AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 13 DARI 13)
klik link audio
◆ Mengapa Allāh dikatakan lebih dekat dengan urat nadi kita?
Tidak ada perkataan demikian, yang ada:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ* إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
"Dan kami lebih dekat kepada dia daripada urat nadinya, tatkala dua malāikat berada di tangan kanan dan kiri."
(QS Qāf: 16-17)
⇒Jadi kata para ulamā nahnu (kami) disitu adalah malāikat dan bukan Allāh.
Karena sering Allāh menggunakan kalimat nahnu tapi maksudnya adalah malāikat.
Contohnya:
klik link audio
◆ Mengapa Allāh dikatakan lebih dekat dengan urat nadi kita?
Tidak ada perkataan demikian, yang ada:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ* إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
"Dan kami lebih dekat kepada dia daripada urat nadinya, tatkala dua malāikat berada di tangan kanan dan kiri."
(QS Qāf: 16-17)
⇒Jadi kata para ulamā nahnu (kami) disitu adalah malāikat dan bukan Allāh.
Karena sering Allāh menggunakan kalimat nahnu tapi maksudnya adalah malāikat.
Contohnya: