Showing posts with label haji. Show all posts
Showing posts with label haji. Show all posts

Wednesday, March 6, 2019

Kajian 116 | Larangan-Larangan Di Dalam Ihrām

LARANGAN-LARANGAN DI DALAM IHRĀM
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan pelajaran kita pada halaqah yang ke-116. Pada halaqah kali ini kita masuk pada pembahasan tentang "Muharamātu Al Ihrām" atau larangan-larangan di dalam ihrām.

Berkata penulis rahimahullāh:

ويحرم على المحرم عشرة أشياء: لبس المخيط وتغطية الرأس من الرجل والوجه والكفين من المرأة وترجيل الشعر وحلقه وتقليم الأظفار والطيب وقتل الصيد وعقد النكاح والوطء والمباشرة بشهوة

Haram bagi orang yang ihrām 10 (sepuluh) perkara:

Perkara-perkara yang sebelumnya diperbolehkan kemudian setelah seseorang  berniat masuk ke dalam ihrām, maka berlaku larangan-larangan ihrām, yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah masuk di dalam nusukh ibadah haji atau umrah.

Tuesday, March 5, 2019

Kajian 115 | Sunnah-Sunnah Haji

SUNNAH-SUNNAH HAJI
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh, kita lanjutkan pelajaran kita pada halaqah yang ke-115. Pada halaqah kali ini dan halaqah selanjutnya (in syā Allāh) akan lebih ringkas tanpa masuk pada perbedaan pendapat antar madzhab. Karena di dalam masalah fiqih banyak sekali akan kita temui permasalahan-permasalahan dan disana ada khilāf. Dan kita berusaha untuk memahami dari matan ini seringkas mungkin dan in syā Allāh akan dilanjutkan pada pembelajaran yang lebih mendalam.

Sebelum kita masuk ke halaqah 115, kita sampaikan bahwa kemarin ada yang terlewat tentang arkānul 'umrah.

Berkata penulis rahimahullāh:

وأركان العمرة أربعة : الإحرام والطواف والسعي والحلق أو التقصير في أحد القولين.

Rukun umrah itu ada empat, yaitu:

Monday, March 4, 2019

Kajian 114 | Kewajiban-Kewajiban Haji

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN HAJI
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh, atas karunia Allāh Subhānahu wa Ta'āla kita sampai pada halaqah yang ke-114, dan masih membahas mengenai ibadah haji. Kita masuk pada wājibātul haj.

Pertemuan lalu kita telah membahas rukun haji, maka sekarang kita membahas kewajiban-kewajiban di dalam haji.

Adapun rukun apabila ditinggalkan maka ibadah tersebut tidak sah, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Sementara kewajiban di dalam haji, apabila ditinggalkan maka hajinya tetap sah, akan tetapi orang tersebut wajib untuk membayar dam.

Wednesday, December 26, 2018

Kajian 113 | Rukun-Rukun Haji (2)

RUKUN HAJI
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh pada pertemuan yang ke-113 ini kita masih melanjutkan Kitābul Hajj dan kita masuk pada pembahasan rukun-rukun ibadah haji.

Rukun adalah amalan yang apabila dia ada maka ibadah itu ada dan apabila dia tidak ada maka ibadah itu tidak ada.

Artinya apabila tidak dikerjakan (ditinggal) maka ibadah tersebut dianggap tidak ada atau tidak dianggap sama sekali (tidak sah).

Maka membahas rukun ini adalah perkara yang sangat penting untuk diketahui. Begitu pula pada ibadah-ibadah yang lain selain haji, seperti umrah, shalāt (misalnya).

Apabila seseorang meninggalkan rukun shalāt maka ibadah shalāt tidak dianggap artinya tidak sah.

Di dalam ibadah haji di sana dibedakan antara rukun dan amalan yang wajib, adapun amalan yang rukun apabila ditinggalkan maka tidak bisa ditutup dengan dam.

Tuesday, December 25, 2018

Kajian 112 | Rukun-Rukun Haji

SYARAT WAJIB HAJI
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita lanjutkan pembahasan kita dari Kitāb Al Hajj matan Abū Syujā', pada pertemuan kali ini kita masuk pada halaqah yang ke-112.

Berkata penulis rahimahullāh:

(( وشرائط وجوب الحج سبعة أشياء: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية ووجود الزاد والراحلة وتخلية الطريق وإمكان المسير))

"Dan syarat wajibnya haji bagi seseorang ada tujuh macam: Islam, baligh, berakal, merdeka, memiliki bekal dan memiliki kendaraan, aman perjalanan, mungkin untuk melakukan perjalanan."

Di sini ada khilāf para ulamā tentang jumlah syaratnya dan yang disebutkan dalam kitāb ini (madzhab Syāfi'i) ada 7 (tujuh) macam.

