Show all posts
Showing posts with label Kitabul Jami. Show all posts

Saturday, October 28, 2017

Hadits 24 | Larangan Mengadu Domba (Bagian 3 dari 3)

LARANGAN MENGADU DOMBA BAGIAN, 03 DARI 03
klik link audio

 بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita melanjutkan pembahasan tentang "Bahaya Namimah".

Bagaimana kalau ada orang datang kepada kita kemudian orang tersebut melakukan namimah?

Orang tersebut melakukan namimah menceritakan kejelekan orang lain kepada kita kemudian kita membenci orang tersebut?

Yang pertama kita harus ingat sebagaiman perkataan Hasan Al Basri rahimahullāh, beliau berkata:

"Barangsiapa menukil namīmah (keburukan orang lain atau orang tersebut menceritakan kejelekan orang lain) kepadamu yakinlah suatu saat dia akan menceritakan keburukanmu kepada orang lain juga."

Jadi sama seperti kata orang kalau kamu mendengar orang mengghībah orang lain maka suatu saat kamu akan dighībahi juga oleh orang tersebut.

Friday, October 27, 2017

Hadits 24 | Larangan Mengadu Domba (Bagian 2 dari 3)

LARANGAN MENGADU DOMBA, BAGIAN 02 DARI 03
klik link audio

 بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita melanjutkan pembahasan tentang "Bahaya namimah".

Di antara hal yang menguatkan bahwasanya namimah adalah dosa besar adalah bahwasanya seorang yang melakukan namimah pasti dia melakukan ghībah, tetapi sebaliknya orang yang melakukan ghībah belum tentu melakukan namimah.

Oleh karenanya dalam hadīts yang pernah kita sebutkan yaitu:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam melewati dua kuburan, beliau mengatakan:

Thursday, October 26, 2017

Hadits 24 | Larangan Mengadu Domba (Bagian 1 dari 3)

LARANGAN MENGADU DOMBA, BAGIAN 01 DARI 03
klik link audio

 بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuk pada pembahasan yang baru yaitu hadīts ke-24, yaitu tentang peringatan terhadap dosa namimah.

وَعَنْ حُذَيْفَةَ - رضى الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{ لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَتَّاتٌ }

Dari shahābat Hudzaifah radhiyallāhu 'anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba.”

(HR Bukhāri nomor 5596, versi Fathul Bari nomor 6056 dan Muslim nomor 153, versi Syarh Muslim nomor 105)

Wednesday, October 25, 2017

Hadits 23 | Larangan Mencela Orang Yang Telah Meninggal Dunia (Bagian 2 dari 2)

LARANGAN MENCELA ORANG YANG TELAH MEINIGGAL DUNIA, BAGIAN 2 DARI 2
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masih pada pembahasan hadīts ke-23, tentang larangan mencela mayat-mayat, (yaitu) orang yang sudah meninggal dunia.

Ada satu hadīts yang dijadikan pembahasan para ulamā, seakan-akan hadīts ini membolehkan mencela orang yang sudah meninggal dunia.

Yaitu hadīts yang diriwayatkan oleh Imām Al Bukhāri dan juga Imām Muslim dari hadīts Annas bin Mālik radhiyallāhu Ta'āla 'anhu, beliau berkata:

مَرُّوا بِجَنَازَةٍ فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " وَجَبَتْ ". ثُمَّ مَرُّوا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا فَقَالَ " وَجَبَتْ ". فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ـ رضى الله عنه ـ مَا وَجَبَتْ قَالَ " هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا فَوَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ ".

Suatu hari para shahābat melewati suatu jenazah, maka para shahābat memuji jenazah tersebut. Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata, "Wajabat (wajib jenazah ini)."

Tuesday, October 24, 2017

Hadits 23 | Larangan Mencela Orang Yang Telah Meninggal Dunia (Bagian 1 dari 2)

LARANGAN MENCELA ORANG YANG TELAH MEINIGGAL DUNIA, BAGIAN 1 DARI 2
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk pada hadīts yang ke-23.

Dari 'Āisyah radhiyallāhu Ta'āla 'anhā, beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لَا تَسُبُّوا الأَمْوَاتِ فَإِنَّهُم قَدْ أَفْضَوا إلَى مَا قَدَّمُوْا

"Janganlah kalian mencaci mayat-mayat, sesungguhnya mereka telah sampai kepada hasil dari amalan yang mereka lakukan di dunia."

