Wednesday, July 20, 2016

Halaqah 25 | Meninggalnya Orang-Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah Di Tiga Tempat Dan Keluarnya Api Dari Yaman

MENINGGALNYA ORANG-ORANG BERIMAN SEBELUM HARI KIAMAT, TERBENAMNYA TANAH DI TIGA TEMPAT DAN KELUARNYA API DARI YAMAN
klik link audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله

Halaqah yang kedua puluh lima dari silsilah beriman kepada hari akhir, adalah tentang:

"Meninggalnya Orang-Orang Yang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah Secara Besar-Basaran Di Tiga Tempat Dan Keluarnya Api Dari Yaman."

Sebelum terjadinya hari kiamat, Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

Tuesday, July 19, 2016

Hadits 11 | Diam Adalah Hikmah

DIAM ADALAH HIKMAH
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masih dalam Bab Zuhud wal Wara'.

Hadits yang terakhir dalam bab ini adalah hadits yang ke-11.

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : "اَلصَّمْتُ حِكَمٌ، وَقَلِيْلٌ فَاعِلُهُ."

(أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ فِيْ "اَلشُّعَبِِ" بِسَنَدٍ ضَعِيْفٍ وَصَحَّحَ أَنَّهُ مَوْقُوْفٌ مِنْ قَوْلِ لُُقْْمَانََ اََلْْحَكِِيْمِ)

Dari Anas radhiyallāhu 'anhu beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Diam adalah hikmah dan sedikit pelakunya (sedikit yang melakukannya)."

Monday, July 18, 2016

Hadits 10 | Keutamaan Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

KEUTAMAAN BERTAUBAT KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Kita masih dalam Bab Zuhud wal Wara' dan kita masuk pada hadits yang ke-10 tentang "Keutamaan Bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla".

وَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : "كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ." أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ، وَابْنُ مَاجَهْ، وَسَنَدُهُ قَوِّيٌ.

Dari Anas radhiallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

'Seluruh anak Adam senantiasa berbuat kesalahan dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla'."
(HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah dan sanad qawiy)

Tuesday, July 5, 2016

Materi Tematik | Istiqamah Setelah Ramadhan

ISTIQAMAH SETELAH RAMADHAN
klik link sumber

سم الله الرحمن الرحيم

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu, dan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan (akan segera, -ed) berlalu sudah. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang celaka karena tidak mendapatkan pengampunan dari Allah Ta’ala selama bulan Ramadhan, sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam dan diamini oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah Ta’ala )”. [HR Ahmad (2/254), al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” (no. 644), Ibnu Hibban (no. 907) dan al-Hakim (4/170), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzahabi dan al-Albani].

Salah seorang ulama salaf berkata: “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya. [Dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitab “Latha-iful ma’aarif” (hal. 297)].

Monday, July 4, 2016

Materi Tematik | Tata Cara Puasa Enam Hari Bulan Syawal

TATA CARA PUASA ENAM HARI BULAN SYAWWAL
klik link sumber

Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan masyru’ (disyari’atkan). Pendapat yang menyatakan bid’ah atau haditsnya lemah, merupakan pendapat bathil [Majmu’ Fatawa, Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz, 15/389]. Imam Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad menyatakan istihbab pelaksanaannya [Taudhihul Ahkam, 3/533].

Adapun Imam Malik, beliau rahimahullah menilainya makruh. Agar, orang tidak memandangnya wajib. Lantaran kedekatan jaraknya dengan Ramadhan. Namun, alasan ini sangat lemah, bertentangan dengan Sunnah shahihah.

Alasan yang diketengahan ini tidak tepat, jika dihadapkan pada pengkajian dan penelitian dalil, yang akan menyimpulkan pendapat tersebut lemah. Alasan terbaik untuk mendudukkan yang menjadi penyebab sehingga beliau berpendapat demikian, yaitu apa yang dikatakan oleh Abu ‘Amr Ibnu ‘Abdil Barr, seorang ulama yang tergolong muhaqqiq (peneliti) dalam madzhab Malikiyah dan pensyarah kitab Muwatha.

Saturday, July 2, 2016

Materi Tematik | Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri (Bagian 2)

BIMBINGAN BERHARI RAYA IDUL FITHRI (BAGIAN 2)
klik link sumber

WAKTU SHALAT ‘IDUL FITHRI

Sebagian besar Ahlul Ilmi berpendapat, bahwa waktu shalat ‘Id adalah setelah terbitnya matahari setinggi tombak hingga tergelincirnya matahari. Yakni waktu Dhuha.

Juga disunnahkan untuk mengakhirkan shalat ‘Idul Fithri, agar kaum muslimin memperoleh kesempatan menunaikan zakat fithri.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dahulu, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  mengakhirkan shalat ‘Idul Fithri dan menyegerakan shalat ‘idul Adh-ha. Sedangkan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, seorang sahabat yang sangat berpegang kepada Sunnah. Dia tidak keluar hingga terbit matahari”.

[Zaadul Ma’ad, 1/427].

Friday, July 1, 2016

Materi Tematik | Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri (Bagian 1)

BIMBINGAN BERHARI RAYA IDUL FITHRI (BAGIAN 1)
klik link sumber

MENGAPA DINAMAKAN ‘ID ?

Secara bahasa, ‘Id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.

Kemudian dinamakan ‘Id, karena Allāh kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena, biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.

As Suyuthi rahimahullah berkata,”’Id merupakan kekhususan umat ini. Keberadaan dua hari ‘Id, merupakan rahmat dari Allāh kepada ummat ini. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  datang ke Madinah, dan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya. Pada masa Jahiliyyah, mereka bermain pada dua hari raya tersebut.