Friday, September 18, 2020

Halaqah 50 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 05 Dari 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 50 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 05 Dari 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 50 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 05 Dari 05

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar radiallahu anhu sangat berhati-hati ketika berbicara dengan manusia selama perjalanan hijrah. Abu Bakar radiallahu anhu setiap kali ditanya tentang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam beliau mengatakan "laki-laki ini menunjukkan aku jalan" (H.R. Al-Bukhari)

Orang yang mendengar menyangka bahwa maksud beliau adalah orang yang mahir dan mengetahui jalan-jalan, padahal maksud beliau radiallahu anhu adalah yang menunjukkan jalan kebaikan. 

Dan telah Sohih bahwa beliau dan Abu Bakar mengambil jalan yang dekat dengan pantai bukan jalan yang biasa dilewati oleh manusia sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari.

Dan diantara kisah yang terjadi ketika hijrah adalah kisah hinggahnya Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar di kemah Abu Ma'bad. Berkata Abu Ma'bad "Demi Allah kami tidak punya kambing, kambing-kambing kami dalam keadaan bunting tidak memiliki susu" Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berkata "Bagaimana dengan kambing yang itu?" Maka didatangkan kepada beliau dan beliau mendoakan dengan barokah dan diperaslah susunya kemudian mereka pun meminumnya. Berkata Abu Ma'bad "Apakah engkau adalah yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy bahwa engkau keluar dari agama mereka?" Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab "Sesungguhnya mereka telah mengatakan" Berkata Abu Ma'bad "Aku bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah benar dan aku akan mengikutimu" Nabi berkata "Jangan, sampai engkau mendengar bahwa kami telah menang" Maka Abu Ma'bad pun mengikuti nabi Shallallahu alaihi wassalam setelah itu. (H.R. Al Bazzar dengan sanad yang hasan)

Diantara faedah yang bisa kita ambil dari hijrah ini 

1. Disyareatkannya hijrah dari negeri syirik menuju negeri tauhid untuk menyelamatkan agama dan akidah seseorang

2. Mengambil sebab keselamatan tidak bertentangan dengan beriman dengan takdir dan tawakal kepada Allah azawazal

Thursday, September 17, 2020

Halaqah 49 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 04 Dari 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 49 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 04 Dari 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 49 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 04 Dari 05

Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar As Sidik radiallahu anhu meninggalkan gua di malam hari, berjalan ke kota Madinah dalam keadaan dicari oleh orang-orang musyrikin yang mereka ingin mendapatkan hadiah 100 unta bagi yang membunuh beliau Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar atau menawan keduanya.

Suroqoh bin Malik menceritakan bahwa ketika dia duduk bersama kaumnya, tiba-tiba ada seseorang yang datang mengabarkan bahwa dia melihat 3 orang baru saja lewat, dia menyangka mereka ini adalah Muhammad dan sahabatnya. Suroqoh segera mengisyaratkan kepada orang tersebut untuk diam kemudian surohoh mempersiapkan diri dan mengambil kuda serta senjatanya dan segera menyusul Muhammad dan Abu Bakar As Sidik untuk mendapatkan hadiah 100 ekor unta. Setelah beberapa kali terjatuh dari kudanya, dia tetap melanjutkan perjalanan untuk mengejar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar. Dan ketika melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar, tiba-tiba kedua kaki depan kuda tersebut tenggelam ke bumi dan terjatuhlah Suroqoh dari kudanya kemudian dia menyadari bahwa dia tidak akan bisa mengganggu Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Dia pun memanggil dan mengatakan "Saya Suroqoh bin Ju'sum, tunggulah aku, aku ingin berbicara, demi Allah kalian tidak perlu ragu dan aku tidak akan melakukan apa yang kalian benci" Setelah disuruh oleh nabi Shallallahu alaihi wassalam maka Abu Bakar berkata kepada Suroqoh "Apa yang engkau inginkan" Suroqoh berkata "Tulislah sebuah tulisan sebagai tanda antara diriku dan dirimu" Setelah ditulis oleh Abu Bakar maka Suroqoh menyimpannya di tempat anak panahnya kemudian kembali dan tidak membeberkan kejadian ini kepada siapapun.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirohnya dengan sanad yang shohih

Disebutkan di dalam shohih Al-Bukhari bahwa ketika Suroqoh mendekat, Nabi Shallallahu alaihi wassalam tidak menoleh sedikit pun yang banyak menoleh adalah Abu Bakar As Sidik khawatir dengan keselamatan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Dan dalam Shohih Bukhari juga disebutkan bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam mendoakan kejelekan untuk kuda tersebut.

