Friday, November 20, 2020

Halaqah 75 ~ Perang Uhud Bagian 03

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 75 ~ Perang Uhud Bagian 03

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 75 ~ Perang Uhud Bagian 03

Diantara kejaian yang terjadi sebelum perang uhud ketika di daerah asyakhaini ada beberapa orang sahabah yang umurnya baru 14 tahun atau kurang yang menawarkan diri ingin berperang bersama nabi dan para sahabat yang lain. Namun nabi Shallallahu alaihi wassalam menolak mereka semua karena dianggap belum cukup memiliki kekuatan untuk berperang kecuali 2 orang yaitu

1. Rafi' bin Khadiz, karena beliau pandai memanah

2. Samurah bin Junduf karena diketahui bahwa beliau lebih kuat daripada Rafi'

Jumlah para sahabat muda yang ditolak oleh nabi Shallallahu alaihi wassalam saat itu mencapai 14 orang diantaranya adalah Abdullah bin Umar dan ini adalah jumlah yang tidak sedikit, menunjukkan bagaimana nabi shallallahu alaihi wassalam dan para sahabat mendidik dan mentarbiah anak-anak mereka. Menawarkan diri untuk meninggal di jalan Allah padahal mereka masih muda belia tanpa ada paksaan dari seorang pun. Semoga Allah Subhanahu wata'ala memberikan taufiq kepada para orang tua untuk bisa mendidik anak-anak mereka dengan didikan para salaf

Bergeraklah pasukan kaum muslimin ke uhud dan masing-masing menempati posisi sesuai dengan yang direncanakan. Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengatur pasukan. Mereka menjadikan gunung uhud di belakang mereka, menempatkan 50 orang pemanah yang dipimpin Abdullah bin Jubair di atas gunung 'Ainaini, gunung yang berada tepat di depan gunung uhud. Mereka ditempatkan di sana untuk melindungi kaum muslimin apabila ada pasukan berkuda orang-orang musyrikin yang mencoba menyerang mereka dari belakang. Ini adalah peran yang sangat penting sampai-sampai Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengatakan kepada pasukan panah

...

"Apabila kalian melihat burung-burung mematuki kami maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini, dan apabila kalian melihat kami mengalahkan mereka dan kami menginjak-nginjak mereka maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini" (H.R. Al- Bukhari)

Di dalam sebagian riwayat yang lemah disebutkan bahwa sebelum perang antara dua pasukan, Ali bin Abi Thalib perang tanding dengan Talhah bin Usman pemegang bendera orang-orang musyrikin dan Ali pun berhasil membunuhnya. Hamzah ditantang oleh Siba' bin Abdil Uzza untuk perang tanding juga dan Hamzah pun berhasil membunuhnya. 

Kemudian terjadilah perang yang dahsyat antara kaum muslimin dan orang-orang musyrikin dan untuk memberikan semangat kepada kaum muslimin Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengambil pedang kemudian mengatakan "Siapa yang mengambil dariku pedang ini?" Maka masing-masing mereka membuka tangannya dan mengatakan "Saya" Kemudian nabi berkata "Siapa yang mengambilnya dengan haknya" Maka mereka pun terdiam kemudian berkata Abu Dujahan "Saya yang akan mengambilnya dengan haknya" Maka Abu Dujanah pun mengambilnya dan memecah pasukan musyrikin dengan pedang tadi (H.R. Muslim)

Hamzah berperang saat itu dengan semangat dan kekuatan yang luar biasa. Wahsyi budak Zubair bin Mut'im telah dijanjikan oleh majikannya apabila berhasil membunuh Hamzah, dia akan dibebaskan. Zubair melakukan ini karena balas dendam kepada Hamzah yang telah membunuh Thaimah bin Adi di perang Badr. Wahsyi pun bersembunyi di belakang batu besar dan ketika Hamzah mendekat, Wahsyi melempar tombak kecilnya ke arah Hamzah dan membunuhnya.

