Monday, November 11, 2019

Halaqah 11 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 09 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 11 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 09 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-11 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 09 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

11. Wajib beriman kepada para rosul secara terperinci maupun secara global

Iman yang terperinci maksudnya adalah beriman dengan nama-nama, kabar-kabar, kisah-kisah para nabi yang datang di dalam Al-Quran dan Sunnah yang sohihah. Adapun iman secara global maka yang dimaksud adalah beriman bahwa Allah memiliki nabi-nabi dan rosul-rosul selain yang tersebut namanya di dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

"Dan sungguh kami telah mengutus para rosul sebelummu diantara mereka ada yang kami kisahkan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak kami kisahkan kepadamu" (Q.S. Gofir : 78)

Barangsiapa yang mendustakan dan mengingkari kenabian salah seorang dari pada nabi yang telah disepakati kenabiannya maka pada hakekatnya dia telah mengingkari seluruh nabi, yang demikian karena inti ajaran para nabi álaihumussalam adalah sama dan mendustakan sebagian mereka sama dengan mendustakan yang lain. Oleh karena itu, Allah subhanahu wataála berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

"Kaum Nuh telah mendustakan para rosul" (Q.S. Asy-Syuáro : 105)

Mereka dianggap mendustakan para rosul padahal tidak diutus kepada mereka kecuali nabi Nuh yang demikian karena mendustakan seorang nabi sama dengan mendustakan semuanya. Dan Allah berfirman:

كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ

"Kaum Ád mendustakan para rosul" (Q.S. Asy-Syuáro ; 123)

Dan Allah berfirman:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

"Kaum tsamud mendustakan para rosul" (Q.S. Asy-Syuáro : 141)

Dan Allah berfirman:

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

"Kaum Luth telah mendustakan para rosul" (Q.S. Asy-Syu'aro ; 160)

Dan tidak datang kepada kaum nabi Nuh, äd, Tsamud, dan kaum nabi Luth kecuali seorang rosul saja. Namun ketika mereka kafir terhadap rosul tersebut maka pada hakekatnya mereka telah kafir kepada semua rosul.

Orang yahudi yang mengaku beriman dengan nabi Musa álaihisalam, dan oarng-orang nasrani yang mengaku beriman dengan nabi Isa álaihisalam kalau mereka kafir terhadap nabi Muhammad salallahu álaihiwasalam, telah mengetahui kedatangan beliau maka mereka akan masuk kedalam neraka. Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ


"Demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangannya, tidaklah mendengar seorangpun dari umat ini baik yahudi maupun nasrani kemudian dia meninggal dunia dan tidak beriman dengan yang aku bawa kecuali dia masuk ke dalam neraka" (H.R. Muslim)

Adapun apabila kenabian seseorang masih diperselisihkan seperti Khadir, maka ada orang yang mengatakan beliau adalah nabi dan ada yang mengatakan bahwa beliau adalah wali bukan nabi. Dalam keadaan demikian, maka orang yang mengatakan beliau adalah wali dan bukan nabi tidak dikafirkan.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, November 8, 2019

Halaqah 10 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 08 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 10 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 08 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-10 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 08 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

10. Keyakinan yang mendalam bahwasannya Allah telah memberikan keistimewaan bagi para nabi dan rosul

Diantaranya

1) Wahyu

Allah berfirman:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ

"Sesungguhnya kami telah wahyukan kepadamu sebagaimana kami wahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelah dia" (Q.S. An-Nisa : 163)

2) Apabila meninggal dunia, tidak diwarisi dan keluarganya tidak berhak mewarisi hartanya

Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

"Kami tidak diwarisi apa yang kami tinggalkan adalah shadaqoh" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan kami disini adalah seluruh para nabi, oleh karena itu ketika rosulullah salallahu álaihi wasalam meninggal dan datang Fatimah kepada Abu bakar As-sidik untuk mengambil warisannya maka Abu Bakar mengabarkan kepada Fatimah dengan hadits ini.

