Tuesday, February 28, 2017

Bab 03 |Kondisi Di Luar Jazirah Arab Sebelum Islam Dan Peristiwa Tentara Bergajah (Bag. 1 dari 5)

KONDISI DILUAR JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM DAN PERISTIWA TENTARA BERGAJAH BAGIAN 1 DARI 5
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون, فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Alhamdulillāh, kita masih bisa mempelajari sejarah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, sejarah orang yang sangat dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Seseorang yang harus lebih kita cintai daripada orang tua kita, daripada ayah kita, daripada ibu kita, daripada anak-anak kita dan daripada seluruh umat manusia, bahkan tidak sempurna imān seseorang, sampai dia lebih mencintai Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam daripada dirinya sendiri.

Sebagaimana dalam suatu hadīts tatkala 'Ummar bin Khaththab radhiyallāhu Ta'āla 'anhu berkata:

Monday, February 27, 2017

Bab 02 |Kondisi Jazirah Arab Sebelum Islam (Bagian 8 dari 8)

KONDISI JAZIRAH ARAB SEBELUM ISLAM  (BAGIAN 8 DARI 8)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, ونتوب إليه وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ
مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لا نبي بعده.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فإن اصدق الحديث كتاب الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَاتٍ بدعة وكلّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وكلّ ضلالة في النار

Ikhwāni Fīllāh 'Azaniyallāhu wa iyyakum.

Bukan berarti semua kerusakan ada pada bangsa Arab, tapi ada juga sifat-sifat baik yang tersebar dikalangan mereka (orang-orang Arab).

Diantara sifat-sifat mereka yang mulia, yaitu:

√ Ringan tangan untuk membantu.
√ Memuliakan tamu.

Bahkan disebutkan jika salah seorang diantara mereka hanya memiliki 1 ekor unta saja dan unta itu merupakan sumber penghasilan mereka satu-satunya, ketika datang tamu dari jauh dan tidak ada yang bisa dia gunakan untuk memuliakan tamu tersebut, maka dia akan memotong unta tersebut untuk disuguhkan kepada tamunya.

Saturday, February 25, 2017

Materi Tematik | Hukum Musik

*HUKUM MUSIK*


*Pertanyaan:*

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

"Ustadz, maaf saya mau bertanya, apakah musik itu haram atau halal?

Dan apabila halal atau haram seperti apakah musik yang halal atau haram tersebut?

Dan alat musik apa saja yang di halalkan atau diharamkan?"

(Dari Hamba Allah Anggota Grup WA Bimbingan Islam)


*Jawaban:*

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Menurut ulama Syafi’iyah, MUSIK itu HARAM.

Alat musik juga adalah alat yang HARAM pemanfaatannya, termasuk diperjualbelikan adalah HARAM.

Friday, February 24, 2017

Kajian 53 | Shalāt Berjama'ah (Bagian 3)

SHALAT BERJAMA'AH (BAGIAN 3)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد


Para shahābat  BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan halaqoh yang ke-53 dan kita masuk pada fasal tentang Shalāt Berjama'ah Bagian ke-3


قال المصنف:

Berkata penulis rahimahullāh

((ويجوز أن يأتم الحر بالعبد))

"Dan boleh bagi seorang yang merdeka mengikuti (menjadi makmum) dari seorang hamba sahaya (budak)"

Hal ini berdasarkan hadīts tentang 'Āisyah Radhiyallāhu Ta'āla 'anhā yang diriwayatkan oleh Imām Bukhāri 1/140:

Thursday, February 23, 2017

Kajian 52 | Shalāt Berjama'ah (Bagian 2)

SHALAT BERJAMA'AH (BAGIAN 2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد

Para shahābat  BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan halaqoh yang ke 52 dan kita masuk pada fasal tentang Shalāt Berjama'ah Bagian ke-2

قال المصنف:

Berkata penulis rahimahullāh :

((وَعَلَى المَأْمُوْمِ أَنْ يَنُوْيَ الجَمَاعَة دُوْنَ الإِمَام))

"Dan wajib bagi ma'mum untuk berniat shalāt berjama'ah, berbeda dengan imam (Imam tidak wajib)."

Disyaratkan bagi seorang makmum, sebelum shalāt untuk melaksanakan shalāt berjama'ah dan mengikuti imam, untuk meniatkan bahwasanya dia ingin shalāt berjama'ah atau ingin mengikuti imam.

Wednesday, February 22, 2017

Kajian 51 | Shalāt Berjama'ah (Bagian 1)

SHALĀT BERJAMA'AH (BAGIAN 1)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد

Para shahābat BiAS yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan halaqah yang ke-51, dan kita masuk pada fasal tentang "Shalāt Berjama'ah"

قال المصنف :

Berkata penulis rahimahullāh

((وصلاة الجماعة سنة مؤكدة))

"Dan shalāt berjamaah hukumnya adalah sunnah mu'akkadah"

⇛Disini pendapat dari sebagian  Syāfi'iyah tentang shalāt berjama'ah bahwasanya hukumnya adalah sunnah mu'akkadah.

Dan kita lihat bahwasanya para ulamā telah ijma' bahwa shalāt berjama'ah hukumnya adalah disyariatkan dan memiliki keutamaan yang besar.

Tuesday, February 21, 2017

Kajian 50 | Waktu-Waktu Yang Dilarang Untuk Melaksanakan Shalat (Bagian 2)

WAKTU-WAKTU YANG DILARANG UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT (BAG.2)
klik link audio

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله أما بعد

Para Shahābat BiAS yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita lanjutkan halaqah yang ke-50, dan kita masuk pada pembahasan tentang "Waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalāt bagian ke-2"

قال المصنف:

Kemudian penulis melanjutkan tentang waktu-waktu yang terlarang diantara nya :


بعد صلاة الصبح حتى تطلع الشمس

"Setelah shalāt subuh sampai terbit matahari"


وعند طلوعها حتى تتكامل وترتفع قدر رمح

"Dari terbit matahari sampai sempurna terbitnya dan naik setinggi ujung tombak"