Pada pase pertama ini juga terbunuh Mus'ab bin Umair pemegang bendera kaum muslimin seorang da'i. Beliau terbunuh dalam keadaan tidak meninggalkan sesuatu apapun kecuali sehelai kain yang digunakan untuk mengkafani beliau. Kain kafan yang apabila digunakan untuk menutupi kepalanya, terbuka kedua kakinya dan kalau digunakan menutup kedua kakinya, terbuka kepalanya. Setelah itu Ali bin Abi Thalib beliau lah yang memegang bendera kaum muslimin.



Thursday, November 19, 2020

Halaqah 74 ~ Perang Uhud Bagian 02

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 74 ~ Perang Uhud Bagian 02

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 74 ~ Perang Uhud Bagian 02

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari musyawarah nabi Shallallahu alaihi wassalam dengan para sahabatnya sebelum perang uhud 

1. Seorang pemimpin hendaknya dia meminta pendapat kepada orang-orang yang dia pimpin

2. Apabila seorang pemimpin sudah mengambil keputusan, maka hendaklah dia bertawakal kepada Allah dan tidak ragu-ragu supaya tertanam dalam diri orang-orang yang dia pimpin rasa percaya diri.

Allah Subhanahu wata'ala berfirman

...

"Bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan dan apabila dirimu sudah berazam atau bertekad maka bertwakalah kepada Allah" (Q.S. Ali Imran : 159)

Berkibarlah bendera perang, satu bendera hitam dan 3 liwa. Liwa yang pertama adalah liwa muhajirin dibawa oleh Mus'ab bin Umair yang nantinya akan diganti oleh Ali bin Abi Thalib setelah terbunuhnya Mus'ab. Liwa yang kedua adalah liwa Al-Aus yang dibawa oleh Usaid bin Hudzair. Dan liwa yang ketiga adalah liwa Al-Khadraj yang dibawa oleh Al-Hubab bin Al-Mundzir.

Terkumpulah 1000 orang, ada diantara mereka yang merupakan orang-orang munafiq. Kaum muslimin hanya memiliki dua kuda dan 100 orang saja yang memakai baju perang. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sendiri memakai dua baju perang untuk menunjukkan bahwa bertawakal kepada Allah bukan berarti meninggalkan sebab. 

Pasukan kaum muslimin bergerak menuju uhud melewati bagian barat dari Al-Harah Asyarkiyah dan ketika mendekati uhud tepatnya di daerah Asyekhoini, Abdullah bin Ubay bin Salul pemimpin orang-orang munafiq menarik diri dari pasukan kaum muslimin bersama 300 orang munafiq dengan alasan bahwa tidak akan terjadi perang. Abdullah ibnu Amr bin Haram berusaha untuk membujuk mereka untuk kembali bergabung bersama kaum muslimin namun mereka tetap tidak mau. Banu Salimah dari suku Khadraj dan banu Haristah dari suku Aus hampir terpengaruh dengan kejadian ini dan pulang ke Madinah namun Allah subhanahu wata'ala menguatkan mereka, Allah berfirman

...

"Ketika dua golongan dari pihak kalian ingin mundur karena takut padahal Allah adalah penolong mereka" (Q.S. Ali Imran : 122)

Allah menyebutkan tentang sebagian hikmah mundurnya orang-orang munafik sebelum perang tersebut yaitu untuk membersihkan barisan kaum muslimin sehingga tidak ada dintara mereka orang-orang yang kelak ketika perang justru membuat kekacauan barisan kaum muslimin dan akan menurunkan semangat perang. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:

...

"Tidaklah Allah meninggalkan orang-orang yang beriman seperti dalam keadaan kalian sekarang ini sehingga Allah membedakan antara yang jelek dengan yang baik" (Q.S. Ali Imran : 179)


Wednesday, November 18, 2020

Halaqah 73 ~ Perang Uhud Bagian 01

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 73 ~ Perang Uhud Bagian 01

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 73 ~ Perang Uhud Bagian 01

Perang ini terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah, setahun lebih 1 bulan setelah perang Badr Qubro, tepatnya pertengahan bulan Syawal tahun ke-3 Hijriyah. Sebab perang Uhud adalah:

1. Karena orang-orang Quraisy ingin membalas dendam atas kekalahan mereka di perang Badr dimana banyak tokoh-tokoh mereka yang terbunuh.