3) Nabi dikubur di tempat dia meninggal dunia

Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

"Tidaklah Allah mencabut nyawa seorang nabi kecuali ditempat yang dia seneng untuk dikuburkan di tempat tersebut" (H.R. At Tirmizi dan Ibnu Majah) disohihkan oleh shech Al-Albani rohimahullah

4) Tanah tidak akan memakan jasad para nabi

Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

"Sesungguhnya Allah azawazal mengharamkan atas bumi supaya dia tidak memakan jasad-jasad para nabi" (H.R. Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah) disohihkan oleh shech Al-Albani rohimahullah

5) Mereka terjaga dari dosa besar atau maksum
dan telah berlalu pembahasan tentang hal ini pada halaqah yang ke-6

6) Para nabi tidur matanya tetapi tidak tidur hatinya

Anas bin Malik rodiallahuanhu berkata

"Dan nabi salallahu álaihi wasalam tidur kedua matanya dan tidak tidur hatinya, dan demikainlah para nabi tidur mata-mata mereka dan hari-hati mereka tidak tidur" (H.R. Al Bukhari)

7) Para nabi hidup di dalam kuburan mereka dalam keadaan shalat
Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

"Para nabi, mereka dalam keadaan hidup di dalam kuburan-kuburan mereka dalam keadaan mereka melakukan shalat"

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Thursday, November 7, 2019

Halaqah 09 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 07 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 09 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 07 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-9 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 07 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

9. Keyakinan yang kuat bahwa seluruh nabi dan rosul álaihimussalam telah bersepakat dalam berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan mereka dari kesyirikan

Allah subhanahu wataála berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

"Dan sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rosul supaya kalian hanya menembah kepada Allah dan jauhilah togut" (Q.S. An-Nahl : 36)

Yang dimaksud togut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah

Dalam ayat yang lain, Allah mengatakan:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

"Dan tidaklah kami mengutus sebelummu seorang rosulpun kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku maka hendaklah kalian menyembah hanya kepadaku" (Q.S. Al-Anbiya : 25)

Dan Allah subhanahu wataála mengatakan:

وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ

"Dan ingatlah saudara kaum ád ketika dia memberikan peringatan kepada kaumnya yang tinggal di bukit-bukit pasir dan telah berlalu para rosul yang memberikan peringatan sebelum dia dan setelah dia supaya kalian tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah" (Q.S. Al-Ahqof : 21)

Tiga ayat di atas menunjukkan bahwasannya setiap rosul dan setiap nabi inti dakwah mereka satu yaitu tauhid. Allah subhanahu wataála telah menceritakan di dalam Al-Quran beberapa kisah nabi 'alahimussalam dan dakwah mereka di antara kaumnya. Allah subhanahu wataála menceritakan tentang nabi Nuh álaihisalam

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

"Sungguh kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia berkata wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allah kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia" (Q.S. Al-A'raf : 59)

Dan Allah subhanahu wataála menceritakan tentang nabi Hud álaihisalam, Allah mengatakan:

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

"Dan kami telah mengutus kepada kaum ád suadara mereka Hud álaihisalam, dia berkata wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allah tidak ada sesembahan yang berhak disembah oleh kalian kcuali Dia, mengapa kalian tidak bertaqwa" (Q.S. Al-A'raf : 65)

Dan Allah subhanahu wataála mengatakan:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

"Dan kami telah mengutus kepada kaum tsamud saudara mereka Sholeh, dia berkata wahai kaumku hendaklah kalian menyembah kepada Allah, kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia" (Q.S. Al-A'raf :73)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman tentang nabi Syuáib alaihisalam:

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

"Dan kami telah mengutus kepada madyan saudara mereka Syuáib, dia berkata wahai kaumku sembahlah Allah kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak disembah kecuali dia" (Q.S. Al-A'raf : 85)

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwasannya masing-masing dari para nabi dan rosul berdakwah kepada tauhid yang merupakan inti dari ajaran mereka. Adapun hukum-hukum seperti tata cara ibadah atau halal dan haram maka kadang-kadang terjadi perbedaan, Alalh berfirman:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

"Masing-masing telah kami jadikan syareat dan juga cara" (Q.S. Al-Maidah : 48)

Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersabda:

الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

"Para nabi adalah saudara sebapa, ibu-ibu mereka berbeda tetapi agama mereka satu" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadits ini, para nabi diumpamakan seperti saudara-saudara dari satu bapak berlainan ibu maksudnya sama-sama berdakwah kepada tauhid meskipun dengan cara ibadah yang berbeda.

