Showing posts with label ahlusunnah wal jamaáh. Show all posts
Showing posts with label ahlusunnah wal jamaáh. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 13 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 13 DARI 13)
klik link audio

◆ Mengapa Allāh dikatakan lebih dekat dengan urat nadi kita?


Tidak ada perkataan demikian, yang ada:

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ* إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

"Dan kami lebih dekat kepada dia daripada urat nadinya, tatkala dua malāikat berada di tangan kanan dan kiri."

(QS Qāf: 16-17)

⇒Jadi kata para ulamā nahnu (kami) disitu adalah malāikat dan bukan Allāh.

Karena sering Allāh menggunakan kalimat nahnu tapi maksudnya adalah malāikat.

Contohnya:

Friday, July 7, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 12 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 12 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fīddīn azaniyallāh waiyyakum.

Jadi kita tahu maknanya istawa' tapi bagaimananya kita tidak tahu dan tidak mungkin kita tahu.

Oleh karenanya, muncul kaidah berikutnya dalam tauhīd Asma' wa Sifat yaitu:

 الكلام في الصفات فرع عن الكلام في الذات

"Pembicaraan tentang sifat merupakan cabang dari pembicaraan tentang dzat."

Maksudnya bagaimana?

Bila anda tahu dzat sesuatu, maka anda tahu sifat.

Bagaimana sifat air?