Wednesday, September 16, 2020

Halaqah 48 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 03 Dari 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 48 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 03 Dari 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 48 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 03 Dari 05

Di dalam Musnad Ahmad rohimahullah dengan sanad yang hasan disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pergi dari rumahnya menuju gua. Ketika rumah beliau dikepung oleh orang-orang musyrikin yang ingin membunuh beliau Shallallahu alaihi wassalam. Maka Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu memakai pakaian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan tidur di tempat tidur beliau. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melewati kepungan orang-orang musyrikin tanpa dilihat oleh orang-orang musyrikin tersebut, setelah berpesan kepada Ali supaya mengabarkan kepada Abu Bakar agar menyusulnya.

Ketika datang Abu Bakar, Ali mengabarkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pergi ke arah sumur maimun. Kaum musyrikin melempari Ali yang berselimut dan menyangka beliau adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Di dalam mustadrok Al Hakim, disebutkan bahwa Abu Bakar As Sidik membawa 5000 atau 6000 dirham untuk keperluan hijrah nabi Shallallahu alaihi wassalam dan baliau.

Orang-orang musyrikin berusaha mencari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar sampai ke gunung Tsaur dan berada di mulut gua. Berkata Abu Bakar "Ya Rasulullah, seandainya salah seorang dari mereka melihat tempat kedua kakinya berpijak niscaya dia akan melihat kita" Maka Nabi Shallallahu alaihi wassalam berkata dengan tawakal dan keyakinan yang kuat "Wahai Abu Bakar, apa pendapatmu dengan dua orang yang ketiga adalah Allah" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Allah subhanahu wata'ala berfirman

 ุซَุงู†ِูŠَ ุงุซْู†َูŠْู†ِ ุฅِุฐْ ู‡ُู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุบَุงุฑِ ุฅِุฐْ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ู„ِุตَุงุญِุจِู‡ِ ู„َุง ุชَุญْุฒَู†ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู…َุนَู†َุง

"Salah satu diantara dua orang ketika keduanya di dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya Janganlah engkau bersedih sesungguhnya Allah bersama kita" (Q.S. At Taubah : 40)

Orang-orang musyrikin telah mengumumkan adanya hadiah bagi orang yang membunuh keduanya atau menawannya sebagaimana di dalam soheh Al Bukhari dan setelah 3 hari sebagaimana telah dijanjikan sebelumnya datangalah Abdullah bin Quraiqith seorang penunjuk jalan yang mahir yang telah disewa di dalam hijrah ini dengan membawa dua unta yang telah diserahkan sebelumnya oleh Abu Bakar kepada Abdullah. Abdullah bin Uraqith adalah seorang musyrik dari bani Ad Dail. Kemudian keduanya naik unta dan berjalan Abdullah bin Uraiqith di depan keduanya.

Tuesday, September 15, 2020

Halaqah 47 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 02 Dari 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 47 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 02 Dari 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 47 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 02 Dari 05

Setelah baiat aqobah yang kedua, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam tinggal di Mekah sampai bulan Shafar. Kaum muslimin telah ke Madinah dan tidak tersisa di kota Mekah kecuali sedikit diantaranya adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Abu Bakar radiallahuanhu telah menyiapkan untuknya dan untuk Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam unta yang digunakan untuk berhijrah. Beliau radiallahuanhu menunggu sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam diizinkan oleh Allah untuk berhijrah. 

