Thursday, September 10, 2020

Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

Setelah tersebar islam di kota Madinah, sementara Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam masih tinggal di Mekah menghadapi gangguan orang-orang Quraisy yang semakin hari semakin keras. Maka datanglah utusan orang-orang Anshar di musim haji dan membaiat beliau Shallallahu alaihi wassalam, yang dikenal baiat ini dengan baiat aqobah yang ke-2.

Berkata Jabir Ibnu Abdillah Al Anshori radiallahu anhu :

Kami berkata sampai kapan kita biarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dikejar-kejar dan ditakut-takuti di gunung-gunung Mekah? Maka pergilah 70 orang di antara kami dan mendatangi beliau di musim Haji. Kami pun saling berjanji untuk bertemu dengan beliau di Syiab Al-Aqobah. Berkumpulah kami dari satu orang kemudian dua orang sehingga lengkaplah kami, kami berkata "Wahai Rasulullah kami ingin membaiatmu", beliau berkata "Kalian membaiatku untuk mendengar dan taat dalam keadaan semangat maupun malas, untuk berinfaq dalam keadaan mudah maupun susah, untuk beramar ma'rif nahi munkar dan untuk berbicara di jalan Allah, tidak takut celaan orang yang mencela, dan untuk menolongku kemudian menjagaku sebagaimana kalian menjaga diri-diri kalian, istri-istri kalian dan anak-anak kalian apabila aku mendatangi kalian, dan bagi kalian surga"

Berkata Jabir :

Maka kami menuju beliau Shallallahu alaihi wassalam dan membaiat beliau. As ad bin Juroroh yang paling muda diantara mereka menyalami beliau dan berkata "Sebentar wahai penduduk Yastrib, sesungguhnya tidaklah kita datang dari jauh kecuali kita yakin beliau adalah Rasulullah dan mengeluarkan beliau sekarang berarti memisahkan diri dari orang-orang Arab semuanya dan berarti pula akan terbunuh orang-orang yang terbunuh baik diantara kalian dan kalian akan berhadapan dengan pedang-pedang, maka kalian mau bersabar atas ini semua dan pahala kalian atas Allah atau kalian takut maka jelaskan dari sekarang, maka ini adalah udzur kalian disisi Allah" mereka berkata "Minggirlah ya As Ad, demi Allah kami tidak akan meninggalkan baiat ini dan tidak akan mencabutnya"

Berkata Jabir:

Maka kami menuju beliau dan membaiat beliau maka beliau membaiat kami dan memberikan syarat kemudian menjanjikan surga untuk kami.

Abbas radiallahu anhu melihat wajah-wajah para utusan Anshar tersebut kemudian beliau mengatakan "Aku tidak mengenal kaum ini merke adalah para pemuda"

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya dengan sanda yang hasan. Dan ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang membaiat Nabi Shallallahu alaihi wassalam ada saat itu adalah para pemuda.

Wednesday, September 9, 2020

Halaqah 43 ~ Bai'at Aqabah Petama

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 43 ~ Bai'at Aqabah Petama

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 43 ~ Bai'at Aqabah Petama

Baiat aqobah yang pertama terjadi setahun setelah pertemuan yang pertama dengan utusan orang-orang Khazraz. Datang 10 orang dari Khazraz diantaranya adalah Ubadah bin Asomit, As Ad bin Juroroh, Auf Ibnul Harist, Rafi' bin Malik dan lain-lain dan datang juga 2 orang dari Aus yaitu Abul Haitam dan Uaim bin Saidah. Ini menunjukkan bahwa utusan Kazraz yang masuk Islam mereka menyebarkan Islam diantara kaumnya disamping itu mereka juga menyebarkan Islam diantara orang-orang Aus dan ini adalah awal bersatunya dua kabilah di bawah bendera Islam.

Berkata Ubadah bin Asomit radiallahu anhu:

Aku termasuk yang menhadiri Aqobah yang pertama dan kami 12 orang maka kami membaiat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dengan baiat para wanita sebelum diwajibkan atas kami berperang, kami membaiat beliau untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berjinah, tidak membunuh anak-anak kami dan tidak mengada-ngadakan kedustaan di depan tangan-tangan kami dan kaki-kaki kami dan tidak memaksiati beliau di dalam kebaikan. Kalau kalian menyempurnakan baiat ini maka bagi kalian surga dan bila kalian melakukan sebagian dari maksiat-maksiat tadi maka urusan kalian kepada Allah, kalau Allah menghendaki Allah akan mengampuni dan kalau Allah menghendaki Allah akan mengazab.

Disebutkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirohnya dengan sanad yang sohih

Maksud isi baiat mereka seperti baiat wanita adalah baiat wanita yang disebutkan oleh Allah di dalam surat Al-Mumtahanah ayat ke-12, tidak ada di dalamnya baiat untuk berperang, dan baiat wanita ini terjadi setelah perjanjian hudaibiah yang terjadi pada tahun ke 6 hijriah. Kemudian yang dimaksud tidak mengada-ngadakan kedustaan di depan tangan-tangan kami dan kaki-kaki kami adalah tidak berdusta baik yang berkaitan dengan diri mereka maupun istri-istri mereka.

Setelah selesai baiat aqobah yang pertama dan pualgn orang-orang Anshor ke kota Madinah maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mengutus bersama mereka Mus'ad bin Umair radiallahu anhu untuk mengajarkan kepada mereka Al-Quran, mengajarkan kepada mereka agama Islam. Maka Mus'ad radiallahuanhu melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya dan tersebar Islam di kota Madinah dan masuk Islam dengan sebab beliau Usiad bin Hudzair dan Sa'ad bin Muaz radiallahu anhum. Kemudian beliau kembali ke kota Mekah sebelum terjadinya baiat aqobah yang ke-2.

Tuesday, September 8, 2020

Halaqah 42 ~ Mandakwahi Kaum Anshar

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 42 ~ Mandakwahi Kaum Anshar

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 42 ~ Mandakwahi Kaum Anshar

Ketika nabi mendakwahi para rombongan Haji, beliau bertemu dengan beberapa orang yang datang dari Yastrib (nama lama dari kota Madinah). Mereka menerima dakwah nabi dan membenarkan beliau. Beliau Shallallahu alaihi wassalam membacakan kepada mereka Al-Quran. Pulanglah mereka ke Yastrib dan mengajak keluarganya masuk ke dalam agama Islam sehingga tidak tersisa sebuah rumah diantara rumah-rumah Yastrib kecuali di situ ada orang yang menerima agama Islam.

Diriwayatkan oleh Al Imamu Ahmad dari Jabir Ibnu Abdillah Al-Anshori dengan sanad yang hasan.

Hubungan yang pertama dengan orang-orang Yastrib terjadi di musim Haji dan Umrah sebelum terjadi perang Buast sebuah perang besar antara Aus dan Khazraz yang dimenangkan oleh orang-orang Aus. Terbunuh di dalam peperangan tersebut banyak korban pada kedua belah pihak termasuk diantaranya pembesar-pembesar mereka. Terjadi peperangan ini 5 tahun sebelum hijrahnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. 

Datanglah orang-orang Aus untuk meminta bantuan orang-orang Quraisy di dalam memerangi Khazraz yang jumlah orang Khazraz ini lebih banyak dari pada orang-orang Aus. Datanglah Abul Haistar yang bernama Anas Bin Rafi' bersama rombongan untuk tujuan ini. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam mendengar kedatangan mereka kemudian mendakwahi mereka dan membacakan kepada mereka Al-Quran.

