Showing posts with label aqidah ahlusunnah. Show all posts
Showing posts with label aqidah ahlusunnah. Show all posts

Saturday, May 6, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 11 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN 11 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ikhwāni fīllāh wa akhawāti fīddīn azaniyallāh waiyyakum

_▪Kemudian kaidah yang kedua, tatkala menetapkan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla, *kita tidak boleh menyamakan dan tidak boleh membagaimanakannya, kita menetapkan dan kita tidak boleh menolaknya.*_

Jadi kalau datang dalīl kita terima, namun kita tidak boleh membagaimanakannya (bertanya "bagaimana") dan tidak boleh juga menyamakannya dengan makhluk.

Jadi bagaimana cara kita menetapkan sifat?

Sederhana !

⇒Jika datang penjelasan sifat-sifat Allāh, seperti Allāh Maha Mendengar, Allāh Maha Melihat, maka kita kita katakan:

"Allāh Maha Melihat, Allāh Maha Mendengar dan tidak sama dengan makhluk."

Friday, May 5, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 10 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 10 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fīddīn azaniyallāh waiyyakum.

Dari puluhan sisi untuk membantah pernyataan yang dikenal dengan al qānūn al kully atau kaidah universal yang intinya akal harus didahulukan daripada dalīl, kita sebut hanya beberapa sisi bantahan saja.


⑴ Kita buat sebuah analogi yang disebutkan oleh para ulamā (Ibnu Qayyim, Ibnu Abi Izz Al Hanafi rahimahumullāh)

Contohnya:

Saya ingin berobat untuk berhenti merokok tapi saya binggung di mana tempat praktek dokter Kemudian sayapun berjalan akhirnya bertemu (misalnya) tukang becak. Kemudian saya bertanya kepada tukang becak dimanakah dokter yang ahli. Kemudian tukang becak tersebut menunjukan dokter yang ahli. Lalu saya berobat di dokter tersebut.

Thursday, May 4, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 9 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN 09 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ikhwāni Fīllāh wa Akhawāti Fīddīn azaniyallāh waiyyakum

Pada kesempatan kali kita akan membahas tentang kaidah-kaidah yang berkaitan tentang sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

_▪Yang pertama dalam memahami Asma' dan sifat-sifat  Allāh Subhānahu wa Ta'āla  *kita hanya bisa bersandarkan kepada dalīl yaitu Al Qur'ān dan Sunnah.*_

Tidak boleh kita menggunakan akal, kenapa?

Karena kita berbicara tentang sesuatu yang ghaib dan akal kita tidak bisa menembus suatu perkara yang ghaib.

Tidak usah kita berbicara tentang Allāh, berbicara tentang ruh saja kita tidak mampu.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla :

Wednesday, May 3, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 8 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 08 DARI 13 )
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم يإحسان إلى توم القيامة . أما بعد


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fiddīn azaniyallāh waiyyakum

Saya akan membahas perkara yang sangat penting yaitu tentang tauhīd Al Asma' wa Sifat, tentang bagian dari tauhīd nama-nama dan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita tahu bahwasanya para ulamā menjelaskan tentang pembagian tauhīd menjadi 3 (tiga) yaitu:

⑴ Rububiyyah
⑵ Uluhiyyah
⑶ Asma' wa Sifat

Pembagian ini sekedar metode untuk mudah memahami karena sejak zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sudah ada kesalahpahaman tentang ke-Esaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tuesday, May 2, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 7 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 07 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​

Sekarang kita lanjutkan tentang tauhīd uluhiyyah.

Tauhīd uluhiyyah maksudnya: tidak ada yang berhak disembah kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⇒Uluhiyyah artinya peribadatan.

Tidak ada yang berhak diserahkan ibadah kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan ini pengamalan dari firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

_"Hanya kepada Engkaulah Yā Allāh, kami beribadah."_

(QS  Al Fātihah: 5)

Barangsiapa yang menyerahkan ibadah kepada selain Allāh maka dia telah berbuat kesyirikan.

Ibadah itu banyak, seperti:

Monday, May 1, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 6 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 06 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​


Berikutnya di antara penyimpangan dalam tauhīd rububiyyah, contohnya kesyirikan dalam tauhīd rububiyyah adalah mengaku bahwasanya Tuhan berbilang.