Orang-orang musyrikin Quraisy berusaha untuk membunuh beliau Shallallahu alaihi wassalam, Allah berfirman:

ูˆَุฅِุฐْ ูŠَู…ْูƒُุฑُ ุจِูƒَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง ู„ِูŠُุซْุจِุชُูˆูƒَ ุฃَูˆْ ูŠَู‚ْุชُู„ُูˆูƒَ ุฃَูˆْ ูŠُุฎْุฑِุฌُูˆูƒَ ۚ ูˆَูŠَู…ْูƒُุฑُูˆู†َ ูˆَูŠَู…ْูƒُุฑُ ุงู„ู„َّู‡ُ ۖ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْู…َุงูƒِุฑِูŠู†َ

"Dan ketika orang-orang kafir ingin membuat makar kepadamu supaya mereka menahanmu di Mekah atau membunuhmu atau mengusirmu, mereka membuat makar dan Allah membalas makar mereka dan Allah adalah sebaik-baik yang membalas makar." (Q.S. Al-Anfal : 30)

Allah subhanahu wataรกla telah mengijinkan beliau Shallallahu alaihi wassalam untuk hijrah ke kota Madinah. Biasanya beliau Shallallahu alaihi wassalam setiap hari mendatangi rumah Abu Bakar As Sidik pagi dan sore namun ketika beliau diijinkan hijrah beliau datang di waktu dhuhur dengan menutupi wajah beliau Shallallahu alaihi wassalam dengan kain. Kemudian beliau Shallallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa beliau telah diijinkan untuk hijrah dan beliau memilih waktu siang karena rata-rata manusia berada di dalam rumahnya karena panas, dan beliau menutup wajah beliau karena keadaan sekitar yang membahayakan beliau Shallallahu alaihi wassalam yaitu orang-orang Quraisy sudah berazam untuk membunuh beliau Shallallahu alaihi wassalam. Abu Bakar As Sidik berbahagia karena akan menemani Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di dalam hijrah ini.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar akhirnya bertemu di sebuah gua di gunung Tsaur dan bersembunyi di sana 3 malam dan bermalam bersama keduanya Abdullah bin Abu Bakar dan saat itu beliau adalah seorang pemuda dan meninggalkan keduanya sebelum subuh. Ketika datang waktu pagi beliau sudah bersama orang-orang Quraisy di Mekah dan tidaklah beliau mendengar sebuah pembicaraan tentang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar kecuali dia memahaminya kemudian mengabarkannya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar di malam hari.

Amir ibnu Fuhairah, budak Abu Bakar As Sidik, menggembala kambing menghilangkan jejak Abdullah bin Abi Bakar sementara Asma bintu Abu Bakrin membawakan makanan untuk keduanya.

Monday, September 14, 2020

Halaqah 46 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 01 Dari 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 46 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 01 Dari 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 46 ~ Hijrah Ke Madinah Bagian 01 Dari 05

Dalil-dalil menunjukkan bahwa dipilihnya madinah sebagai tempat hijrah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam adalah dengan wahyu dari Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

....

"Aku melihat di dalam mimpi bahwa aku berhijrah dari Mekah ke sebuah daerah yang memiliki banyak pohon kurma maka aku menyangka bahwa tempat itu adalah Al Yamamah atau Hajar ternyata dia adalah Al Madinah yaitu Yatsrib" (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

Dan beliau Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

inni uritu daro hijrotikum dzata nakhlin baina labaitaini

"Aku diperlihatkan di dalam mimpi negeri hijrah kalian diantara dua labah" (H.R. Al Bukhari)

Labah adalah daerah yang berbatu hitam, negeri diantara dua labah adalah Al Madinah.

Abu Salamah bin Abul Asad adalah orang yang pertama kali hijrah dari Mekah ke kota Al Madinah setelah dia pulang dari Habasyah. Berkata Ummu Salamah "Sesungguhnya Abu Salamah adalah orang yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam" (H.R. Muslim sohih)

Mus'ad bin Umair dan Ibnu Umi Maktum adalah termasuk orang-orang yang pertama berhijrah. Keduanya mengajari manusia Al-Quran. Kemudian berdatangan setelah mereka kaum Muhajirin seperti Bilal bin Rabah, Saad bin Abi Waqosh, Ammar bin Yasir, Umar Ibnu Khatab bersama 20 orang Shabat (H.R. Al Bukhari)