Di antaranya:

Monday, December 24, 2018

Kajian 111 | Haji (bagian 2)

MUQADDIMAH HAJI 02
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh kita akan memasuki halaqah yang ke-111, masih pada muqaddimah haji dan kemarin sudah kita sebutkan bahwa apabila seorang mampu untuk melaksanakan ibadah haji, hendaknya dia bersegera untuk melaksanakannya.

Pertama karena dengan bersegera melepaskan dari kewajiban haji tersebut, kemudian di sana banyak keutamaan-keutamaan yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan bagi orang yang menunaikan ibadah haji.

Bahkan dalam sebuah riwayat dari Umar bin Khaththāb yang diriwayatkan secara marfu':

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ ، فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا

"Barangsiapa yang memiliki dzat (kemampuan/bekal/kendaraan) untuk sampai ke rumah Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan dia tidak menunaikan ibadah haji tersebut, maka dia tidaklah mati kecuali mati dalam keadaan Yahūdi atau Nashrāni."

Wednesday, October 31, 2018

Kajian 110 | Haji Bagian 01

MUQADDIMAH HAJI 01
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد

Para sahabat Bimbingan Islām dan kaum muslimin yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Alhamdulilāh kita akan memasuki kitāb yang baru yaitu Kitābul Hajj pada halaqah kali ini, dan sebelum kita memasuki kitābul hajj yang ada di dalam matan Abū Syujā' kita akan memulia dengan muqaddimah tentang masalah haji.

Haji secara bahasa artinya tujuan maksudnya adalah bermaksud menuju baitullāh rumah Allāh Subhānahu wa Ta'āla  dan menuju tempat-tempat syiar (dilaksanakannya manasik haji) untuk melaksanakan ibadah yang khusus pada waktu yang khusus dengan tata cara yang tertentu.

Dan hukum haji sendiri adalah fardhu 'ain (kewajiban yang diharuskan atau wajib dilaksanakan oleh setiap orang) apabila dia mampu untuk melaksanakannya dan satu kali didalam hidupnya.

Saturday, August 12, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 30 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 30 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dalam kajian ini kita akan membahas kesalahan-kesalahan ketika pelaksanaan amal ibadah haji.


◆ Kesalahan-kesalahan ketika wuqūf

⑵ Keluar dari 'Arafāh menuju Muzdalifah sebelum terbenam matahari.

Yang dicontohkan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah beliau berwuqūf 'Arafāh dari mulai zhuhur sampai terbenam matahari, menunjukkan masuk waktu Maghrib. Lalu beliau bertolak dari 'Arafāh menuju Muzdalifah.

Friday, August 11, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 29 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 29 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dalam kajian ini kita akan membahas kesalahan-kesalahan ketika melaksanakan amal ibadah haji.

◆ Kesalahan-kesalahan ketika thawāf

⑻ Melakukan thawāf dipimpin oleh satu orang dan mengucapkan do'a secara bersama-sama dengan suara yang keras

Ini menganggu orang lain ketika thawāf.

Kenapa?

Thursday, August 10, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 28 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 28 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dalam kajian ini kita akan membahas kesalahan-kesalahan pelaksanaan amal ibadah haji dari mulai ihrām sampai thawāf wadā.


◆ Kesalahan-kesalahan ketika berihrām

Kita ketahui dalam hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim 'Abdullāh bin 'Abbās bercerita bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menentukan miqāt untuk beberapa kota.

√ Miqāt kota Madīnah adalah Dzulhulaifah.

√ Miqāt penduduk Syām adalah Al Julfah.

√ Miqāt penduduk Najed adalah Al Qarnul Manazil.

√ Miqāt penduduk Yaman adalah Yalamlam.

√ Miqāt penduduk Irāq adalah Dzatu'Irq.

Wednesday, August 9, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 27 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 27 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita akan membicarakan amalan-amalan haji pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah (hari Tasyriq).

Kenapa disebut hari tasyriq?

Karena dahulu di zaman Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam orang-orang ini menjemur daging-daging hadyu mereka. Makanya di sebut Tasyriq.

Apa yang kita kerjakan pada hari-hari tasyriq ini?


⑴ Banyak berdzikir kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tuesday, August 8, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 26 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 26 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Setelah melempar jamrah 'Aqabah, yang dilakukan oleh Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah menyembelih hadyu.

◆ Menyembelih hadyu

Menyembelih hadyu, kalau kita sudah kolektif mengumpulkan dengan panitia haji, maka selesai kita, tidak ada urusan lagi dengan hadyu. Kecuali orang yang ingin menyembelih hadyu sendiri.

√ Haji Tammattu' dan Qirān diwajibkan menyembelih hadyu.

√ Haji Ifrad tidak diwajibkan menyembelih hadyu.

Monday, August 7, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 25 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 25 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, pada lanjutan ini kita ingin membicarakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya.