Dan ini seperti keyakinannya orang-orang Hindu bahwasanya Tuhan ada 3, dewa pencipta (dewa Brahma), dewa pemelihara (dewa Wisnu), dewa perusak (dewa Siwa).

Yang 3 (tiga) dewa ini yang kemudian terjadinya pengaturan alam semesta, namun tentunya ini tidak benar.

⇒Jadi ini tidak benar, Tuhan tidak boleh berbilang.

Tuhan yang benar itu adalah semuanya dia bisa.

Makanya Nabi Yusuf berkata:

أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Friday, April 21, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 5 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 05 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Berikutnya, di antara penyimpangan dalam tauhīd rububiyyah yaitu meyakini adanya tuhan selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Yang pertama yang mengakui dia adalah tuhan selain Allāh adalah Namrud yang Allāh abadikan kisahnya dalam Al Qurān.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ

_Tidakkah kau perhatikan wahai Muhammad, tentang orang yang mendebat Ibrāhīm tentang Tuhannya, tatkala dia telah diberikan oleh Allāh kerajaan._

_Ketika Ibrāhīm mengatakan:_

 _"Tuhanku adalah Tuhan yang menghidupkan dan mematikan."_

_Orang tersebut berkata:_

_"Aku dapat menghidupkan dan mematikan."_

Thursday, April 20, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 4 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 04 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​


Sekarang kita akan membahas kesyirikan yang berkaitan dengan tauhīd rububiyyah.

Segala perkara yang menafi'kan ketauhīdan Allāh dalam penciptaan atau dalam kepemilikan atau dalam pengaturan maka seseorang akan terjerumus ke dalam kesyirikan dalam tauhīd rububiyyah.

Dan bentuk-bentuk kesyirikan dalam tauhīd rububiyyah banyak. Seperti mengingkari adanya Tuhan, meyakini bahwa Tuhan tidak ada.


▪Yang Pertama: penyimpangan yang dilakukan oleh orang atheis.

Orang atheis meyakini bahwasanya segala sesuatu terjadi dengan sendirinya.

"Kebetulan" adalah tuhan mereka.

Jika kita tanyakan, "Bagaimana terjadinya alam semesta?"

Maka mereka akan membuat teori-teori.

Wednesday, April 19, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 03 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 03 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​


Sekarang kita masuk pada pembahasan Tauhīd Ar Rububiyyah.

Saya sebutkan bahwasanya rukun tauhīd rububiyyah ada 3 (tiga), yaitu:

(1) Allāh satu-satunya Pencipta alam semesta ini.
(2) Allāh satu-satunya Penguasa atau Pemilik alam semesta ini.
(3) Allāh satu-satunya Pengatur alam semesta ini.

Dan ini benar, bahwasanya tidak ada yang menciptakan, kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Makanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyebutkan, menantang hal ini dalam banyak ayat, diantaranya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Tuesday, April 18, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 02 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 02 DARI 13)
klik link audio

Sering timbul pertanyaan, "Dari mana pembagian tauhīd menjadi 3 ?"

Bahwasanya tauhīd ada tiga, yaitu:

⑴ Tauhīd Uluhiyyah,
⑵ Rububiyyah dan
⑶ Asma' wa sifat.

Sampai sebagian orang mengatakan itu sama dengan trinitas. Trinitasnya orang-orang Nashara  yang mengatakan tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan ruhul qudus.

Kita katakan, ini adalah suatu kebathilan. Tidak benar penyamaan tersebut, apakah setiap yang tiga dikatakan trinitas? Tentunya tidak benar.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla, intinya Maha Esa dalam segala hal. Tetapi pembagian ini muncul karena ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin.

Kenapa?

Sebenarnya tauhīd datang sejak awal menjadi satu kesatuan, tidak pembedaan antara uluhiyyah, rububiyyah dan asma' wa sifat.

Monday, April 17, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 01 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 01 DARI 13)
klik link audio

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 إنَّ الـحَمْدَ لله نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ونتوب إليه، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه لا نبي بعده

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

فَإِنَّ أحسن الكلام كلام اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fiddīn azaniyallāh waiyyakum.

Alhamdulillāh puji dan syukur kita panjatkan kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang masih memberikan kita kesempatan untuk bisa mempelajari ayat-ayat-Nya dan hadīts-hadīts Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, dalam rangka untuk mendekatkan diri kita kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.