Berkata Iyaz bin Muaz salah seorang bersama rombongan "Wahai kaumku ini demi Allah lebih baik daripada apa yang kalian datang untuknya" Maka Abul Haistar menghardiknya dan terdiamlah iya. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam meninggalkan mereka dan mereka pun pulang ke kota Madinah dan terjadilah perang Buats, meninggal Iyaz bin Muaz pada peperangan tersebut dan kaumnya mendengar Iyaz bertahlil, bertakbir, bertahmid dan bertasbih sampai dia meninggal dunia.

Disebutkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirohnya dengan sanad yang hasan. 

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam juga bertemu dengan orang-orang Khazraz di musim haji di Aqobah Mina, beliau Shallallahu alaihi wassalam berkata "Siapakah kalian" mereka mengatakan "Kami bebera orang dari Khazraz". Beliau mengatakan "Apakah termasuk pendukung orang-orang Yahudi?" Mereka mengatakan "Iya" Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengatakan "Maukah kalian duduk supaya aku berbicara dengan kalian" mereka mengatakan "Iya" Kemudian mereka pun duduk dan Nabi Shallallahu alaihi wassalam mendakwahi mereka kepada agama Islam dan membacakan Al-Quran kepada mereka"

Dikeluarkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirohnya dengan sanad yang hasan.

Akhirnya mereka pun masuk Islam dan mendakwahi kaumnya di kota Madinah.

Mungkin diantara sebab mengapa kaum Aus dan Kazraz mudah menerima Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam adalah sudah lelahnya mereka dengan perang yang berkepanjangan dan mereka membutuhkan aqidah yang bisa menyatukan mereka kembali, selain itu banyak pembesar-pembesar mereka yang meninggal selama peperangan sehingga tidak ada yang menghalangi mereka masuk ke dalam agama Islam karena takut kehilangan kekuasaan. Disamping itu orang-orang Aus dan Kazraz mereka hidup bertetangga dengan orang-orang Yahudi sehingga mereka sudah terbiasa mendengar tentang wahyu, kenabian, surga dan neraka dan lain-lain. Sehingga dengan anugrah dari Allah dengan beberapa sebab inilah dan tetntunya setelah anugrah dan karunia dari Allah mereka mudah di dalam menerima agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Monday, September 7, 2020

Halaqah 41 ~ Mendakwahi Kabilah-Kabilah Yang Datang Berhaji Dan Meminta Bantuan Mereka

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 41 ~ Mendakwahi Kabilah-Kabilah Yang Datang Berhaji Dan Meminta Bantuan Mereka

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 41 ~ Mendakwahi Kabilah-Kabilah Yang Datang Berhaji Dan Meminta Bantuan Mereka

Setelah peristiwa Isra dan Mi'raj, Beliau Shallallahu alaihi wassalam melanjutkan dakwahnya dengan iman dan semangat yang semakin bertambah. Ketika musim haji, beliau mendatangi berbagai kabilah yang datang ke Mekah untuk melakukan ibadah haji.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di Pasar Dizmazas mendatangi manusia di tempat-tempat persinggahan mereka, beliau mendakwahi mereka dan di belakang beliau Abu Lahab yang mengatakan kepada manusia "Wahai manusia, janganlah orang ini menipu kalian di dalam agama kalian dan agama bapak-bapak kalian"

Dan di dalam musnad Ahmad juga disebutkan bahwa diantara yang beliau ucapkan 

ya ayuhannas, kulu lailahailallah tuflihu

"Wahai manusia kataknlah Lailahailallah niscaya kalian akan beruntung"

Manusia saat itu berkumpul di sekitar Beliau Shallallahu alaihi wassalam dan mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun dan beliau shallallahu alaihi wassalam tidak diam bahkan mengulang-ngulang ucapan beliau sementara Abu Lahab berteriak dan mengatakan "Dia telah keluar dari agamanya, dia adalah pendusta, dia ingin supaya kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian dan meninggalkan Al-Latha wal Uzza". Dan diantara yang beliau ucapkan "Apakah ada diantara kalian yang membawaku ke kaumnya, sesungguhnya Quraisy telah melarangku untuk menyampaikan kalam Rab-ku azawazal" Maka datanglah seorang laki-laki dari Hamdan kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bertanya "Siapa dirimu?" dan dia berkata "Dari Hamdan". Beliau Shallallahu alaihi wassalam mengatakan "Apakah kaummu bisa membelaku?" Dia berkata "Iya" Kemudian laki-laki ini berkata "Aku akan mendatangi kaumku dan mengabarkan kepada mereka dan aku akan mendatangimu tahun depan" Nabi berkata "Iya" 

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang sohih.