2. Untuk menyelamatkan rute perdagangan mereka ke arah Syam yang dikuasai kaum muslimin.

3. Untuk mengembalikan kehormatan dan kemuliaan mereka yang sempat terkoyak setelah perang Badr.

Dinamakan perang uhud karena perang ini terjadi di sekitar gunung uhud, sebuah gunung yang terletak 5,5 km ke arah utara dari Masjid Nabawi. Tingginya kurang lebih 120m. Di sebelah selatannya ada gunung Aiynain yang dikenal setelah perang uhud dengan nama Jabal Ar-Rumah, yaitu gunung para pemanah. Antara jabal uhud dengan jabal ar-rumah ada lembah Khanah.

Orang-orang Quriasy sudah mempersiapkan perang ini sepulang mereka dari perang Badr, pasukan mereka mencapai kurang lebih 3000 orang, 200 pasukan berkuda, 700 orang diantaranya memakai pakaian lengkap. Pasukan sayap kanan dipimpin oleh Khalid Al-Walid dan pasukan sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahl. Pasukan ini terdiri dari orang-orang musyrikin Quraisy, orang-orang kinanah dan fuhamah yang mereka masih loyal dengan orang-orang Quraisy. Mereka juga membawa beberapa wanita, ada yang mengatakan jumlahnya adalah 14 wanita diantaranya adalah Hindun istri Abu Syufyan.

Sementara itu kaum muslimin mereka sudah mengetahui akan datangnya pasukan musyrikin. Nabi Shallallahu alaihi wassalam sempat bermimpi dan mimpi para nabi adalah wahyu. Dan beliau Shallallahu alaihi wassalam mengajak para sahabatnya bermusyawarah apakah mereka tetap tinggal di kota Madinah karena kota Madinah adalah kota yang sangat kuat untuk berlindung ataukah mereka keluar untuk menyambut pasukan Quraisy di luar Madinah. Dan Nabi Shallallahu alaihi wassalam lebih cenderung pada pendapat yang pertama. Namun sebagian orang-orang Anshar mengatakan "kami tidak senang kalau kami terbunuh di jalan-jalan kota Madinah, kami dahulu di jaman jahiliyah tidak mau berperang di dalam kota Madinah, maka di dalam Islam kami lebih tidak mau, oleh karena itu sambutlah pasukan tersebut di luar kota Madinah", Nabi pun beranjak dan memakai pakaian perangnya. Akhirnya mereka pun saling menyalahkan satu dengan yang lain seraya berkata Nabi menawarkan satu perkara kemudian kalian menawarkan perkara yang lain, pergilah kamu wahai hamzah kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan katakan kepada beliau perkara kami mengikuti perkaramu. Datanglah Hamzah kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan menceritakan apa yang terjadi maka Nabi Shallallahu alaihi wassalam berkata "Sesungguhnya tidak pantas bagi seorang nabi apabila sudah memakai baju perang kemudian melepaskannya sehingga dia selesai berperang"

Tuesday, November 17, 2020

Halaqah 72 ~ Dampak Perang Badr Kubro

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 72 ~ Dampak Perang Badr Kubro

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 72 ~ Dampak Perang Badr Kubro

Berita kekalahan orang-orang Quraisy dan kemenangan kaum muslimin di perang Badr memiliki pengaruh yang besar terhadap jazirah Arab baik di Mekah, Al-Madinah, maupun di tempat-tempat yang lain. Kedudukan kaum muslimin di kota Madinah semakin nampak. Orang-orang Yahudi menjadi ciut nyali mereka dan semakin terlihat kedengkian dan permusuhan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka semakin marah mendengar hasil dari perang Badr yang sama sekali tidak mereka sangka sehingga mereka pun tidak bisa menutupi kemarahan mereka yang meledak-ledak di dalam diri mereka seperti yang dilakukan oleh bani Qoinuqo yang akhirnya ini menjadi sebab diusirnya mereka dari kota Madinah.

Diantara dampak perang Badr adalah banyaknya orang yang masuk Islam meskipun ada di antara mereka yang masuk Islam karena menjaga kepentingan-kepentingan mereka seperti orang-orang munafiqin yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. 

Orang-orang Quraisy yang berada di Mekah hampir-hampir mereka tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Terbunuh tokoh-tokoh mereka dan jagoan-jagoan mereka. Mereka pun berniat untuk membalas kekalahan tadi. Sempat mereka mengutus Umair bin Wahbin Al-Jumahi untuk membunuh Nabi Shallallahu alaihi wassalam secara sembunyi-sembunyi. Syofwan bin Umayah menjanjikan kepadanya kalai dia terbunuh maka keluarganya akan ditanggung. Pergilah Umair ke kota Madinah namun ketika Umair sampai ke Masjid Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam, Umar bin Khatab menangkapnya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kemudian bertanya kepada Umair tentang tujuan dia datang ke kota Madinah, Umair pun berdusta dan mengatakan bahwa dia datang untuk menebus tawanan. Maka Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada Umair tentang niat dia sebenarnya yaitu untuk membunuh Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan beliau juga mengabarkan tentang perjanjian antara dia dengan Syofwan. Ketika mendengar ucapan Nabi Shallallahu alaihi wassalam ini, maka tahu lah Umair bahwasannya beliau Shallallahu alaihi wassalam adalah nabi yang diwahyukan kepadanya kemudian akhirnya dia masuk Islam dan meminta izin kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam untuk mendakwahi orang-orang Mekah supaya masuk ke dalam agama Islam. 

Dan diantara bentuk pembalasan orang-orang Quraisy adalah membunuh Khubaib dan Zaid Ibnu Addatsinah yang merupakan dua orang tawanan pada peristiwa Ar-Roji'

Monday, November 16, 2020

Halaqah 71 ~ Perang Badr Kubro Bagian 07

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 71 ~ Perang Badr Kubro Bagian 07

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 71 ~ Perang Badr Kubro Bagian 07

Nabi Shallallahu alaihi wassalam mengeluarkan 4/5 dari rampasan perang dan dibagikan secara merata kepada para sahabat yang mengikuti perang Badr, baik mereka yang berperang melawan musuh secara langsung atau pun yang menjaga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ataupun mereka yang mengumpulkan rampasan perang. Adapun yang 1/5 maka dibagi menjadi 5 bagian 

1. Untuk Allah dan rasul-Nya, maksudnya adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan bagi kaum muslimin secara umum

2. Untuk keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam atau ahlul bait

3. Untuk anak-anak yatim

4. Untuk orang-orang miskin

5. Untuk Ibnu Sabil atau orang-orang musafir yang kehabisan bekal

Allah subhanahu wata'ala mengatakan

ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّู…َุง ุบَู†ِู…ْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุดَูŠْุกٍ ูَุฃَู†َّ ู„ِู„َّู‡ِ ุฎُู…ُุณَู‡ُ ูˆَู„ِู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ูˆَู„ِุฐِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَู‰ٰ ูˆَุงู„ْูŠَุชَุงู…َู‰ٰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุงุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ

"Dan ketahuilah oleh kalian bahwasannya apa yang kalian dapatkan dari rampasan perang maka seperlimanya adalah untuk Allah dan untuk Rosul dan keluarga nabi, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnu sabil" (Q.S. Al-Anfal : 41)

Bahkan Nabi Shallallahu alaihi wassalam juga memberikan bagian kepada para sahabat yang mereka tidak mengikuti peperangan karena tugas yang dibebankan kepada mereka di kota Madinah atau karena terluka atau patah tulang ketika perjalanan menuju ke Badr atau karena udzur-udzur yang lain. Dan diantara mereka yang tidak mengikuti peperangan dan mendapatkan tugas di kota Madinah adalah Ustman bin Afan yang disuruh oleh Nabi Shallallahu alaihi wassalam untuk menjaga Ruqoyah, istri beliau yang sakit. Dan pembagian rampasan perang ini terjadi di Shafra jalan menuju kota Madinah. Dan di perjalanan itu, Nabi Shallallahu alaihi wassalam menyuruh kaum muslimin untuk membunuh 2 orang tawanan

1. Uqbah bin Abi Mu'ith 

2. An-Nadr bin Al-Harits

Yang demikian karena keduanya dahulu mengganggu dan menyakiti Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Uqbah dia adalah orang yang telah manaruh kotoran onta yang baru melahirkan di atas punggung nabi Shallallahu alaihi wassalam ketika beliau sedang bersujud.