(Hadīts riwayat Imām Al Bukhāri nomor 6035, versi Fathul Bari nomor 6516)

Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Monday, October 23, 2017

Hadits 22 | Larangan Mencela, Melaknat Dan Berkata Kasar Serta Kotor

LARANGAN MENCELA, MELAKNAT DAN BERKATA KASAR SERTA KOTOR
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk pada hadīts yang ke-22 dari hadīts dari Ibnu Mas'ūd radhiyallāhu 'anhu secara marfu', Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَعَّانِ، وَلَا اللَعَّانِ، وَلَا الفَاحِشِ، وَلَا البَذِءِ

"Bukanlah seorang mu'min, orang yang suka mencela, orang yang suka melaknat dan orang yang suka berkata-kata kasar dan juga berkata-kata kotor."

‌(Hadīts ini kata Al Hafizh Ibnu Hajar dihasankan oleh Imām Tirmidzi dan di shahīhkan oleh Al Hakim dan Imām Ad Daruquthi merajīhkan hadīts ini, hadīts yang mauquf)

Friday, September 29, 2017

Hadits 20 | Larangan Mempersulit Orang Lain

LARANGAN MEMPERSULIT ORANG LAIN
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, Kita masuk pada hadīts yang ke-20.

وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ - رضى الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{ مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَلله, وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ } أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ.

Dari shahābat Abi Shirmah radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang memberi kemudharatan kepada seorang muslim, maka Allāh akan memberi kemudharatan kepadanya, barangsiapa yang merepotkan (menyusahkan) seorang muslim maka Allāh akan menyusahkan dia."

(Hadīts riwayat Abū Dāwūd nomor 3635, At Tirmidzi nomor 1940 dan dihasankan oleh Imām At Tirmidzi).

Thursday, September 28, 2017

Hadits 19 | Membalas Calaan Dengan Yang Setimpal

MEMBALAS CELAAN DENGAN YANG SETIMPAL
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله


Ikhwān dan Akhawāt shahābat BiAS yang di rahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk dalam pembahasan hadīts yang ke-19.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُومُ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ فِى الصَّحِيحِ

Dari Abū Hurairah berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Dua orang yang saling mencaci maki, maka apa yang diucapkan oleh keduanya dosanya kembali kepada yang memulai memaki, selama yang dimaki (dizhalimi) tidak melampaui batas."

(Hadīts ini riwayat Imām Muslim nomor 2587 dalam shahīhnya)

⇒Oleh karenanya ini adalah hadīts yang shahīh tanpa diragukan lagi.

Wednesday, September 27, 2017

Hadits 18 | Akhlak Yang Buruk dan Al Bukhl/Pelit (Bagian 3/3)

AKHLAK YANG BURUK DAN AL BUKHL/PELIT (BAGIAN 3/3)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhwāt sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masih masuk dalam penjelasan dari hadits ke-18. Poin berikutnya akan kita bahas yaitu apa definisi dari bukhl (pelit).

Banyak definisi yang disebutkan oleh para ulama tentang pelit, namun mereka bersepakat pada satu poin yaitu diantara bentuk pelit adalah tidak menunaikan nafkah yang wajib.

Dia pelit, harusnya dia memberi nafkah ke anak istrinya nama namun kurang dalam memberi nafkah padahal dia mampu. Ini namanya pelit.

Bahkan sebagian ulama juga menambahkan termasuk nafkah mustahab.

Dia mampu, kita berbicara tentang orang yang mampu.

Bukan orang yang kalau sudah bayar zakat berarti dia sudah tidak pelit.

Tuesday, September 26, 2017

Hadits 18 | Akhlak Yang Buruk dan Al Bukhl/Pelit (Bagian 2/3)

AKHLAK YANG BURUK DAN AL-BUKHL/PELIT (BAGIAN 2/3)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhwāt sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masih melanjutkan bahasan tentang hadits nomor 18 tentang buruknya akhlak yang buruk dan sifat al bukhl (pelit).

Telah kita sebutkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang tercelanya sifat pelit, oleh karenanya Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam berdoa agar terjauhkan dari sifat pelit, seperti doa Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ و الْبُخْلِ

"Ya Allāh, aku berlindung kepada Engkau dari sifat penakut dan juga sifat pelit."

(Riyadush Shalihin, diriwayatkan oleh Imam Bukhari nomor 5893 versi Fathul Bari nomor 6370 dengan lafazh yang berbeda)

Monday, September 25, 2017

Hadits 18 | Akhlak Yang Buruk dan Al Bukhl/Pelit (Bagian 1/3)

AKHLAK YANG BURUK DAN AL BUKHL/PELIT (BAGIAN 1/3)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله


Ikhwān dan Akhawāt shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita masuk pada hadīts yang ke-18.

