Monday, May 8, 2017

Materi Tematik: Fiqih Ramadhān (Bagian 1 dari 7)

FIQIH RAMADHĀN BAGIAN 01 DARI 07
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Alhamdulillāhiladzī bini'matihi tatimmushshālihāt.

Ikhwāniy fīddīn, ma'āsyiral muslimin rahimani wa rahimakumullāh.

Tanpa terasa kita sudah hampir sampai dan bertemu kembali dengan bulan Ramadhān.

Sepertinya Ramadhān kemarin baru saja kita tinggalkan. Masih teringat kita shalāt tawarih, buka bersama, sahur.

Sekarang dihadapan kita sudah menanti bulan Ramadhān.

Mudah-mudahan Allāh Subhānahu wa Ta'āla menyampaikan kita kepada bulan Ramadhān dan ini adalah nikmat dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Mungkin disana saudara-saudara kita yang Iebih dahulu mendahului kita tidak berkesempatan lagi bertemu dengan bulan Ramadhān.

Saturday, May 6, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 11 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN 11 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ikhwāni fīllāh wa akhawāti fīddīn azaniyallāh waiyyakum

_▪Kemudian kaidah yang kedua, tatkala menetapkan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla, *kita tidak boleh menyamakan dan tidak boleh membagaimanakannya, kita menetapkan dan kita tidak boleh menolaknya.*_

Jadi kalau datang dalīl kita terima, namun kita tidak boleh membagaimanakannya (bertanya "bagaimana") dan tidak boleh juga menyamakannya dengan makhluk.

Jadi bagaimana cara kita menetapkan sifat?

Sederhana !

⇒Jika datang penjelasan sifat-sifat Allāh, seperti Allāh Maha Mendengar, Allāh Maha Melihat, maka kita kita katakan:

"Allāh Maha Melihat, Allāh Maha Mendengar dan tidak sama dengan makhluk."

Friday, May 5, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 10 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 10 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fīddīn azaniyallāh waiyyakum.

Dari puluhan sisi untuk membantah pernyataan yang dikenal dengan al qānūn al kully atau kaidah universal yang intinya akal harus didahulukan daripada dalīl, kita sebut hanya beberapa sisi bantahan saja.


⑴ Kita buat sebuah analogi yang disebutkan oleh para ulamā (Ibnu Qayyim, Ibnu Abi Izz Al Hanafi rahimahumullāh)

Contohnya:

Saya ingin berobat untuk berhenti merokok tapi saya binggung di mana tempat praktek dokter Kemudian sayapun berjalan akhirnya bertemu (misalnya) tukang becak. Kemudian saya bertanya kepada tukang becak dimanakah dokter yang ahli. Kemudian tukang becak tersebut menunjukan dokter yang ahli. Lalu saya berobat di dokter tersebut.

Thursday, May 4, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 9 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNAH WAL JAMA'AH (BAGIAN 09 DARI 13)
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ikhwāni Fīllāh wa Akhawāti Fīddīn azaniyallāh waiyyakum

Pada kesempatan kali kita akan membahas tentang kaidah-kaidah yang berkaitan tentang sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

_▪Yang pertama dalam memahami Asma' dan sifat-sifat  Allāh Subhānahu wa Ta'āla  *kita hanya bisa bersandarkan kepada dalīl yaitu Al Qur'ān dan Sunnah.*_

Tidak boleh kita menggunakan akal, kenapa?

Karena kita berbicara tentang sesuatu yang ghaib dan akal kita tidak bisa menembus suatu perkara yang ghaib.

Tidak usah kita berbicara tentang Allāh, berbicara tentang ruh saja kita tidak mampu.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla :

Wednesday, May 3, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 8 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 08 DARI 13 )
klik link audio

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم يإحسان إلى توم القيامة . أما بعد


Ikhwāni fīllāh wa akhwāti fiddīn azaniyallāh waiyyakum

Saya akan membahas perkara yang sangat penting yaitu tentang tauhīd Al Asma' wa Sifat, tentang bagian dari tauhīd nama-nama dan sifat-sifat Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kita tahu bahwasanya para ulamā menjelaskan tentang pembagian tauhīd menjadi 3 (tiga) yaitu:

⑴ Rububiyyah
⑵ Uluhiyyah
⑶ Asma' wa Sifat

Pembagian ini sekedar metode untuk mudah memahami karena sejak zaman Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam sudah ada kesalahpahaman tentang ke-Esaan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Tuesday, May 2, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 7 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 07 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​

Sekarang kita lanjutkan tentang tauhīd uluhiyyah.

Tauhīd uluhiyyah maksudnya: tidak ada yang berhak disembah kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⇒Uluhiyyah artinya peribadatan.

Tidak ada yang berhak diserahkan ibadah kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan ini pengamalan dari firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ

_"Hanya kepada Engkaulah Yā Allāh, kami beribadah."_

(QS  Al Fātihah: 5)

Barangsiapa yang menyerahkan ibadah kepada selain Allāh maka dia telah berbuat kesyirikan.

Ibadah itu banyak, seperti:

Monday, May 1, 2017

Materi Tematik: Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Bagian 6 dari 13)

AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (BAGIAN 06 DARI 13)
klik link audio

بســـمے اللّه الرّحمنـ الرّحـيـمـے
الســـلامـ عليكــــمـ ورحمة الله وبركــــاته  ​​​


Berikutnya di antara penyimpangan dalam tauhīd rububiyyah, contohnya kesyirikan dalam tauhīd rububiyyah adalah mengaku bahwasanya Tuhan berbilang.

Dan ini seperti keyakinannya orang-orang Hindu bahwasanya Tuhan ada 3, dewa pencipta (dewa Brahma), dewa pemelihara (dewa Wisnu), dewa perusak (dewa Siwa).

Yang 3 (tiga) dewa ini yang kemudian terjadinya pengaturan alam semesta, namun tentunya ini tidak benar.

⇒Jadi ini tidak benar, Tuhan tidak boleh berbilang.

Tuhan yang benar itu adalah semuanya dia bisa.

Makanya Nabi Yusuf berkata:

أَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