Berkata Al-Imam An-Nawawi rohimahullah

"Maka yang dimaksud dengannya adalah pokok-pokok dari tauhid dan pokok ketaatan kepada Allah taála meskipun berbeda caranya"

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, November 6, 2019

Halaqah 08 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 06 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 08 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 06 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-8 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 06 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

8. Keyakinan bahwa Allah telah melebihkan sebagian nabi dan rosul di atas sebagian yang lain tanpa merendahkan dan melecehkan harga diri dan kedudukan yang lain

Allah subhanahu wataála berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

"Itu adalah para rosul kami telah muliakan sebagian mereka di atas sebagian yang lain" (Q.S. Al-Baqoroh : 253)

Dan Allah berfirman:

 وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ

"Dan sungguh kami telah memuliakan sebgaian nabi di atas sebagian yang lain" (Q.S. Al-Isro : 55)

Adapun ayat yang bernunyi:

لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ

"Kami tidak membedakan diantara seorangpun dari rosul-rosulnya" (Q.S. Al-Baqoroh : 285)

Maka yang dimaksud membeda-bedakan disini adalah beriman dengan sebagian rosul dan mengingkari sebagian yang lain, seperti orang yang beriman dengan nabi Isa álaihisalam dan kufur dengan nabi Muhammad salallahu álaihi wasalam.

Dan sebaik-baik nabi adalah ulul ajmi yang artinya orang-orang yang memiliki kesabaran yang kuat. Allah subhanahu wataála berfirman:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ

"Maka bersabarlah engkau sebagaimana ulul ajmi diantara para rosul telah bersabar" (Q.S. Al-Ahqof : 35)

Menurut sebagian ulama yang dimaksud dengan ulul ajmi adalah lima orang, mereka adalah nabi Nuh, Ibrohim, Musa, Isa dan nabi Muhammad álaihimussalam. Nama-nama mereka telah terkumpul di dalam dua ayat dari surat Al-Ahzab dan surat Ay-Syuro. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

"Dan ketika kami mengambil perjanjian dari pada nabi darimu, Nuh, Ibrohim, Musa dan Isa ibnu Maryam dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kuat" (Q.S. Al-Ahzab :7)

Dan Allah mengatakan:

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ

"Allah telah menyareatkan bagi kalian dari agama apa yang Allah wasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan Isa" (Q.S. Asy-Syuro : 13)

Kelima nabi inilah dan juga nabi Adam yang tersebut di dalam hadits tentang asyafa'aatul uzma yang sudah kita sebutkan di dalam silsilah beriman dengan hari akhir. Dan sebaik-baik ulul azmi adalah dua orang nabi yang keduanya adalah kholilullah (kekasih Allah) beliau berdua adalah nabi Ibrohim álaihisalam dan nabi Muhammad salallahu álaihi wasalam. Dalilnya adalah firman Allah

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

"Dan Allah telah menjadikan Ibrohim sebagai kekasihnya" (Q.S. An-Nisa : 125)

Dan Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersaabda:

"Maka sesungguhnya Allah taála telah menjadikan aku sebagai kekasih sebagaimana Allah telah menjadikan Ibrohim sebagai kekasih" (H.R. Muslim)

Dan sebaik-baik kekasih Allah adalah nabi Mumammad salallahu álaihi wasalam. Rosulullah salallahu álaihi wasalam bersaabda:

"Aku adalah pemuka anak-anak Adam pada hari kiamat" (H.R. Muslim)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tuesday, November 5, 2019

Halaqah 07 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 07 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-7 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 05 Dari 22

Diantara cara beriman dengan para rosul adalah

7. Waspada dari ghuluw atau berlebihan terhadap para rosul álaihimussalam

Seperti menganggap beliau mengetahui yang goib atau mensifati beliau dengan sifat-sifat ketuhanan dan Allah azawazal telah melarang ahlul kitab dari sikap guluw dengan firmannya:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ

"Wahai ahlul kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam agama kalian dan janganlah kalian berkata atas nama Allah kecuali kebenaran, sesungguhnya Isa bin Maryam adalah Roasulullah dan kalimatnya yang dia lemparkan kepada Maryam dan dia adalah ruh darinya, maka berimanlah kalian kepada Allah dan rosul-Nya dan janganlah kalian katakan Tuhan itu tiga" (Q.S. An Nisa 171)

Dan rosulullah salallahu álaihi wasalam telah melarang kita untuk mengikuti langkah-langkah mereka, beliau saallahu álaihi wasalam bersabda:

"Janganlah kalian memujiku dengan berlebihan sebagaimana orang nasrani berlebih-lebihan didalam memuji Ibnu Maryam, sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan rosul-nya" (H.R. Al Bukhari sohih)

