KITAB INJIL BAGIAN 03
klik link audio
Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain
Halaqoh yang ke-14 dari silsilah ilmiah beriman dengan kitab-kitab Allah adalah tentang Kitab Injil Bagian 03
Diantara kesalahan yang ada di dalam Injil yang tersebar sekarang adalah penyebutan nasab nabi Isa alaihi salam kepada laki-laki. Sebagaimana di dalam Injil Matius Pasal 1 ayat 1-17 dan di dalam Injil Lukas pasal 3 ayat 23-38. Padahal Allah telah mengabarkan di dalam Al-Quran bahwa nabi Isa alaihi salam lahir dari seorang wanita tanpa disentuh laki-laki, seorang wanita yang solehah bukan wanita pejina dan bukan wanita yang bersuami sebagai tanda kekuasaan Allah subhanahu wataála. Allah subhanahu wataála berfirman:
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا
"Maryam berkata : bagaimana aku memiliki anak laki-laki padahal tidak ada laki-laki yang menyentuhku dan aku bukan wanita pejina, Jibril berkata : demikianlah dikatakan oleh Robmu, Dia berkata : yang demikian mudah bagiku dan supaya kami jadikan ia yaitu Isa sebagai tanda kekuasaan kami bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami dan itu adalah perkara yang sudah diputuskan" (Q.S. Maryam : 20-21)
klik link audio
Assalamu álaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah washolatu wasalamu ála rosulillah waála alihi washohbihi ajmain
Halaqoh yang ke-14 dari silsilah ilmiah beriman dengan kitab-kitab Allah adalah tentang Kitab Injil Bagian 03
Diantara kesalahan yang ada di dalam Injil yang tersebar sekarang adalah penyebutan nasab nabi Isa alaihi salam kepada laki-laki. Sebagaimana di dalam Injil Matius Pasal 1 ayat 1-17 dan di dalam Injil Lukas pasal 3 ayat 23-38. Padahal Allah telah mengabarkan di dalam Al-Quran bahwa nabi Isa alaihi salam lahir dari seorang wanita tanpa disentuh laki-laki, seorang wanita yang solehah bukan wanita pejina dan bukan wanita yang bersuami sebagai tanda kekuasaan Allah subhanahu wataála. Allah subhanahu wataála berfirman:
قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا
قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا
"Maryam berkata : bagaimana aku memiliki anak laki-laki padahal tidak ada laki-laki yang menyentuhku dan aku bukan wanita pejina, Jibril berkata : demikianlah dikatakan oleh Robmu, Dia berkata : yang demikian mudah bagiku dan supaya kami jadikan ia yaitu Isa sebagai tanda kekuasaan kami bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami dan itu adalah perkara yang sudah diputuskan" (Q.S. Maryam : 20-21)