Kata Al HafizH Ibnu Hajar:

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ - رضى الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{ خَصْلَتَانِ لَا يَجْتَمِعَانِ فِي مُؤْمِنٍ: اَلْبُخْلُ, وَسُوءُ اَلْخُلُقِ } أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَفِي سَنَدِهِ ضَعْفٌ.

Dari Abū Sa'id Al Khudri radhiyallāhu Ta'āla 'anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Dua perangai yang tidak akan terkumpulkan pada seorang mu'min yaitu pelit dan akhlak yang buruk."

Hadīts ini diriwayatkan oleh Imām At Tirmidzi dalam sanadnya ada kelemahan.

(HR Tirmidzi nomor 1885 versi Maktabatu Al Ma'arif nomor 1962)

Saturday, August 26, 2017

Hadits 17 | Larangan Mendebat Sesama Muslim

LARANGAN MENDEBAT SESAMA MUSLIM
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita masuk pada hadīts yang ke-17 dari bab tentang Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak yang buruk.

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{ لَا تُمَارِ أَخَاكَ, وَلَا تُمَازِحْهُ, وَلَا تَعِدْهُ مَوْعِدًا فَتُخْلِفَهُ } أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ بِسَنَدٍ فِيهِ ضَعْفٌ.

3 - ضعيف. رواه الترمذي (1995) وفي سنده ليث بن أبي سليم.


Dari Ibnu 'Abbās radhiyallāhu 'anhumā, beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Janganlah engkau mendebat saudaramu dan janganlah engkau mencandainya dan janganlah engkau berjanji kepadanya dengan satu janji yang engkau akan menyelisihinya."

Friday, August 25, 2017

Hadits 16 | Doa Rasulullah Agar Terhindar Dari Akhlak Tercela

DOA RASULULLAH AGAR TERHINDAR DARI AKHLAQ TERCELA
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwān dan Akhawāt shahābat BiAS yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita melanjutkan hadīts yang ke-16.


وَعَنْ قُطْبَةَ بْنِ مَالِكٍ - رضى الله عنه - قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -يَقُولُ: { اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ, وَالْأَعْمَالِ, وَالْأَهْوَاءِ, وَالْأَدْوَاءِ } أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ وَاللَّفْظِ لَهُ.

Dari Quthbah bin Mālik Radhiyallāhu 'anhumā beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berdo'a:

اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي مُنْكَرَاتِ اَلْأَخْلَاقِ, وَالْأَعْمَالِ, وَالْأَهْوَاءِ, وَالْأَدْوَاء

"Yā Allāh, jauhkanlah dari aku akhlak yang munkar, amal-amal yang munkar, hawa nafsu yang munkar dan penyakit-penyakit yang munkar."

(Hadīts riwayat Tirmidzi no 3591 dan dishāhihkan oleh Al Hakim dan lafadnya dari Kitāb Al Mustadraq karangan Imām Al Hakim)

Dan hadīts ini adalah hadīts yang shāhih, dishāhihkan oleh Al Imām Al Hakim dan juga dishāhihkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh.

Saturday, August 19, 2017

Hadits 15 | Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim (Bagian 4)

HASAD DAN MERENDAHKAN SESAMA MUSLIM (BAGIAN 4)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Sahabat BIAS yang dirahmati Allāh Subhanahu wa Ta'ala.

Kita masih pada hadits yang ke 15 dan akan kita fokuskan pada bagian yang terakhir yaitu larangan keras dari Nabi shallallāhu 'alaihi wasallam tentang merendahkan atau menghina orang lain.

Kata Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam:

 وَلاَ يَحْقِرُهُ

"Tidak boleh merendahkan (saudara)nya."

Seorang muslim tidak boleh merendahkan saudaranya, kenapa?

Kata Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam:

التَّقْوَى هَا هُنَا  وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

"Taqwa itu tempatnya di sini (sambil menunjuk ke dadanya 3 kali)."

Friday, August 18, 2017

Hadits 15 | Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim (Bagian 3)

HASAD DAN MERENDAHKAN SESAMA MUSLIM (BAGIAN 3)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masih melanjutkan hadits yang ke 15.

Setelah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

وكونوا عباد الله إخوانًا

"Jadilah kalian hamba-hamba yang saling bersaudara."

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menjelaskan tentang larangan-larangan yang bisa memecah persatuan.

