Tuesday, November 5, 2019

Halaqah 07 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 07 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-7 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

7. Waspada dari ghuluw atau berlebihan terhadap para rosul álaihimussalam

Seperti menganggap beliau mengetahui yang goib atau mensifati beliau dengan sifat-sifat ketuhanan dan Allah azawazal telah melarang ahlul kitab dari sikap guluw dengan firmannya:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ

"Wahai ahlul kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam agama kalian dan janganlah kalian berkata atas nama Allah kecuali kebenaran, sesungguhnya Isa bin Maryam adalah Roasulullah dan kalimatnya yang dia lemparkan kepada Maryam dan dia adalah ruh darinya, maka berimanlah kalian kepada Allah dan rosul-Nya dan janganlah kalian katakan Tuhan itu tiga" (Q.S. An Nisa 171)

Dan rosulullah salallahu álaihi wasalam telah melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah mereka, beliau saallahu álaihi wasalam bersabda:

"Janganlah kalian memujiku dengan berlebihan sebagaimana orang nasrani berlebih-lebihan didalam memuji Ibnu Maryam, sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan rosul-nya" (H.R. Al Bukhari sohih)

Dan diantara bentuk ghuluw orang-orang nasrani adalah mengatakan Isa anak Allah, orang yahudi mengatakan Ujair adalah anak Allah. Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

"Telah berkata orang-orang yahudi bahwa Ujair adalah anak Allah dan berkata orang-orang nasrani bahwa Al Masih adalah anak Allah, demikianlah ucapan-ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka, mereka menyamai ucapan yang kafir sebelum mereka, Allah melaknat mereka lalu bagaimana mereka berpaling" (Q.S. At Taubah : 30)

Padahal para rosul álaihimussalam tidak memiliki sedikitpun rububiyah dan uluhiyah, yaitu sifat-sifat ketuhanan. Mereka tidak mengetahui yang goib kecuali setelah diberitahu oleh Allah azawazal. Allah berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا
إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ 

"Dialah Allah yang mengetahui perkara yang goib maka tidaklah dia menampakan perkara yang goib kepada siapapun kecuali orang yang Allah ridoi dari kalangan para rosul" (Q.S. Al Jin : 26-27)

Dan mereka juga tidak bisa memberikan manfaat dan mudorot kecuali dengan kehendak Allah. Allah berfirman:
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Katakanlah aku tidak memiliki untuk diriku sendiri manfaat dan mudhorot kecuali apabila Allah menghendaki dan seandainya aku mengetahui perkara yang goib niscaya aku akan memperbanyak kebaikan dan tentunya aku tidak akan ditimpa kejelekan, tidaklah aku kecuali sebagai pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman" (Q.S. Al A'raf : 188)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Monday, November 4, 2019

Halaqah 06 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 06 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-6 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

6. Meyakini bahwa mereka maksum yaitu terjaga dari dosa besar seperti zina, mencuri, menipu, sihir, membuat berhala dan lain-lain

Dan ini adalah kesepakatan umat, adapun orang yahudi dan nasrani maka mereka menganggap para nabi dan rosul melakukan dosa besar. Seperti keyakinan bahwa nabi Harun dialah yang membaut berhala dan keyakinan bahwa nabi Ibrohim mengorbankan istrinya Sarah kepada Firaáun dan seperti keyakinan bahwa nabi Luth alaihisalam mabuk dan lain-lain.

Adapun dosa kecil, maka menurut sebagian besar ulama terkadang seorang nabi melakukan dosa kecil namun tidak sampai berhubungan dengan wahyu dan dengan cepat sekali mereka bertaubat kepada Allah azawazal

Nabi Adam álaihisalam, beliau dilarang untuk memakan buah tertentu di dalam surga akan tetapi beliau melanggarnya kemudian beliau mengatakan

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Beliau berkata, wahai Rob kami, kami telah mendholimi diri kami sendiri dan seandainya engkau tidak mengampuni dosa kami dan menyayangi kami niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi" (Q.S. Al-A'raf : 23)

