Thursday, July 9, 2020

Halaqah 19 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 02 Dari 02

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 19 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 02 Dari 02
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 19 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 02 Dari 02

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam telah ditanya bagaimana datang wahyu kepadamu, beliau Shallallahu 'alaihi wassalam berkata

...

"Kadang-kadang datang kepadaku seperti suara lonceng dan inilah yang paling berat bagiku, kemudian dihentikan dan tiba-tiba aku sudah menyerap apa yang dia ucapkan, dan kadang-kadang malaikat menjelma untukku sebagai seorang laki-laki kemudian dia berbicara kepadaku dan akupun menyerap apa yang dia ucapkan" (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan wahyu datang kepada beliau Shallallahu 'alaihi wassalam dalam keadaan bangun sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh riwayat yang shahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim.

Wahyu turun kepada beliau Shallallahu 'alaihi wassalam selama 23 tahun, 13 tahun ketika beliau berada di Mekah dan 10 tahun di kota Al-Madinah. Wahyu adalah mukjijah di luar kebiasaan manusia, Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam menerima kalamullah dengan perantaraan malaikat Jibril 'alaihi salam. Dengan demikian wahyu ini tidak ada hubungannya dengan Ilham dan perenungan hati

Wednesday, July 8, 2020

Halaqah 18 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 01 Dari 02

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 18 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 01 Dari 02
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 18 ~ Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Bagian 01 Dari 02

Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam mendapatkan kesusahan yang banyak ketika menerima wahyu sebagaimana di dalam shohih muslim. Dahi beliau berkeringat keras di hari yang sangat dingin dan berubah wajah beliau sebagaimana diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim di dalam Shohihnya. Badan beliau menjadi berat ketikat turun wahyu. Berkata Zaid bin Tsabit roduallahuanhu 

...

"Maka diturunkan wahyu kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam sedangkan paha beliau ada di atas pahaku, maka menjadi berat paha beliau sampai aku takut pecah pahaku" (H.R. Al Bukhari)

Dahulu Beliau Shallallahu 'alaihi wassalam sangat memusatkan konsentrasi beliau untuk menghafal apa yang diturunkan kepada beliau berupa ayat-ayat Al-Quran. Beliau menggerakan lidah dan dua bibir beliau maka turunlah firman Allah azawazal

...

"Janganlah engkau menggerakan lisanmu dengannya karena engkau tergesa-gesa sesungguhnya kewajiban kami mengumpulkannya dan membacakannya" (Q.S. Al-Qiyamah : 16-17)

Maksudnya janganlah engkau wahai nabi menggerakan lisanmu untuk membaca Al-Quran ketika turun wahyu karena ingin bersegera untuk menghafalnya dan takut apabila Al-Quran tersebut lepas darimu. Sesungguhnya kewajiban bagi kami mengumpulkan Al-Quran tersebut di dalam dadamu kemudian kewajiban kami menjadikan engkau bisa membaca Al-Quran tersebut dengan lisanmu kapan saja engkau kehendaki.

Dan dahulu kerinduan beliau Shallallahu 'alaihi wassalam dan semangat beliau menjadikan beliau tergesa-gesa sebagaimana dijelaskan di dalam ayat yaitu firman Allah 

...

"Dan janganlah engkau tergesa-gesa dengan membaca Al-Quran sebelum wahyu itu selesai diturunkan kepadamu dan katakanlah wahai Robku tambahkanlah kepadaku Ilmu" (Q.S. Thaha : 114)


Tuesday, July 7, 2020

Halaqah 17 ~ Terputusnya Wahyu

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 17 ~ Terputusnya Wahyu
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 17 ~ Terputusnya Wahyu

Setelah turun wahyu yang pertama, tinggalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam tanpa ada wahyu turun kepada beliau. Kemudian setelah itu turunlah firman Allah azawazal

...

"Wahai orang yang berselimut, bangkitlah kemudian berilah peringatan dan Rabmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah dan berhala tinggalkanlah dan janganlah engkau memberi untuk mendapatkan yang lebih banyak dan untuk Robmu hendaknya engkau bersabar" (Q.S. Al-Mudatshir 1-7)

Sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

Pernah terlambat wahyu turun kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam kemudian berkata orang-orang musyrikin Rob Muhammad telah meninggalkan Muhammad. Maka Allah menurunkan firmannya

...

"Demi waktu duha, dan demi malam apabila sunyi tidaklah Robmu meninggalkan kamu dan tidak membenci" (Q.S. Ad-Duha : 1- )

Adapun riwayat bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam hampir bunuh diri dengan melemparkan dirinya dari atas gunung dan bahwasannya Jibril datang dan mengabarkan bahwa beliau Rosulullah maka riwayat ini tidak shohih dan maknanya bertentangan dengan kemaksuman seorang nabi

Monday, July 6, 2020

Halaqah 16 ~ Faedah-Faedah Dari Hadits Aisyah radhiyallāhu ’anhā

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 16 ~ Faedah-Faedah Dari Hadits Aisyah radhiyallāhu ’anhā
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 16 ~ Faedah-Faedah Dari Hadits Aisyah radhiyallāhu ’anhā

Diantara faedah yang bisa kita ambil dari hadits A'isyah rodiallahu anha

1. Pentingnya seorang muslim memiliki waktu berkholwah dengan Allah azawazal.

Berikata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah di dalam Majmu Al-Fatawa
...

"Haruslah seorang hamba memiliki waktu-waktu yang di situ dia menyendiri dengan dirinya, di dalam doanya, dzikirnya, shalatnya, perenungannya, muhasabah terhadap dirinya dan memperbaiki hatinya"

2. Surat Al-Alaq 1-5 adalah yang pertama turun kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam dan ini adalah pendapat jumhur ulama

3. Sebelum menjadi nabi, beliau Shallallahu 'alaihi wassalam sudah memiliki sifat-sifat yang sangat mulia

4. Akhlaq yang baik adalah sebab seseorang selamat dari berbagai keburukan

5. Keutamaan Khadijah ketika beliau rodiallahuanha berusaha menenangkan nabi Shallallahu 'alaihi wassalam dari ketakutan dengan cara menyebutkan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau yang ini semua adalah sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan beliau Shallallahu 'alaihi wassalam

6. Usaha Khadijah sebagai seorang istri untuk mengetahui hakekat dari kejadian yang menimpa nabi Shallallahu 'alaihi wassalam dengan mendatangi seorang yang berilmu yaitu Waraqah supaya nabi Shallallahu 'alaihi wassalam semakin tenang menghadapi semua ini

7. Kedudukan ilmu Waraqah bin Naifal tentang para nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam

8. Dakwah memiliki tantangan dan rintangan sebagaimana dikabarkan oleh Waraqah bin naufal

9. Khadijah adalah orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam dari kalangan wanita.

Friday, July 3, 2020

Halaqah 15 ~ Kenabian Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 15 ~ Kenabian Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 15 ~ Kenabian Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam

Ketika beliau berumur kurang lebih 40 tahun, Allah subhanahu wata'ala ingin merahmati para hamba dan memberikan kebaikan bagi alam ini. Allah menjadikan Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam saat itu senang bersendiri beribadah di gua hiro yang berjarak sekitar 2 mil dari kota mekah. Beliau membawa bekal secukupnya kemudian tinggal di sana beberapa hari dan disanalah beliau beribadah kepada Allah menerungi alam semesta dan kebesaran Allah azawazal. Dan beliau merasa risih dan tidak tenang dengan apa yang dilakukan kaumnya berupa kesyirikan kepada Allah dan keyakinan-keyakinan yang bathil.

Dicetikatan oleh A'isyah rodiallahu anha bahwa pada suatu saat beliau didatangi malaikat dan berkata "bacalah", beliau mengatakan "aku tidak bisa membaca" kemudian malaikat memeluknya dengan erat sampai nabi shallallahu 'alaihi wasalam kepayahan, kemudian melepasnya dan berkata kembali "bacalah", beliau mengatakan "aku tidak bisa membaca". Terjadi hal ini sampai 3 kali. Kemudian malaikat membaca

...

"Bacalah dengan nama Robmu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Robmu yang paling mulia, yang mengajarkan dengan pena, mengajarkan manusia apa yang dia tidak ketahui" (Q.S. Al-Alaq : 1-5)

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam pulang kepada Khodijah dalam keadaan takut dan berkata "selimuti aku selimuti aku". Maka Khodijah menyelimuti beliau sampai hilang rasa takutnya kemudian beliau pun mengabarkan kepada Khodijah apa yang terjadi dan berkata "Aku takut atas keselamatan diriku". Khodijahpun berusaha untuk menenangkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam dan berkata "tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, engkau adalah orang yang menyambung tali silaturahim, menanggung kesusahan orang, memberi orang yang tidak punya, memberi hidangan kepada tamu dan menolong orang-orang yang membela kebenaran".

Kemudian Khadijah membawa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam kepada Waraqoh bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, anak paman Khodijah, dan baliau orang Nasrani di zaman Jaihiliyah, beliau menulis kitab dengan bahasa Ibrani, orangnya sudah tua dan buta. Kemudian Khodijah berkata "Wahai anak pamanku, dengarkanlah dari anak saudaramu", Waraqaoh berkata "Wahai anak saudaraku, apa yang engkau lihat?". Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam mengabarkan apa yang beliau lihat. Berkata Waraqah "Ini adalah Jibril yang Allah turunkan kepada Musa, seandainya aku masih hidup ketika kaummu akan mengeluarkanmu. Berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam "Apakah mereka akan mengeluarkanku?" Waraqah mengatakan "Iya, tidaklah datang seseorang dengan yang semisal dengan apa yang engkau bawa kecuali dia akan dimusuhi, seandainya hari tersebut menemuiku, niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang kuat". Kemudian bebera waktu setelah itu Waraqah meninggal dunia. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian beliau Shallallahu 'alaihi wassalam menjadi seorang nabi dengan turunnya surat Al-Alaq 1-5 jadilah Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam seorang nabi.

Thursday, July 2, 2020

Halaqah 14 ~ Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 14 ~ Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 14 ~ Kabar Para Nabi Dengan Kedatangan Nabi Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam

Disebutkan di dalam Al-Quran bahwa Isa 'alaihisalam telah memberi kabar gembira dengan kedatangan nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasalam. Allah subhanahu wata'ala befirman
....

"Dan ketika Isa ibnu Maryam berkata wahai bani Isroil sesungguhnya aku adalah rosulullah untuk kalian yang membenarkan At-Taurat yang datang sebelumku dan memberikan kabar gembira dengan kedatangan seorang rosul yang datang setelahku yang bernama Ahmad, maka ketika Muhammad datang dengan ayat-ayat yang jelas mereka berkata ini adalah sihir yang nyata" (Q.S. Shaf : 6)

Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa kabar gembira ini ada di dalam Taurat dan Injil, disebutkan disana kedatangan rasulullah, ciri-cirinya, dan sifat-sifatnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman
...

"Orang-orang yang mengikuti rasul nabi yang ummi yang mereka temukan tertulis namanya di dalam Taurat dan Injil, dia memerintahkan mereka dengan kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran dan menghalalkan untuk mereka perkara-perkara yang baik dan mengharamkan atas mereka perkara-perkara yang jelek dan menghilangkan dari mereka syariat yang berat dan susah yang dahulu diwajibkan atas mereka" (Q.S. Al-A'raf : 157)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
...

"Dan kabar-kabar bahwa ahlul kitab mengetahui sifat Muhammad salallahu 'alaihi wasalam yang ada di dalam kitab-kitab yang dahulu adalah kabar-kabar yang muatawatir dari mereka" Al-Jawabus Shohih Jilid I hal. 340

Demikian pula kabar dari orang-orang yang telah masuk Islam dan belum masuk Islam mereka mengabarkan demikian. Seperti apa yang dialami oleh orang-orang Anshor saat mereka masih musyrik. Dahulu orang-orang yahudi yang merupakan tetangga mereka di kota Madinah sering mengabarkan kepada mereka akan kedatangan nabi terakhir yang mereka tunggu dan mereka mengancam akan memerangi orang-orang musyrikin bersama nabi tersebut.

 Allah subhanahu wata'ala mengabarkan
...

"Dan ketika datang kepada mereka kitab dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada bersama mereka padahal sebelumnya mereka mengabarkan bahwa mereka akan meminta tolong dengan nabi tersebut untuk memerangi orang-orang kafir maka ketika datang kepada mereka apa yang mereka ketahui tiba-tiba mereka kufur maka laknat Allah atas orang-orang yang kafir" (Q.S. Al-Baqoroh : 89)

Dalil-dalil atas kebenaran kenabian Muhammad Shallallahu 'alaihi wassalam tidak hanya dengan kabar-kabar gembira tersebut namun Al-Quran syariat yang sempurna, mukjijat-mukjijat beliau sallallahu 'alaihi wasalam yang telah disaksikan oleh banyak manusia, perjalanan hidup beliau baik ibadah, akhlaq. dakwah, jihad dan lain-lain, ini semua menunjukkan kebenaran kenabian beliau salallahu 'alaihi wasaslam.




Wednesday, July 1, 2020

Halaqah 13 ~ Penjagaan Allāh Kepada Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam Sebelum Kenabian Beliau

📘 Silsilah Ilmiyyah 10.1 Sirah Nabawiyyah
🔊  Halaqah 13 ~ Penjagaan Allāh Kepada Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam Sebelum Kenabian Beliau
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ala rosulillah wa ala alihi washohbihi ajmain

Halaqah 13 ~ Penjagaan Allāh Kepada Muhammad shallallāhu ’alayhi wa sallam Sebelum Kenabian Beliau

Diantar bentuk penjagaan Allah kepada Muhammad salallahu 'alaihi wasalam sebelum diwahyukan, ketika renovasi Ka'bah Muhammad mengangkat batu bersama paman beliau Abbas. Abbas saat itu mengusulkan kepada Muhammad salallahu 'alaihi wasalam supaya mengangkat izar beliau yaitu pakaian bagian bawah dan meletakkannya di atas leher bagian belakang supaya menjaga Muhammad dari bekas batu yang diangkat ketika mereka jauh dari manusia. Tatkala beliau akan melakukannya tiba-tiba beliau pingsan dan ketika bangun belaiu pun meminta suapay dikencangkan izarnya. (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Dan kejadian tersebut terjadi saat beliau berumur 35 tahun. Diriwayatkan oleh Abdu Rozak di dalam Al-Musanaf.

Dan sebagaimana yang diketahui bahwa telanjang pada saat itu bukan suatu yang aneh menurut orang-orang arab jahiliyah. Dahulu mereka biasa Tawaf di sekitar Ka'bah dalam keadaan telanjang kecuali orang-orang quraisy. Dan Tawah dalam keadaan telanjang terus dilakukan oleh mereka sampai dilarang oleh Rosulullah salallahu 'alaihi wasalam pada tahun 9 H lewat perantaraan Abu -Bakar As-Sidik. Abu Bakar mengumumkan

...

"Janganlah ada orang musyrik yang berhaji setelah tahun ini dan jangan ada orang yang Tawaf di sekitar baitullah dalam keadaan telanjang" (H.R. Al-Bukhari)

Kejadian di atas menunjukkan bahwa Nabi Salallahu 'alaihi wasalam terjaga dari apa yang dianggap tercela baik sebelum kenabian maupun setelah kenabian.

Diantara penjagaan Allah kepada beliau salallahu 'alaihi wasalam sebelum kenabian bahwa beliau berpegang teguh dengan warisan nabi Ibrohim dan Ismail di dalam Aqidah, Haji, pernihkahan, dan lain-lain.

Pernah beliau salallahu 'alaihi wasalamTawaf berzama Zaid Ibnu Harstah kemudian Zaid menyentuh berhala dengan tangan kanannya maka Muhammad salallahu 'alaihi wasalam melarang Zaid kemudian Zaid menyentuh lagi dan dilarang kembali oleh Muhammad salallahu 'alaihi wasalam. Ziad bin Harstah bersumpah bahwa Rosulullah salallahu 'alaihi wasalam tidak pernah menyentuh berhala sedikit pun.Diriwayatkan oleh At-Tabrani di dalam kitab Al-Mu'jamil Kabir.

Sebelum menjadi nabi, Muhammad salallahu 'alaihi wasalam pernah dihidangkan kepada beliau daging dan beliau tidak memakannya karena tekut makanan tersebut termasuk yang disembelih untuk berhala. (H.R. Al-Bukhari)

Beliau dahulu Wukuf di Arafah sebagaimana dilakukan oleh nabi Ibrohim 'alaihisalam berbeda dengan orang-orang quraisy yang mereka Wuquf di Muzdalifah menyelisihi ajaran nabi Ibrohim.