Friday, September 4, 2020

Halaqah 40 ~ Isra Dan Mi'raj Nabi shallallāhu ’alayhi wa sallam

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 40 ~ Isra Dan Mi'raj Nabi shallallāhu ’alayhi wa sallam

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 40 ~ Isra Dan Mi'raj Nabi shallallāhu ’alayhi wa sallam

Setelah meninggalnya Abu Thalib dan Khadijah dan setelah beliau Shallallahu alaihi wassalam mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan di Thaif maka Allah ingin menguatkan kembali nabi-Nya dan menghibur beliau. Terjadilah kejadian yang besar yaitu kejadian Isra dan Mi'raj.

Isra adalah perjalan beliau Shallallahu alaihi wassalam dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha dalam satu malam dan yang dimaksud dengan Mi'raj adalah diangkatnya beliau Shallallahu alaihi wassalam ke langit yang ke-7. Allah berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang kami telah berkahi sekitarnya untuk kami nampakkan kepadanya diantara tanda-tanda kekuasaan kami, sesungguhnya Dialah yang maha mendangar lagi maha melihat " (Q.S. Al-Isra : 1)

Dan Allah berfirman

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

"Dan sungguh Muhammad telah melihat Jibril pada waktu yang lain ketika di Sidrotil Muntaha, di sisi Sidrotul Muntaha ada Surga Al-Ma'wa" (Q.S. An- Najm 13-15)

Di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa sebelum beliau diangkat ke langit dunia, datang Jibril dan membelah dada nabi Shallallahu alaihi wassalam kemudian mencucinya dengan air jam jam kemudian Jibril membawa bejana dari emas yang penuh dengan hikmah dan iman kemudian menumpahkannya di dada beliau Shallallahu alaihi wassalam kemudian menutupnya kembali. Ada yang mengatakan bahwa tujuan pembelahan dada, pencucian qolbu dan pemebuhan qolbu beliau dengan hikmah dan iman adalah untuk persiapan sebelum melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang besar.

Beliau di-Isra-kan ke Al-Masjidil Aqsha di atas Buroq yaitu hewan yang lebih kecil daripada bagol dan lebih besar dari keledai. Yang dimaksud dengan bagol adalah peranakan antara kuda dan keledai. Kemudian shalat di masjidil Aqsha dan mengimami para nabi di sana sebagai mana diriwayatkan Al-Bukahri dan Muslim

Beliau diangkat ke langit yang ke-7 melewati 6 langit sebelumnya bertemu dengan nabi Adam, Yusuf, Idris, Isa, Yahya, Harun, Musa dan juga Ibrahim dan disana beliau mendengar suara pena malaikat dan diwajibkan atas beliau 50 shalat kemudian diringankan menjadi 5 shalat sebagaimana ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Dan beliau menyifati sidratul muntaha, pohon yang sangat besar bahwa daunnya seperti telinga-telinga gajah sebagaimana di dalam musnad Ahmad dengan sanad yang shahih dan beliau melihat Al-Baitul Makmur di langit yang ke-7 dan malaikat-malaikat yang masuk ke dalamnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim 

Beliau juga nyifati sungai Al-Kautsar di dalam Surga HR Al Bukhari

Dan beliau juga melihat 4 sungai di dalam surga sebagaimana di dalam shahih Al-Bukhari 

Malaikat Jibril mendekat kepada beliau dan dia memiliki 600 sayap, Allah Subhanahu Wataála berfirman

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

"Dan sungguh Muhammad telah melihat Jibril pada kesempatan yang lain" (An-Najm : 13)

Beliau juga melihat ketika Mi'raj, azab orang yang menggibah sebagimana dalam sunan Abi Dawud dengan sadan yang shahih.

Begitu banyaknya tanda-tanda kekuasaan Allah yang beliau lihat namun beliau Shallallahu alaihi wassalam tidak melihat Allah. Ketika baliau ditanya "apakah engkau melihat Rab-mu?" Baliau berkata "cayaha, bagaimana aku bisa melihatnya" (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Ketika Beliau Shallallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada kaumnya tentang kejadian Isra dan Mi'raj, orang-orang beriman membenarkan beliau dan orang-orang musyrikin mendustakan beliau. Beliau berkata "Aku berada di Hijr (bagian dari Ka'bah) dan orang-orang Quraisy bertanya kepadaku tentang Isra ku. Mereka bertanya kepadaku tentang hal-hal yang berkaitan dengan Al-Masjidil Aqsha yang aku belum terlalu menghafalnya maka aku menjadi sangat gelisah dengan kegelisahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemudian Allah menampakkan baitul Maqdis untukku, aku melihatnya. Mereka tidak bertanya kepadaku tentang sesuatu kecuali aku mengabarkan keapda mereka. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Maka orang-orang Quraisy terheran-heran dengan jawaban nabi Shallallahu alaihi wassalam dan kebenaran apa yang beliau kabarkan. Datang orang-orang musyrikin kepada Abu Bakar dan mengabarkan tentang Isra dan Mi'raj ini, beliau berkata "Apabila dia mengabarkan maka sungguh dia telah benar" Mereka berkata "Apakah engkau membenarkan dia pergi ke baitul Maqdis semalam dan datang sebelum subuh?" Abu Bakar berkata "Iya, sungguh aku membenarkan dia di dalam apa yang lebih jauh daripada itu, aku benarkan beliau di dalam kabar langit di waktu pagi dan petang" Dikeluarkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrok dan beliau menshahihkannya.

Isra dan Mi'raj bukan mimpi karena seandainya mimpi maka tidak dinamakan tanda-tanda kekuasaan Allah, Allah mengatakan

لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا

Supaya kami memperlihatkan kepadanya diantara ayat-ayat kami (Q.S. Al-Isra :1)

Isra dan Mi'raj adalah dengan ruh dan jasad nabi Shallallahu alaihi wassalam karena Allah mengatakan biabdihi "dengan hambanya" dan hamba dinamakan hamba dengan ruh dan jasadnya bukan hanya dengan ruh nya saja. Dan Jumhur ulama mengatakan bahwa Isra dan Mi'raj terjadi sekali dan bahwasannya keduanya terjadi dalam satu malam.

Thursday, September 3, 2020

Halaqah 39 ~ Perjalanan Dan Dakwah Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Ke Thaif

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 39 ~ Perjalanan Dan Dakwah Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Ke Thaif

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 39 ~ Perjalanan Dan Dakwah Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Ke Thaif

Setelah meninggalnya Abu Thalib, orang-orang Quraisy semakin berani mengganggu dakwah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Maka Beliau Shallallahu alaihi wassalam ingin membuka tempat yang baru untuk berdakwah. Beliau pergi ke Thaif pada bulan Syawal tahun ke 10 kenabian dan meminta bantuan dan pertolongan dari orang-orang Tsakif, tetapi mereka tidak mau menerima ajakan beliau bahkan mereka menyuruh anak-anak mereka untuk melempari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dengan batu.

Di dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa diantara hari yang paling berat bagi Beliau Shallallahu alaihi wassalam di dalam dakwah adalah ketika dakwah di Thaif ini. Setelah ditolak oleh orang-orang Tsakif dan ketika perjalanan pulang dalam keadaan sedih tiba-tiba ketika beliau melihat ke atas ada awan yang manaungi beliau dan beliau melihat Jibril alaihi salam. 