Nabi Nuh alaihisalam meminta kepada Allah supaya menyelamatkan anaknya yang kafir maka Allah azawazal menegur beliau dan menasehati beliau kemudian beliau langsung meminta ampun kepada Allah seraya berkata:

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Nuh berkata, wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari meminta kepadamu sesuatu yang aku tidak memiliki ilmu tentangnya, dan seandainya engkau tidak mengampuni aku dan menyayangi aku niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi" (Q.S. Hud : 47)

Nabi Musa álaihisalam pernah memukul orang kipti atau orang mesir yang berakibat terbunuhnya orang tersebut, ini adalah dosa kecil karena pukulan nabi Musa álaihisalam sebenarnya tidak mematikan dan beliau salallahu álaihi wasalam juga tidak bermaksud untuk membunuh. Nabi musa álaihisalam mengiringi kesalahan ini dengan taubat kepada Allah. Allah berfirman:

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Musa berdoa : wahai Rabku, sesungguhnya aku mendholimi ridiku sendiri maka ampunilah aku, maka Allahpun mengampuni beliau, sesungguhnya Allah adalah dzat yang maha pengampun lagi maha penyayang" (Q.S. Al-Qosos : 16)

Nabi Yunus álaihisalam pernah marah meninggalkan kaumnya karena mereka tidak menerima dakwah beliau dan setelah ditelan ikan yang besar beliaupun segera meminta ampun kepada Allah. Allah berfirman:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (yaitu Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah lalu dia menyangka bahwa kami tidak akan menyulitkannya maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali engaku, maha suci engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang dholim" (Q.S. Al-Anbiya : 87)

Nabi Muhammad salallahu álaihi wasalam ketika sedang mendakwahi pembesar Qurais datang kepada beliau Ibnu Ummi Maktum ingin bertanya tentang sesuatu maka beliau bermuka masam dan berpaling, Allah pun menurunkan firmannya:

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

"Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling karena seorang buta telah datang kepadanya dan tahukah engkau wahai Muhammad barangkali dia ingin menyucikan dirinya atau dia ingin mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat kepadanya" (Q.S. Ab Basa 1-4)

Setelah itu, Rasulullah salallahu álaihi wasalam pun memuliakannya sebagaimana dikabarkan oleh Anas bin Malik rodiallahu anhu, diriwayatkan oleh Abu Ya'la di dalam musnadnya

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, November 1, 2019

Halaqah 05 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 05 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-5 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

5. Meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa mereka yaitu para rosul adalah manusia, menimpa mereka apa yang menimpa manusia yang lain, mereka makan, minum, mencari rejeki, menikah, memiliki keturunan, tertimpa sakit, terbunuh, meninggal dan lain-lain.

Allah subhanahu wataála berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ

"Katakanlah sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian diwahyukan kepadaku" (Q.S. Al-Kahfi : 110)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

 قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

"Kataknlah maha suci robku, tidaklah aku kecuali seorang manusia yang diutus" (Q.S. Al-Isro : 93)

Mereka makan, minum, dan mencari rejeki. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ

"Dan tidaklan kami mengutus sebelummu seorang rosul kecuali mereka memakan makanan dan pergi ke pasar" (Q.S. Al Furqon : 20)

Mereka menikah dan memiliki keturunan. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ

"Dan sungguh kami telah mengutus para rosul sebelummu dan kami telah menjadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan" (Q.S. Ar Ra'd : 38)

Mereka ditimpa sakit. Allah subhanahu wataála berfirman tentang nabi Ibrohim:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, maka Allah dialah yang menyembuhkan aku" (Q.S. Asy Syu'ara' : 80)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman tentang nabi Ayub:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Dan ingatlah Ayub ketika dia memanggil Rab-nya, sesungguhnya aku telah ditimpa sakit dan engkau adalah dzat yang maha penyayang" (Q.S. Al-Anbiya : 83)

Dari Abdullah Ibnu Masudin roduallahu anhu, beliau berkata aku memasuki rasulullah salallahu álaihi wasalam sedangkan beliau dalam keadaan demam, maka kau berkata wahai Rasulullah sesungguhnya engkau demam dengan demam yang sangat, beliau mengatakan (salallahu álaihi wasalam) Iya, sesungguhnya aku tertimpa demam sebagaimana dua orang diantara kalian tertimpa demam (H.R. Al Bukhori)