Nabi Shallallahu alaihi wassalam dan juga para sahabatnya telah memperlakukan para tawanan tersebut dengan baik. 

Zaid bin Haritsah telah terlebih dahulu menuju kota Madinah dengan membawa kabar gembira, kaum muslimin pun menyambut berita tersebut dengan gegap gempita sambil khawatir apabila kabar tersebut tidak benar. Berkata Usamah bin Zaid "Demi Allah aku tidak percaya sampai kami melihat para tawanan"

Sungguh perang Badr ini adalah yaumul furqon yaitu hari pembeda antara yang benar dan yang batil, karena perang ini menunjukkan dengan sebenarnya bahwa aqidah lebih didahulukan daripada -hubungan kekerabatan dan seluruh kepentingan. Orang-orang muhajirin mereka memerangi kerabat mereka sendiri dan orang-orang Anshar janji mereka untuk melindungi nabi Shallallahu alaihi wassalam di kota Madinah tidak menghalangi mereka untuk terus berperang bersama nabi Shallallahu alaihi wassalam dengan dasar aqidah. Oleh karena itu, para sahabat yang mereka mengikuti perang Badr, Allah Subhanahu wata'ala memberikan keutamaan kepada mereka.

Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

...

"Allah telah melihat kepada Ahlu Badr dan berkata kepada mereka Kerjakanlah apa yang kalian inginkan sungguh telah diwajibkan atas kalian surga atau sungguh Aku telah mengampuni dosa kalian" (H.R. Al-Bukhari)

Mereka menduduki kedudukan yang tinggi diantara para sahabat dan bahkan secara duniawi mereka diberikan gaji yang paling besar dari negara di jaman Umar Ibnul Khatab radiallau ta'ala anhu.


Friday, November 13, 2020

Halaqah 70 ~ Perang Badr Kubro Bagian 06

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 70 ~ Perang Badr Kubro Bagian 06

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 70 ~ Perang Badr Kubro Bagian 06

Telah terbunuh 70 orang musyrikin pada perang Badr ini dan 70 yang lain ditawan oleh kaum muslimin. Sebagian mereka terbunuh di tempat-tempat yang diisyaratkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sebelumnya sisanya lari terbirit-birit meninggalkan medan perang dan meninggalkan banyak rampasan perang. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pun menyuruh para sabahat untuk melempar mayat-mayat orang-orang musyrikin di sumur-sumur yang ada di Badr kemudian beliau Shallallahu alaihi wassalam dan para sahabatnya tinggal di Badr selama 3 hari dan menguburkan 14 orang sahabat yang terbunuh dan tidak ada diantara mereka satupun yang dibawa ke Madinah.

Pada hari yang ketiga Nabi Shallallahu alaihi wassalam berdiri di depan sebuah sumur yang telah dilemparkan di dalamnya 24 pembesar Quraisy yang terbunuh. Kemudian beliau memanggil nama mereka dan nama bapak mereka dan mengatakan "Apakah menyenangkan kalian seandainya kalian dulu menaati Allah dan rasul-Nya, sesungguhnya kami telah menemukan apa yang Allah janjikan untuk kami benar adanya. Apakah kalian menemukan apa yang Allah janjikan untuk kalian benar adanya"

Berkata Umar "Wahai Rasulullah mengapa engkau berbicara dengan jasad-jasad yang tidak punya arwah?"

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menjawab "Demi dzat yang jiwaku berada di tangannya, tidaklah kalian lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan"

Ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wata'ala telah menjadikan mereka saat itu bisa mendengar ucapan nabi Shallallahu alaihi wassalam supaya semakin mereka merasa terhina dan semakin menyesal atas kekufuran mereka. Nabi Shallallahu alaihi wassalam tidak berusaha mengejar Abu Sufyan karena Beliau Shallallahu alaihi wassalam memang hanya dijanjikan satu diantara dua kebaikan saja. Dan beliau sudah diberi kemenangan melawan orang-orang musyrikin. 