Orang-orang Quraisy berusaha dengan segala cara untuk mencegah dan menghalangi hijrah mereka ke kota Madinah dan membuat kegaduhan di depan orang-orang Muhajirin. Terkadang dengan melarang membawa harta mereka, terkadang dengan melarang membawa istri dan anak-anak mereka seperti kisah Abu Salamah dan terkadang dengan usaha mengambalikan mereka ke Mekah seperti yang terjadi pada Ayash bin Abi Robi'ah. Namun semua itu tidak menghentikan gerakan hijrah ini karena orang-orang muhajirin sudah sangat siap untuk meninggalkan harta, keluarga dan dunia mereka demi menyelamatkan aqidah dan agama mereka. Dan kaum muhajirin banyak yang singgah ke Quba sebelum datangnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.

Friday, September 11, 2020

Halaqah 45 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 02 Dari 02

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 45 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 02 Dari 02

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 45 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 02 Dari 02

Demikianlah orang-orang Anshor membaiat Nabi Shallallahu alaihi wassalam untuk taat menolong dan untuk perang sehingga Ubadah bin Ashomit menamakan baiat ini sebagai baiat perang. 

Berkata Kaab bin Malik Al Anshori salah satu peserta baiat menceritakan secara terperinci peristiwa baiat. Beliau mengatakan:

Kami keluar bersama rombongan haji kaum kami yang masih musyrikin sementara kami sudah shalat dan sudah paham. Kemudian kami keluar untuk haji dan kami janjian dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam untuk bertemu di Al-Aqobah ketika hari-hari tasyriq dan kami menyembunyikan urusan kami ini dari orang-orang musyrikin. Maka kami tidur pada malam tersebut bersama kaum kami di kemah-kemah mereka kemudian ketika berlalu sepertiga malam kami keluar dari kemah-kemah kami untuk memenuhi janji Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Kami menyelinap seperti menyelinapnya qoton yaitu nama jenis burung, sehingga kami berkumpul di Syiab di Al Aqobah dan jumlah kami 73 laki-laki dan bersama kami 2 wanita diantara istri-istri kami Nusaibah bintu Ka'ab dan Asma bintu Amr. Maka kami berkumpul di Syiab menunggu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sehingga datanglah beliau bersama Abbas bin Abdul Muthalib dan saat itu Abbas di atas agama kaumnya tapi dia ingin menghadiri urusan keponakannya dan meyakinkan keamanan beliau. 

Ketika Nabi duduk maka yang pertama kali berbicara adalah Abbas bin Abdul Muthalib. Beliau menjelaskan bahwa sekarang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam di bawah perlindungan kaumnya bani Hasyim akan tetapi beliau ingin hijrah ke Madinah oleh karena itu Abbas ingin meyakinkan penjagaan orang-orang Anshar terhadap berliau. Kalau memang mereka tidak mampu untuk menjaga beliau maka silakan mereka meninggalkan beliau dari sekarang. Maka orang-orang Anshar pun meminta supaya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berbicara sendiri dan mengambil syarat-syarat untuk diri beliau dan Allah azawazal. 

Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam berbicara dan membacakan Al-Quran, beliau mendakwahi kepada Islam dan menyemangati mereka kemudian berkata "Aku baiat kalian untuk menjagaku sebagaimana kalian menjaga istri dan anak kalian". Maka Al-Bara bin Ma'rur mengambil tangan Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan berkata "Iya dan demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran sungguh kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi pakaian kami bagian bawah, maka baiatlah kami ya Rasulullah, demi Allah kami adalah ahli perang, kami warisi hal ini dari generasi ke generasi" 

Maka Abul Haisam bin Aptihan bertanya "Ya Rasulullah sesungguhnya antara kami dan orang-orang Yahudi memiliki hubungan dan kami akan memutusnya, apakah jika kami memutusnya kemudian Allah menampakkanmu, engkau akan kembali kepada kaummu dan meninggalkan kami?" Tersenyumlah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan berkata "Darah dengan darah, kehancuran dengan kehancuran, aku dari kalian dan kalian dariku, aku memerangi orang yang kalian perangi dan berdamai dengan orang yang kalian berdamai dengannya" 

Kemudian beliau berkata "Keluarkanlah 12 orang wakil supaya menjadi wakil bagi kaumnya" Merekapun mengeluarkan 12 orang, 9 orang dari Khazraz dan 3 orang dari Aus. Kemudian Nabi meminta mereka untuk kembali ke tempat masing-masing dan merekapun mendengar syaitan berteriak mengingatkan orang-orang Quraisy.