Mereka (yaitu para Rasulullah) meninggal dunia sebagaimana firman Allah azawajal

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

"Sesungguhnya engkau akan meninggal dan merekapun akan meninggal" (Q.S. Az Zumar : 30)

Dan Allah mengatakan:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

"Dan tidaklah kami jadikan bagi seorang manusia sebelummu kekekalan, apakah seandainya engkau meninggal dunia maka mereka akan kekal? " (Q.S. Al Anbiya : 34)

Dan ada diantara mereka yang mati terbunuh. Allah subhanahu wataála berfirman:

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

"Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang yang mengatakan, sesungguhnya Allah fakir dan kami adalah orang-orang yang kaya, sungguh kami akan menulis apa yang mereka ucapkan dan pembunuhan mereka kepada para nabi tanpa haq dan kami akan katakan rasakanlah adzab yang membakar ini" (Q.S. Ali Imron : 181)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Thursday, October 31, 2019

Halaqah 04 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 02 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 04 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 02 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-4 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 02 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

3. Meyakini bahwa para rosul terlepas dari sifat dusta, penyembunyian ilmu dan penghianatan

Allah subhanahu wataála berfirman:

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

"Mereka berkata, celaka kita siapakah yang telah membangkitkan kita dari tempat istirahat kita, inilah yang dijanjikan oleh Ar-rahman dan benarlah para rosul" (Q.S. Yasin : 52)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

"Dan sekiranya dia yaitu Muhammad mengada ngadakan sebagian perkataan atas nama kami pasti kami pegang dia pada tangan kanannya kemudian kami potong pembuluh jantungnya, maka tidak seorang pun dari kalian yang dapat menghalangi kami untuk menghukumnya" (Q.S. Al-Haqoh : 44-47)

4. Keyakinan yang dalam bahwa mereka telah melaksanakan tugas mereka dengan sempurna dan sebaik-baiknya, dan Allah tidak mewafatkan mereka kecuali setelah mereka menyampaikan secara sempurna risalah Allah kepada kaumnya

Allah subhanahu wataála berfirman:

رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

"Rosul-rosul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan memberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rosul-rosul itu diutus, Allah maha perkasa lagi maha bijaksana" (Q.S. An Nisa : 165)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ

"Dan tidaklah kami utus seorang rosul kecuali dengan bahasa kaumnya supaya dia menerangkan kepada mereka" (Q.S. Ibrohim : 4)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, October 30, 2019

Halaqah 03 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 01 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 03 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 01 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-3 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 01 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

1. Keyakinan yang dalam bahwa kenabian dan kerosulan adalah pilihan dari Allah. 

Allah memberikannya kepada siapa yang memang berhak dan yang paling afdol dan sempurna. Allah subhanahu wataála berfirman:

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

"Allah lebih tahu dimana Allah meletakkan risalahnya" (Q.S. Al Anám : 124)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

"Allah memilih rosul-rosul dari kalangan malaikat dan dari kalangan manusia, sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat" (Q.S. Al Hajj : 75)

2. Keyakinan yang dalam bahwa mereka yaitu para rosul Allah adalah makhluq Allah yang paling sempurna baik ilmu, amalan, i'tiqod maupun penciptaan atau fisik mereka

Allah subhanahu wataála berfirman:
menceritakan tentang nabi Nuh álaihi salam

إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

"Sesungguhnya dia yaitu Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur " (Q.S. Al Isro : 3)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

"Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang penyantun, lembut hati, dan suka kembali (yaitu kembali kepada Allah)" (Q.S. Hud : 75)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

"Mereka berkata janganlah engkau wahai Ibrohim takut sesungguhnya kami memberikan kabar gembira kepada dirimu dengan seorang anak yang alim" (Q.S. Al Hijr : 53)

Yang dimaksud dengan anak tersebut adalah nabi Ishaq álaihi salam

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا
وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

"Wahai Yahya, ambilah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan kami berikan himah kepadanya selagi dia masih kanak-kanak, dan kami jadikan rasa kasih sayang kepada sesama dari kami dan bersih dari dosa dan diapun seorang yang bertaqwa dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia bukan orang yang sombong bukan pula orang yang durhaka" (Q.S. Maryam : 12-14)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya engkau wahai Muhammad berada di atas akhlaq yang agung" (Q.S. Al Qolam : 4)

Dan juga ayat-ayat yang lain yang menunjukkan tentang kesempurnaan para nabi dan para rosul Allah di dalam ilmu, amalan, i'tiqod dan juga fisik mereka

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tuesday, October 29, 2019

Halaqah 02 ~ Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 02 ~ Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-2 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul

Dalil-dalil menunjukan adanya perbedaan antara nabi dan rosul. Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ

"Dan tidaklah kami mengutus seorang rosul dan tidak pula seorang nabi sebelum engkau wahai Muhammad melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan setanpun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya tersebut" (Q.S. Al Hajj : 52)

Ayat di atas menunjukan bahwa rosul berbeda dengan nabi. Ada ulama yang mengatakan bahwa rosul diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan nabi diberi wahyu tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan. Namun ini adalah pendapat yang lemah, karena ternyata dalil menunjukan bahwa nabi juga diutus dan diperintah menyampaikan wahyu sebagaimana dalam firman Allah:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ

"Dan tidaklah kami mengutus sebelumu seorang rosul dan tidak pula seorang nabi kecuali apabila dia berikeinginan maka syaiton memasukkan godan-godaannya ke dalam keinginannya tersebut" (Q.S. Al Hajj : 52)

Allah mengatakan "dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang rosul dan tidak pula seorang nabi" ini menunjukkan bahwa nabi juga diutus berarti dia diperintah untuk menyampaikan

Demikain pula di dalam hadits, rosulullah salllahu álaihi wasalam bersabda:

"Ditampakan kepadaku umat-umat maka aku melihat seorang nabi bersama beberapa orang dan aku melihat seorang nabi bersama satu dan dua orang dan seorang nabi dan tidak seorangpun bersama beliau" (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa nabi juga diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah.

Dari sekian banyak pendapat tentang perbedaan antara nabi dan rosul, pendapat yang lebih dekat Insya Allah adalah pendapat yang mengatakan bahwa nabi adalah orang yang Allah berikan wahyu diperintahkan untuk menyampaikan syareat sebelumnya dan diutus kepada kaum yang sudah mengetahui syareat tersebut. Dan inilah pendapat yang dikuatkan oleh syaikhul islam Ibnu Taimiyah dan as syech Muhammad Al Amin Asyinkiti semoga Allah merahmati keduanya.

Diantara dalilnya adalah firman Allah:

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا

"Sesungguhnya kami telah menurunkan taurat di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang para nabi yang menyerahkan diri menghukumi dengan taurat tersebut bagi orang-orang yahudi" (Q.S. Al Maidah : 44)

Di dalam ayat ini, nabi-nabi bani Isroil mereka menyampaikan syareat nabi Musa yang ada di dalam Taurat.

Adapun pengertian rosul secara syareat mereka adalah orang yang Allah beri wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan syareat yang baru dan diutus kepada kaum yang menyelisihi perintah Allah

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Monday, October 28, 2019

Halaqah 01 ~ Pengertian Rasulullāh Dan Dalil-Dalil Atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul

PENGERTIAN RASULULLAH DAN DALIL-DALIL ATAS WAJIBNYA BERIMAN DENGAN PARA RASUL

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang pertama dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Pengertian Rasulullāh Dan Dalil-Dalil Atas Wajibnya Beriman Dengan Para Rasul

Diantara pokok-pokok keimanan yang harus diimani oleh seorang hamba adalah beriman kepada para Rosul Allah. Rosulun adalah bentuk tunggal dari Rusulun. Rosulun artinya utusan, rusulun artinya utusan-utusan. Rusulullah artinya para utusan Allah. Mereka adalah manusia-manusai yang Allah pilih menjadi utusannya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. Allah berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ

"Sungguh kami telah mengutus rosul-rosul kami dengan bukti-bukti yang nyata " (Q.S. Al-Hadid : 25)