Nabi Shallallahu alaihi wassalam memerintahkan para sahabat untuk tidak membunuh orang-orang yang dipaksa untuk berperang dan mereka dahulu memiliki jasa bagi kum muslimin seperti Abbas bin Abdul Muthalib paman Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Akhirnya Abbas menjadi salah seorang tawanan. Nabi Shallallahu alaihi wassalam bermusyawarah dengan Abu Bakar dan Umar tentang apa yang harus dilakukan terhadap para tawanan. Abu Bakar mengisyaratkan untuk mengambil tebusan sehingga bisa dimanfaatkan tebusan tadi untuk menguatkan pasukan kaum muslimin dan berharap mereka mendapatkan hidayah. Adapun Umar maka beliau mengisyaratkan supaya tawanan dibunuh karena mereka adalah pembesar-pembesar Quraisy. Allah pun menurunkan ayat yang menunjukkan tentang benarnya pendapat Umar. Allah subhanahu wata'ala mengatakan

ู…َุง ูƒَุงู†َ ู„ِู†َุจِูŠٍّ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†َ ู„َู‡ُ ุฃَุณْุฑَู‰ٰ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠُุซْุฎِู†َ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ۚ ุชُุฑِูŠุฏُูˆู†َ ุนَุฑَุถَ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ْุขุฎِุฑَุฉَ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ

ู„َูˆْู„َุง ูƒِุชَุงุจٌ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุณَุจَู‚َ ู„َู…َุณَّูƒُู…ْ ูِูŠู…َุง ุฃَุฎَุฐْุชُู…ْ ุนَุฐَุงุจٌ ุนَุธِูŠู…ٌ

ูَูƒُู„ُูˆุง ู…ِู…َّุง ุบَู†ِู…ْุชُู…ْ ุญَู„َุงู„ًุง ุทَูŠِّุจًุง ۚ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ۚ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

"Tidak pantas bagi nabi untuk memiliki tawanan sampai dia melumpuhkan musuh-musuhnya di bumi, kalian menginginkan kesenangan dunia dan Allah menginginkan akhirat, dan Allah dialah yang maha perkasa lagi maha bijaksana. Kalau bukan karena ketetapan Allah sebelumnya niscaya akan menimpa kalian siksaan yang besar karena tebusan yang kalian ambil. Maka makanlah dari rampasan perang yang kalian ambil sebagai makanan yang halal lagi baik dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang" (Q.S. Al-Anfal : 67 - 69)

Meskipun yang Allah utamakan saat itu sebenarnya adalah membunuh tawanan-tawanan tersebut namun ayat ini menunjukkan bahwa tebusan yang terlanjur diambil adalah dihalalkan. Dan setelah itu maka seorang pemimpin diberikan kelonggaran dan pilihan apakah dia membunuh tawanan atau mengambil tebusan atau membebaskan tanpa tebusan kecuali apabila tawanannya adalah seorang wanita atau anak-anak maka mereka tidak boleh dibunuh. Berbeda-beda jumlah tebusan yang diambil saat itu, ada yang tebusannya sampai 4000 dirham. Zaenab putri Nabi Shallallahu alaihi wassalam menebus suaminya Abul Ash bin Ar-rabi' dengan satu kalung maka para sahabat melepas Abul Ash dan mengembalikan kalung tersebut kepada Zaenab sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Adapun yang tidak memiliki tebusan maka tebusannya adalah mengajarkan anak-anak Anshar menulis.

Thursday, November 12, 2020

Halaqah 69 ~ Perang Badr Kubro Bagian 05

 ๐Ÿ“˜ Silsilah Ilmiyyah 10.3 Sirah Nabawiyyah

๐Ÿ”Š  Halaqah 69 ~ Perang Badr Kubro Bagian 05

๐Ÿ‘ค Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah washolatu wasalamu 'ala rasulillah wa 'ala alihi wa ashhabihi ajmain

Halaqah 69 ~ Perang Badr Kubro Bagian 05

Peperangan ini diawali dengan adu tanding secara individu antara wakil orang-orang musyrikin dan juga wakil dari kalangan kaum muslimin. Adapun dari orang-orang musyrikin maka majulah 'Utbah bin Robi'ah dan putranya Walid bin 'Utbah serta saudara laki-lakinya yaitu Syaibah bin Rabi'ah. Kemudian dari kaum muslimin pertama munculah beberapa pemuda Anshar yang siap melawan tiga orang tersebut, namun orang-orang Quraisy menginginkan supaya lawan mereka adalah orang yang berasal dari kaum mereka sendiri yaitu dari orang Quraisy. Maka Nabi Shallallahu alaihi wassalam memerintahkan Hamzah bin Abdil Mutholib, Ali bin Abi Thalib dan Ubaidah bin Al-Harits untuk menghadapi tiga orang tersebut.

Terbunuhlah 'Utbah di tangan Hamzah dan Syaibah di tangan Ali, adapun Ubaidah dan Walid maka masing-masing terluka kemudian Hamzah dan Ali akhirnya membantu Ubaidah dan membunuh Walid bin 'Utbah. Kemudian membawa Ubaidah ke markas kaum muslimin. 

Hasil dari adu tanding ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan pasukan orang-orang Quraisy. Nabi Shallallahu alaihi wassalam menyuruh para sahabatnya untuk menghujani orang-orang Quriays dengan anak panah mereka apabila mereka mendekat. Akhirnya kedua pasukan bertemu dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam terjun sendiri di dalam peperangan tersebut dan beliau berperang dengan sangat hebat. Terbunuhlah beberapa pembesar Quraisy seperti Abu Jahl (firaun nya umat ini), Umayah bin Khalaf yang telah menyiksa Bilal radiallahu anhu. 

Allah menurunkan para malaikat ada peperangan ini, Allah Subhanahu wata'ala mengatakan:

ุฅِุฐْ ุชَุณْุชَุบِูŠุซُูˆู†َ ุฑَุจَّูƒُู…ْ ูَุงุณْุชَุฌَุงุจَ ู„َูƒُู…ْ ุฃَู†ِّูŠ ู…ُู…ِุฏُّูƒُู…ْ ุจِุฃَู„ْูٍ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َู„َุงุฆِูƒَุฉِ ู…ُุฑْุฏِูِูŠู†َ

ูˆَู…َุง ุฌَุนَู„َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َّุง ุจُุดْุฑَู‰ٰ ูˆَู„ِุชَุทْู…َุฆِู†َّ ุจِู‡ِ ู‚ُู„ُูˆุจُูƒُู…ْ ۚ ูˆَู…َุง ุงู„ู†َّุตْุฑُ ุฅِู„َّุง ู…ِู†ْ ุนِู†ْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒِูŠุฒٌ ุญَูƒِูŠู…ٌ

"Dan ketika kalian beristighosah meminta pertolongan kepada Rab kalian maka Allah mengabulkan doa kalian, Aku memberikan bantuan kepada kalian dengan 1000 malaikat yang datang bertubi-tubi. Dan tidaklah Allah menjadikan itu kecuali sebagai kabar gembira dan supaya hati kalian menjadi tenang dan tidaklah pertolongan kecuali dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana." (Q.S. Al-Anfal 9-10)

Ibnu Abbas bercerita bahwa ada seorang muslim pada peperangan tersebut yang mengejar seorang musyrik di depannya, tiba-tiba dia mendengar dari arah atas suara cambuk dan suara penunggang kuda yang mengatakan "majulah" ya haijum maka dia melihat orang musyrik di depannya sudah tersungkur dalam keadaan hidungnya dan wajahnya terdapat bekas sabetan cambuk. Kemudian dia menceritakan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan beliau mengatakan "engkau benar ini adalah bantuan dari malaikat-malaikat yang berada di langit yang ketiga."

Yang dimaksud dengan haijum adalah nama kuda malaikat.