Berkata Al-Abbas bin Ubadah "Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, kalau engkau ingin maka kami akan memerangi orang-orang yang ada di Mina besok dengan pedang-pedang kami" Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda "Aku belum diperintahkan untuk berperang, tapi kembalilah kalian ke tempat-tempat kalian"

Maka kembalila mereka ke tempat mereka dan di pagi hari datang beberapa pembesar Quraisy bertanya kepada mereka tentang kabar baiat kepada nabi dan ajakan mereka kepada nabi untuk hijrah. Maka orang-orang musyrikin Khazraz dan Aus bersumpah bahwa mereka tidak melakukannya dan kaum muslimin saat itu saling melihat satu dengan yang lain.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirohnya dengan sanad yang hasan

Demikianlah selesai baiat dengan baik dan kembalilah orang-orang Anshar ke kota Madinah menunggu hijrahnya Nabi Shallallahu alaihi wassalam.

Thursday, September 10, 2020

Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.2 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 44 ~ Bai'at Aqabah Kedua Bagian 01 Dari 02

Setelah tersebar islam di kota Madinah, sementara Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam masih tinggal di Mekah menghadapi gangguan orang-orang Quraisy yang semakin hari semakin keras. Maka datanglah utusan orang-orang Anshar di musim haji dan membaiat beliau Shallallahu alaihi wassalam, yang dikenal baiat ini dengan baiat aqobah yang ke-2.

Berkata Jabir Ibnu Abdillah Al Anshori radiallahu anhu :

Kami berkata sampai kapan kita biarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dikejar-kejar dan ditakut-takuti di gunung-gunung Mekah? Maka pergilah 70 orang di antara kami dan mendatangi beliau di musim Haji. Kami pun saling berjanji untuk bertemu dengan beliau di Syiab Al-Aqobah. Berkumpulah kami dari satu orang kemudian dua orang sehingga lengkaplah kami, kami berkata "Wahai Rasulullah kami ingin membaiatmu", beliau berkata "Kalian membaiatku untuk mendengar dan taat dalam keadaan semangat maupun malas, untuk berinfaq dalam keadaan mudah maupun susah, untuk beramar ma'rif nahi munkar dan untuk berbicara di jalan Allah, tidak takut celaan orang yang mencela, dan untuk menolongku kemudian menjagaku sebagaimana kalian menjaga diri-diri kalian, istri-istri kalian dan anak-anak kalian apabila aku mendatangi kalian, dan bagi kalian surga"

Berkata Jabir :

Maka kami menuju beliau Shallallahu alaihi wassalam dan membaiat beliau. As ad bin Juroroh yang paling muda diantara mereka menyalami beliau dan berkata "Sebentar wahai penduduk Yastrib, sesungguhnya tidaklah kita datang dari jauh kecuali kita yakin beliau adalah Rasulullah dan mengeluarkan beliau sekarang berarti memisahkan diri dari orang-orang Arab semuanya dan berarti pula akan terbunuh orang-orang yang terbunuh baik diantara kalian dan kalian akan berhadapan dengan pedang-pedang, maka kalian mau bersabar atas ini semua dan pahala kalian atas Allah atau kalian takut maka jelaskan dari sekarang, maka ini adalah udzur kalian disisi Allah" mereka berkata "Minggirlah ya As Ad, demi Allah kami tidak akan meninggalkan baiat ini dan tidak akan mencabutnya"

Berkata Jabir:

Maka kami menuju beliau dan membaiat beliau maka beliau membaiat kami dan memberikan syarat kemudian menjanjikan surga untuk kami.

Abbas radiallahu anhu melihat wajah-wajah para utusan Anshar tersebut kemudian beliau mengatakan "Aku tidak mengenal kaum ini merke adalah para pemuda"

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya dengan sanda yang hasan. Dan ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang yang membaiat Nabi Shallallahu alaihi wassalam ada saat itu adalah para pemuda.