Dan diantara bentuk ghuluw orang-orang nasrani adalah mengatakan Isa anak Allah, orang yahudi mengatakan Ujair adalah anak Allah. Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

"Telah berkata orang-orang yahudi bahwa Ujair adalah anak Allah dan berkata orang-orang nasrani bahwa Al Masih adalah anak Allah, demikianlah ucapan-ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka, mereka menyamai ucapan yang kafir sebelum mereka, Allah melaknat mereka lalu bagaimana mereka berpaling" (Q.S. At Taubah : 30)

Padahal para rosul álaihimussalam tidak memiliki sedikitpun rububiyah dan uluhiyah, yaitu sifat-sifat ketuhanan. Mereka tidak mengetahui yang goib kecuali setelah diberitahu oleh Allah azawazal. Allah berfirman:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا
إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ 

"Dialah Allah yang mengetahui perkara yang goib maka tidaklah dia menampakan perkara yang goib kepada siapapun kecuali orang yang Allah ridoi dari kalangan para rosul" (Q.S. Al Jin : 26-27)

Dan mereka juga tidak bisa memberikan manfaat dan mudorot kecuali dengan kehendak Allah. Allah berfirman:
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Katakanlah aku tidak memiliki untuk diriku sendiri manfaat dan mudhorot kecuali apabila Allah menghendaki dan seandainya aku mengetahui perkara yang goib niscaya aku akan memperbanyak kebaikan dan tentunya aku tidak akan ditimpa kejelekan, tidaklah aku kecuali sebagai pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman" (Q.S. Al A'raf : 188)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Monday, November 4, 2019

Halaqah 06 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 06 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-6 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 04 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

6. Meyakini bahwa mereka maksum yaitu terjaga dari dosa besar seperti zina, mencuri, menipu, sihir, membuat berhala dan lain-lain

Dan ini adalah kesepakatan umat, adapun orang yahudi dan nasrani maka mereka menganggap para nabi dan rosul melakukan dosa besar. Seperti keyakinan bahwa nabi Harun dialah yang membaut berhala dan keyakinan bahwa nabi Ibrohim mengorbankan istrinya Sarah kepada Firaáun dan seperti keyakinan bahwa nabi Luth alaihisalam mabuk dan lain-lain.

Adapun dosa kecil, maka menurut sebagian besar ulama terkadang seorang nabi melakukan dosa kecil namun tidak sampai berhubungan dengan wahyu dan dengan cepat sekali mereka bertaubat kepada Allah azawazal

Nabi Adam álaihisalam, beliau dilarang untuk memakan buah tertentu di dalam surga akan tetapi beliau melanggarnya kemudian beliau mengatakan

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Beliau berkata, wahai Rob kami, kami telah mendholimi diri kami sendiri dan seandainya engkau tidak mengampuni dosa kami dan menyayangi kami niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi" (Q.S. Al-A'raf : 23)

Nabi Nuh alaihisalam meminta kepada Allah supaya menyelamatkan anaknya yang kafir maka Allah azawazal menegur beliau dan menasehati beliau kemudian beliau langsung meminta ampun kepada Allah seraya berkata:

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Nuh berkata, wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari meminta kepadamu sesuatu yang aku tidak memiliki ilmu tentangnya, dan seandainya engkau tidak mengampuni aku dan menyayangi aku niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi" (Q.S. Hud : 47)

Nabi Musa álaihisalam pernah memukul orang kipti atau orang mesir yang berakibat terbunuhnya orang tersebut, ini adalah dosa kecil karena pukulan nabi Musa álaihisalam sebenarnya tidak mematikan dan beliau salallahu álaihi wasalam juga tidak bermaksud untuk membunuh. Nabi musa álaihisalam mengiringi kesalahan ini dengan taubat kepada Allah. Allah berfirman:

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Musa berdoa : wahai Rabku, sesungguhnya aku mendholimi ridiku sendiri maka ampunilah aku, maka Allahpun mengampuni beliau, sesungguhnya Allah adalah dzat yang maha pengampun lagi maha penyayang" (Q.S. Al-Qosos : 16)

Nabi Yunus álaihisalam pernah marah meninggalkan kaumnya karena mereka tidak menerima dakwah beliau dan setelah ditelan ikan yang besar beliaupun segera meminta ampun kepada Allah. Allah berfirman:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (yaitu Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah lalu dia menyangka bahwa kami tidak akan menyulitkannya maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali engaku, maha suci engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang dholim" (Q.S. Al-Anbiya : 87)