Kemudian Jibril memanggil dan mengatakan "Sesungguhnya Allah azawazal telah mendengar ucapan kaummu untukmu dan jawaban mereka kepadamu dan Allah telah mengutus kepadamu seorang malaikat gunung supaya engkau memerintahkan dia sesuai dengan keinginanmu" 

Maka malaikat gunung tersebut memanggil dan mengucapkan salam seraya berkata "Wahai Muhammad sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu kepadamu dan aku adalah malaikat gunung dan Rabmu telah mengutusku supaya engkau memerintahkan aku maka apakah yang engkau inginkan? kalau engkau ingin maka aku akan menutupkan kepada mereka dua akhsab ini (yaitu nama dua gunung di Mekah)" 

Maka Beliau Shallallahu alaihi wassalam menjawab "Aku berharap Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun"

Ini semua menunjukkan bagaimana perjuangan baliau Shallallahu alaihi wassalam di dalam berdakwah dan kerasnya tantangan dan peihnya ujian serta menunjukkan kasih sayang beliau Shallallahu alaihi wassalam kepada manusia

Wednesday, September 2, 2020

Halaqah 38 ~ Meninggalnya Abi Thālib Dan Khadijah

 📘 Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

🔊  Halaqah 38 ~ Meninggalnya Abi Thālib Dan Khadijah

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 38 ~ Meninggalnya Abi Thālib Dan Khadijah

Setelah banu Hasyim terlepas dari pemboykotan Quraisy, maka pada tahun ke-10 dari kenabian, paman beliau Abu Thalib yang bernama Abdul Manaf meninggal dunia setelah sebelumnya membela nabi Shallallahu alaihi wassalam, marah karena beliau dan menolong beliau Shallallahu alaihi wassalam. Bersamaan dengan itu, orang-orang Quraisy sangat menghormati beliau. 

Di dalam shohih Al-Bukhari disebutkan bahwa ketika Abu Thalib akan wafat, datanglah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjenguk beliau dan disamping Abu Thalib ada Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayah (dua tokoh musyrikin). Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berkata "Wahai pamanku katakanlah Lailaha Ilallah sebuah kalimat yang aku akan membelamu di sisi Allah" Berkata Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayah "Apakah engkau membenci agama Abdul Muthalib?" Maka Nabi pun Shallallahu alaihi wassalam menbgulangi lagi ucapan beliau dan dua orang musyrikin juga mengulangi ucapannya, sehingga ucapan terakhir Abu Thalib bahwa dia tetap berada di atas agama Abdul Muthalib dan dia tidak mengucapkan Lailaha Ilallah. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam berkata "Aku akan memohonkan ampun untukmu selama aku tidak dilarang" maka turunlah firman Allah azawazal

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ

"Tidak boleh bagi seorang nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampun bagi orang-orang Musyrikin" (Q.S. At Taubah "113)

Dan Allah menurunkan ayat tentang Abu Thalib 

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya engkau tidak memberikan hidayah kepada orang yang engkau cintai akan tetapi Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki dan Dia lebih tahu siapa orang yang mendapatkan petunjuk" (Q.S. Al-Qoshos : 56)

Diantara sebab Abu Thalib menolak islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam adalah fanatik terhadap agama pendahulu, takut dicela kaumnya, dan keyakinan-keyakinan jahiliyah yang sudah membekas di dialam dirinya dan susah untuk dirubah. Dmeikian pula kerena pengaruh teman-teman yang jelek.

Setelah meninggalnya Abu Thalib tentunya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kehilangan orang yang selama ini banyak membantu beliau dan melindungi beliau, di tahun yang sama yaitu 3 tahun sebelum beliau hijrah meninggalah istri beliau yang tercinta Khadijah bintu Khualid sebagaimana di dalam shahih Al-Bukhari. Istri yang sudah sangat banyak berjasa kepada beliau, membantu beliau dengan fisiknya maupun dengan hartanya.