Setalah itu Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menekankan lagi tentang kewajiban seorang muslim dengan muslim lainnya, kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:

اَلْمُسْلِمُ أَخُو المسلمِ

"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya."

Thursday, August 17, 2017

Hadits 15 | Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim (Bagian 2)

HASAD DAN MERENDAHKAN SESAMA MUSLIM (BAGIAN 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masih membahas hadits yang kelima belas.

Pada pertemuan lalu kita telah sebutkan, bahwa segala perkara yang mendukung persatuan maka disyariatkan dalam Islam. Sebaliknya segala perkara yang bisa merusak persatuan maka diharamkan dalam Islam.

Dan di antaranya yang disebutkan dalam hadits yang kelimabelas ini.

لاَ تَحَاسَدُوْا

"Janganlah kalian saling hasad."

Sudah kita bahas masalah hasad. Tidak boleh saling hasad. Terkadang hasad timbul dari salah satu pihak, terkadang saling hasad-hasadan (dari kedua belah pihak).

وَلاَ تَنَاجَشُوْا

"Dan janganlah kalian berbuat najasy."

Wednesday, August 16, 2017

Hadits 15 | Hasad Dan Merendahkan Sesama Muslim (Bagian 1)

HASAD DAN MERENDAHKAN SESAMA MUSLIM (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masuk pada hadits yang ke lima belas.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَا هُنَا " . وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ " بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ " .

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, beliau berkata: Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wasallam bersabda:

"Janganlah kalian saling hasad, janganlah kalian saling melakukan najasy dan janganlah kalian saling bermusuhan membenci, dan janganlah kalian saling bertolak belakang (saling balik belakang), jangan sampai sebagian kalian menjual di atas penjualan yang lainnya.

Jadilah kalian hamba-hamba Allāh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dia tidak menzhaliminya dan juga tidak meninggalkannya tatkala membutuhkan pertolongannya dan dia tidak merendahkannya.

Tuesday, August 15, 2017

Hadits 14 | Ghibah (bagian 3)

GHIBAH (BAGIAN 3)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ikhwan dan akhwat, kita masih pada hadits yang ke 14, tentang ghibah dan kali ini kita akan bahas kondisi-kondisi dimana diperbolehkan ghibah.


(4) Orang Yang Menampakkan Kefasikan

Orang ini menampakkan kefasikan, tidak malu dia menampakkan kebid'ahannya. Maka tidak mengapa ghibah kepada dia karena dia telah menampakkan keburukannya.

Dighibahi atau tidak dighibahi dia sudah sering menampakkan keburukannya.

Oleh karenanya, tatkala ada seorang meminta izin untuk bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata:

ائْذَنُوا لَهُ فَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيرَةِ ". أَوْ " بِئْسَ أَخُو الْعَشِيرَةِ "

"Izinkan dia untuk bertemu denganku sesungguhnya dia adalah seorang yang paling buruk di kabilahnya."

Monday, August 14, 2017

Hadits 14 | Ghibah (bagian 2)

GHIBAH (BAGIAN 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله


Ikhwan dan akhwat, kita masih pada hadits yang 14 tentang ghibah. Dan kali ini kita akan membahas kondisi-kondisi dimana diperbolehkan ghibah.

Ketauhilah bahwasanya ghibah hukumnya haram kalau tujuannya hanya sekedar untuk mencela dan menghina orang lain dan merendahkan orang lain.

Tetapi kalau dalam ghibah tersebut ada kemaslahatan, baik kemaslahatan berkaitan dengan banyak orang atau sebagian orang atau terhadap individu tertentu maka ini diperbolehkan bahkan dianjurkan.

Oleh karenanya, para ulama menyebutkan ada beberapa hal yang dibolehkan ghibah sebagaimana disebutkan dalam sebuah sya'ir, bahwasanya pencelaan bukanlah ghibah dalam enam perkara, yaitu:

1. Orang yang mengadu karena dia dizhalimi dan dia ingin terhilangkan kezhalimannya.

2. Orang yang ingin memperkenalkan seseorang orang yang mungkin memiliki sifat tertentu.

Friday, February 10, 2017

Hadits 14 | Ghibah (Bagian 1)

GHIBAH (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita lanjutan pada hadits berikutnya, yaitu hadits ke 14.

َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:  أَتَدْرُونَ مَا اَلْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اَللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ: أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tahukah kalian apa itu ghibah?"

Para shahabat menjawab: "Allāh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui."

Rasulullāh shallallāhu 'alaihi wa sallam mengatakan:

"Engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang tidak dia sukai untuk disebutkan."