Perhatikan, sebuah hadīts riwayat Imām Muslim dari Jābir radhiyallāhu 'anhu bercerita:

ثُمَّ اضْطَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ وَصَلَّى الْفَجْرَ - حِينَ تَبَيَّنَ لَهُ الصُّبْحُ - بِأَذَانٍ وَإِقَامَةٍ

"Pada malam di Muzdalifah, Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidur sampai terbit fajar (masuk waktu shalāt shubuh), kemudian beliau shalāt shubuh dengan satu ādzān dan satu iqāmah."

(HR Muslim nomor 2137, versi Syarh Muslim nomor 1218)

Saturday, August 5, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 24 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 24 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita akan membicarakan amalan-amalan haji tanggal 9 Dzulhijjah (hari 'Arafāh)

Setelah terbenam matahari tanggal 9 Dzulhijjah kita bertolak dari 'Arafāh menuju Muzdalifah dengan tenang.

Nabi Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda dalam hadīts riwayat Muslim:

أَيُّهَا النَّاسُ السَّكِينَةَ السَّكِينَةَ

"Wahai manusia hendaklah kalian tenang-tenang."

(HR Muslim nomor 1218)

Friday, August 4, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 23 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMRAH BAGIAN 23 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita akan membicarakan amalan-amalan haji (bagian ke-2).


◆ Amalan haji tanggal 9 Dzulhijjah (Hari 'Arafāh).

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berangkat menuju 'Arafāh' dari Minā pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Setelah selesai shalāt Subuh beliau menunggu matahari terbit, sampai terbit matahari baru beliau pergi ke Minā menuju 'Arafāh.

Perhatikan!

Thursday, August 3, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 22 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMROH BAGIAN 22 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kita akan membicarakan amalan-amalan haji.

Haji itu sebenarnya hanya 6 (enam) hari, yaitu tanggal 8 sampai tanggal 13 Dzulhijjah.

6 hari itu kita perjuangkan. Apakah kita termasuk hamba-hamba Allāh yang mendapatkan ampunan sebagaimana yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla firmankan di dalam hadīts qudsi.

يا عبادي أفيضوا مغفورا لكم

"Wahai hamba-hambaku, bertolaklah kalian dari 'Arafāh menuju Minā dalam keadaan kalian sudah diampuni ataukah kita termasuk orang-orang yang hanya mendapatkan capai dan kehabisan tenaga serta kehabisan harta."

Wednesday, August 2, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 21 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMROH BAGIAN 21 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  

Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, sekarang kita membicarakan tentang sa-i.

Pengertian sa-i adalah perjalanan dari Shafā ke Marwah sebanyak 7 (tujuh) putaran, dimulai dari Shafā dan berakhir di Marwah.

⇒ Shafā adalah kaki gunung Abū Khubaizh atau kaki jabal Abū Khubaizh di mana Nabi Ibrāhīm 'alayhissalām beliau  mengumandangkan:

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (الحج: ٢٧)

⇒ Marwah adalah kaki gunung Khu’ay.

◆ Syarat sahnya sa-i, di antaranya:

Tuesday, August 1, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 20 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMROH BAGIAN 20 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kalau sudah berihrām kita sekarang membicarakan tentang "thawāf".

Thawāf adalah mengelilingi Ka'bah dimulai dari hajar aswad dan berakhir di hajar aswad sebanyak 7 (tujuh) putaran.

Dan yang harus kita ketahui sebelum kita berthawāf adalah syarat-syarat sahnya thawāf.

Syaratnya adalah:

⑴ Harus suci dari hadāts besar dan kecil.

Monday, July 31, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 19 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMROH BAGIAN 19 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, larangan ihrām berikutnya adalah:


⑷ Memakai pakaian yang berjahit yang membentuk tubuh.

Pakaian yang berjahit maksudnya adalah pakaian yang membentuk tubuh. Seorang muslim dilarang  untuk memakai pakaian yang membentuk tubuh.

Karena Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim ketika beliau ditanya, "Apa yang dipakai oleh orang yang sedang berihrām?"

Saturday, July 29, 2017

Materi Tematik | Kajian Islam Intensif Tentang Manasik Haji Dan Umroh (Bag. 18 dari 30)

KAJIAN ISLAM INTENSIF TENTANG MANASIK HAJI DAN UMROH BAGIAN 18 DARI 30
klik link audio

بســـمے الله الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  


Alhamdulillāh, kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, shalawat dan salam semoga selalu Allāh berikan kepada Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam, pada keluarga beliau, para shahābat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.

Para shahābat BiAS yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Ada permasalahan, yaitu ketika seseorang membawa anak kecil. Tentunya anak kecil ini tidak diwajibkan, tetapi sah hajinya.

Karena syarat bāligh kita katakan adalah syarat wajib.

Tidak wajib bagi orang yang belum bāligh untuk menunaikan ibadah haji, tetapi bila dia menunaikan ibadah haji, maka hajinya sah, tetapi belum jatuh padanya haji yang wajib.