Nabi Muhammad salallahu álaihi wasalam ketika sedang mendakwahi pembesar Qurais datang kepada beliau Ibnu Ummi Maktum ingin bertanya tentang sesuatu maka beliau bermuka masam dan berpaling, Allah pun menurunkan firmannya:

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

"Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling karena seorang buta telah datang kepadanya dan tahukah engkau wahai Muhammad barangkali dia ingin menyucikan dirinya atau dia ingin mendapatkan pengajaran yang memberi manfaat kepadanya" (Q.S. Ab Basa 1-4)

Setelah itu, Rasulullah salallahu álaihi wasalam pun memuliakannya sebagaimana dikabarkan oleh Anas bin Malik rodiallahu anhu, diriwayatkan oleh Abu Ya'la di dalam musnadnya

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh

Friday, November 1, 2019

Halaqah 05 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22

📘 Silsilah Ilmiyyah Si.8 Beriman Kepada Para Rasul Allāh
🔊  Halaqah 05 ~ Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain

Halaqoh yang ke-5 dari silsilah ilmiah beriman kepada para rosul Allah, Cara Beriman Kepada Para Rasul Bagian 03 Dari 22

Cara beriman kepada para rosul Allah mengandung beberapa perkara:

5. Meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa mereka yaitu para rosul adalah manusia, menimpa mereka apa yang menimpa manusia yang lain, mereka makan, minum, mencari rejeki, menikah, memiliki keturunan, tertimpa sakit, terbunuh, meninggal dan lain-lain.

Allah subhanahu wataála berfirman:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ

"Katakanlah sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian diwahyukan kepadaku" (Q.S. Al-Kahfi : 110)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman:

 قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

"Kataknlah maha suci robku, tidaklah aku kecuali seorang manusia yang diutus" (Q.S. Al-Isro : 93)

Mereka makan, minum, dan mencari rejeki. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ

"Dan tidaklan kami mengutus sebelummu seorang rosul kecuali mereka memakan makanan dan pergi ke pasar" (Q.S. Al Furqon : 20)

Mereka menikah dan memiliki keturunan. Allah subhanahu wataála berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ

"Dan sungguh kami telah mengutus para rosul sebelummu dan kami telah menjadikan bagi mereka istri-istri dan keturunan" (Q.S. Ar Ra'd : 38)

Mereka ditimpa sakit. Allah subhanahu wataála berfirman tentang nabi Ibrohim:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, maka Allah dialah yang menyembuhkan aku" (Q.S. Asy Syu'ara' : 80)

Dan Allah subhanahu wataála berfirman tentang nabi Ayub:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

"Dan ingatlah Ayub ketika dia memanggil Rab-nya, sesungguhnya aku telah ditimpa sakit dan engkau adalah dzat yang maha penyayang" (Q.S. Al-Anbiya : 83)

Dari Abdullah Ibnu Masudin roduallahu anhu, beliau berkata aku memasuki rasulullah salallahu álaihi wasalam sedangkan beliau dalam keadaan demam, maka kau berkata wahai Rasulullah sesungguhnya engkau demam dengan demam yang sangat, beliau mengatakan (salallahu álaihi wasalam) Iya, sesungguhnya aku tertimpa demam sebagaimana dua orang diantara kalian tertimpa demam (H.R. Al Bukhori)

Mereka (yaitu para Rasulullah) meninggal dunia sebagaimana firman Allah azawajal

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

"Sesungguhnya engkau akan meninggal dan merekapun akan meninggal" (Q.S. Az Zumar : 30)

Dan Allah mengatakan:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

"Dan tidaklah kami jadikan bagi seorang manusia sebelummu kekekalan, apakah seandainya engkau meninggal dunia maka mereka akan kekal? " (Q.S. Al Anbiya : 34)

Dan ada diantara mereka yang mati terbunuh. Allah subhanahu wataála berfirman:

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

"Sungguh Allah telah mendengar ucapan orang-orang yang mengatakan, sesungguhnya Allah fakir dan kami adalah orang-orang yang kaya, sungguh kami akan menulis apa yang mereka ucapkan dan pembunuhan mereka kepada para nabi tanpa haq dan kami akan katakan rasakanlah adzab yang membakar ini" (Q.S. Ali Imron : 181)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Wassalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh